Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hobi

Akhirnya Aku Melakukannya!

Bulan September ini patut kucatat sebagai salah satu bulan yang berbeda. Kenapa berbeda? Karena ada banyak hal baru yang kucoba lakukan. Ada yang kulakukan sendiri, ada yang dibantu oleh orang lain. Aku mencoba melakukan beberapa hal yang dari dulu hanya berupa angan-angan, sendainya aku begini atau seandainya aku begitu . Tentu saja belum akan kuceritakan di sini biarpun aku sebenarnya antusias untuk berbagi. Akhirnya aku melakukannya!

Sudah Tidak Tahan?

Namanya juga usaha. Tentu ada yang dikorbankan demi mencapai tujuan yang jadi prioritas utama. Itulah hidup. Tapi kadang perasaan tidak tahan itu muncul dan mengganggu. Minimal membuatku bertanya-tanya, apakah keputusanku sudah tepat? Apakah prioritasku sudah benar? Apakah aku memperoleh progres dalam usaha dan upayaku? Apakah aku makin mendekat ke tujuanku? Banyak pertanyaan yang bisa melumpuhkan daya pikir. Sesuatu yang tidak baik bahkan berbahaya. Mempertanyakan diri sendiri, bila diteruskan, bisa berujung pada rasa tidak tahan lagi lalu mengalamai depresi. Semoga aku tak sampai seperti itu. Untuk itulah aku harus menyeimbangkan kehidupan dengan hal-hal yang bisa melepaskan ketegangan dalam hidup, mengalihkan dari penat pikiran, dan menyenangkan. Mari kita melaksanakan hobi!

Selamat Tahun Baru(?)

Mungkin sudah saatnya aku mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU! Dengan penuh semangat dan optimisme, kita sambut pergantian tahun 2015 ke 2016 ini bersama-sama. Ada banyak hal yang baik dan kurang baik yang sudah dialami sepanjang tahun 2015. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang personal, yang mengajarkan agar makin dewasa. Masih ada banyak petualangan yang bisa dialami di 2016. Semuanya tergantung ke diri sendiri. Upaya apa yang dilakukan, pilihan apa yang diambil, keputusan apa yang dibuat. Seperti Anak Anjing, Mari Bermain Dan Berpetualang! Pada tahun 2014 hendak berganti ke 2015, aku punya niat mulia, project yang ingin dilakukan, daftar hal yang ingin bisa dikuasai. Well, setahun berlalu dan masih banyak hal yang menjadi utang yang harus dibayarkan agar aku bisa berdamai dengan diri sendiri.

Ada Banyak Hal Yang Dapat Di-Explore Di Bandung

Harus aku akui, ada banyak hal yang bisa di- explore  di Bandung. Dari yang butuh dana tidak sedikit, hanya secukupnya, atau gratis. Tergantung minatmu ada di bidang apa. Makanya aku merasa bersyukur karena penempatan tugas di Bandung. Aku bisa menikmati pertunjukan musik dari yang kelas abal-abal sampai dengan tingkat internasional dengan persiapan yang matang. Aku bisa menghabiskan waktu menikmati buku yang menarik minat biarpun harus aku akui bahwa terlihat penurunan minat membaca yang signifikan dan berakibat banyaknya "taman bacaan" yang menutup bisnisnya. Perpustakaan yang baik dan dapat diakses oleh umum juga terbatas sekali di Bandung. Artinya minat membacaku harus ditunjang oleh kemampuan mengakuisisi setiap eksemplar dan judul yang hendak kubaca. Hal ini mendorongku untuk selektif dalam membeli buku dan mempertimbangkan ruang yang tersedia untuk menyimpan buku fisik dan elektronik yang kudapatkan. Juga membagi waktu untuk membaca buku. Lalu ada hobi baru lagi ya...

Kurang Teliti Dan Terburu Nafsu.

Well, memang agak hiperbolis soal "terburu nafsu" itu tetapi kalau dipikir lagi memang mungki sekali, itulah yang sebenarnya terjadi. Jadi begini, aku butuh alat untuk menyetel ban. Pencarian singkat sebelum berbelanja mengantarkanku pada artiker soal ukuran kunci yang dibutuhkan sebagai basic tool. Berbekal isi artikel, karena memang berniat mencicil pembelian peralatan juga, yang kubeli adalah kunci ring pas 8, 9, 10, 12. Pulang ke rumah dan mencoba kunci pas tersebut ke mur yang hendak kukencangkan ternyata... Kunci 12 itu tidak pas! Artinya aku harus beli kunci 13. Itu juga perkiraan saja dari komparasi lubang ring kunci pas dengan mur yang terpasang. Jadi tadi aku mampir ke toko perkakas, beli kunci pas 11x13 dan kunci ring pas 13. Kan 1 kunci pas untuk menahan dan 1 kunci ring pas untuk memutar mur. Balik ke rumah, mencoba memutar, dan pas! Kencang! Lalu aku berpindah ke bagian berikutnya dan ternyata.. Kunci 13 tidak muat... Aku seharusnya mengukur dengan  telit...

