Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label limitation

Pengakuan dan "Impostor Syndrome"

Seperti bersaing dengan mahluk gaib tak terlihat. Itulah yang kurasakan sebagai investor ritel kecil-kecilan dalam pasar saham Indonesia. Jadi memang tidak mudah untuk sambil belajar sambil praktek dalam skala kecil, namun dalam saat yang sama tetap harus melakukan pekerjaan biasa 9-to-5 (yang dalam hal di Indonesia menjadi 08:30-17:30 WIB). Jadi kalau ditanyakan soal analisis fundamental dan analisis teknikal, aku yakin kalau aku hanya bisa tersenyum dan tidak menjawab apa-apa karena memang seringnya justru otakku sudah terlalu lelah untuk berpikir dan mengingat teori apapun. Tentu saja ini berbahaya karena bila aku melakukan aksi pembelian atau penjualan saham padahal tidak melakukan analisis sebelumnya, hampir pasti aku hanya akan mendapatkan kerugian belaka. Sejujurnya, sudah pernah terjadi dan sepertinya akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Padahal orang-orang yang tidak tahu apa itu pasar saham Indonesia tetapi tahu aku melakukan aksi jual beli saham akan menganggap a...

Hot Button Issue and Political Tweet

After years of having Twitter account, only recently one of mine got a lot of interaction. That's by tweeting political stuff, replying to some young politician which failed to secure a seat in the parliament, as his own party also failed to secure national seat by falling to pass parliamentary threshold. I don't know how to respond to those notification but I'm learning to accept that to gain interaction, I should be responding to hot button issues. I've seen how some people gain followers in that particular social media but I just don't want to spend that much time in that platform. Of course all that interaction doesn't correlate with additional followers. It was a sure way long time ago for gaining followers, but not now.

A Life Spent Learning

Tadinya akan kutulis dalam bahasa Inggris tapi ternyata cukup sulit juga karena sudah lama sekali aku tak menulis. Sedih, tapi apa boleh buat. Kehidupan harus berjalan dan dalam perjalanan, ada pelajaran yang bisa didapatkan. Hidup baiknya dihabiskan untuk belajar. Lalu praktekkan ilmunya. Lalu evaluasi. Lalu belajar dari hasil evaluasi. Lalu diulang lagi, praktekkan. Semacam loop besar yang dilakukan dengan maksud untuk memperbaiki diri sendiri. Tak mungkin, kan, begini-begini saja? Stagnan atau mengikuti arus itu tidak enak kalau belum merasa "cukup", seperti sekarang. Ada kegelisahan besar, merasa "belum cukup" berbuat. "Belum cukup" mengumpulkan. "Belum cukup" menghasilkan. "Belum cukup" mapan. Masih banyak "belum cukup"-"belum cukup" yang lainnya. Tidak enak rasanya. Ada banyak pelajaran di luar sana tetapi aku saja yang tak bisa mendapatkan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat mungkin.

Kemutlakan Yang Bersifat Personal

Hari Minggu, di gereja yang biasa kukunjungi sebagai simpatisan biasa. Sedang ada pertukaran pendeta. Isi kotbah beliau pada poin pertama adalah tentang kemutlakan. Sorotannya khusus pada relasi antara seorang pengiman dengan Tuhannya. Menurut beliau, hubungan manusia dan Tuhan itu personal. Saat seorang manusia melalu relasi itu tiba di kepercayaan bahwa dia akan diselamatkan bila percaya Tuhan, biarlah kemutlakan itu berlaku bagi dirinya sendiri. Adalah tidak tepat bila apa yang mutlak bagi dirinya sendiri, diterapkannya untuk orang lain yang berbeda. Kemutlakan yang dipercaya bagi dirinya sendiri dan kelompoknya, janganlah dipaksakan ke kelompok dan orang lain. Hal seperti itu akan berbahaya bagi keberagaman. Terima kasih atas pandangannya, Pak Guruh Jatmiko. Saya setuju.

2018 And Such

New year and things look the same. Maybe because I am using the same way (or method) to look at things. Should have tried harder than last year which brought a lot of things changing, some for worse, some better. Again, doing things by myself made me learn at least a few new stuff. Analyzing events made me realize my limitations and shortcomings. Now I need to formulate a few solutions so that I can be a better version of me. Quite acceptable, isn't it?