Ada Banyak Hal Menarik

Menurutku ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di Jakarta! Dengan sebegitu banyak jiwa yang tinggal di wilayah ibukota ini, ditambah ada banyak kelompok komuter setiap harinya, begitu banyak variasi orang di sini. Bayangkan saja potensi yang ada karena tiap orang sebenarnya punya preferensi tentang apa yang dimaui atau tidak, ingin dibeli atau dinikmati dan mana yang tidak. You get my point . Sekarang yang perlu kulakukan adalah menemukan sesuatu yang cukup menarik yang bisa kami berdua nikmati bersama! Aku maksud adalah diriku dan Linda. Susahnya adalah dia cenderung memilih gedung berpenyejuk udara dan bisa window shopping . Juga menonton film di bioskop. Itu berarti ke mall atau plaza . Sungguh sangat membatasi pilihan. Bukannya aku tak suka ke tempat-tempat seperti itu tapi menurutku ada pilihan-pilihan lain yang bisa dikunjungi pada saat libur seperti hari Minggu ini. Menghabiskan waktu di warung kopi di sebuah mall di pusat kota Jakarta yang sejuk memang menye...

Funny In My Own Way

I must admit that I have a peculiar sense of humor. Final Destination 5 Seat D 13 at Auditorium 5 Like when I deceided to watch Final Destination 5. I chose seat D 13 that can be read as "Die". It was screened in Auditorium 5 so the ticket printed out like the picture above, which can be read as "Dies". I personally think it was fun, watched a movie about cheating Death while seated at DIES.

7th Jakarta Toys And Comics Fair (Others)

Ada berbagai macam orang dan pajangan di Toys and Comics Fair 2011 kali ini. Tapi seperti yang kuceritakan sebelumnya, semuanya produk impor. Aku bukan anti atau mengecam. Aku hanya menyayangkan bahwa tak kutemukan mainan dengan citarasa Indonesia di sana. Sayang sekali. Padahal kita seharusnya mampu kok. Tapi ya sudahlah. Kita selama ini cuma bisa menyediakan pasar yang luas dan besar bagi bangsa lain yang mampu mencipta. Kita cuma jadi pembeli, pemakai, sebagai end user  yang bahkan bisa begitu fanatiknya. Sayangnya, baru pada tahap itulah kita: Kau, Aku, Mereka, Semua Teman dan Saudara yang Sebangsa dan Setanah Air Indonesia.

7th Jakarta Toys And Comics Fair

Keceriaan permainan saat ini dinilai dari seberapa banyak mainan luar negeri yang kita terima dan mainkan, kita miliki dan pajang, berbagi bersama teman-teman sehobi. Keriangan bermain adalah dengan mengeluarkan dana dalam dolar dan mata uang asing atau dalam rupiah yang membuat hati meringis karena terasa betapa tak berharganya rupiah karena begitu banyaknya angka nol hanya untuk mendapatkan sebuah action figure  4 inci. Kebanggaan atas permainan yang pantas diwujudkan dengan seberapa banyak hal-hal yang dikonsep, diproduksi, dan diperjualbelikan berasal dari negara yang bisa jadi sangat asing bagi para pemilik mainan tersebut. Tetapi terasa dekat karena produk budayanya yang jauh lebih akrab dibandingkan produk negara sendiri. Aku tidak anti pada negara asing. Aku hanya merasa sayang sekali bahwa negaraku ini tak punya industri mainan yang seperti yang dimiliki di luar negeri. Produksi yang mampu diekspor ke berbagai macam negara lain dan bahkan menggerakkan perekonomia...

Berusaha Untuk Orang Lain

Pernahkah aku melakukan sesuatu untuk orang lain? Sebuah tindakan atau perbuatan yang semata-mata adalah demi orang lain tanpa memikirkan apakah diri sendiri akan mendapat manfaat atau tidak dari aktivitas kita itu? Aku bisa jawab: Pernah! Apa yang kulakukan saat itu tak usahlah dijelaskan karena aku juga tak ingat detailnya. Sekarang mayoritas kegiatan/usaha/aktivitas yang aku lakukan itu adalah demi untuk diri sendiri dan syukur-syukur bisa membawa manfaat bagi orang lain, langsung maupun tidak langsung. Sekarang mayoritas kegiatan/usaha/aktivitas yang aku lakukan adalah demi semacam instant gratification  yang tentunya lebih disukai daripada dampak/hasil/manfaat yang baru dapat dirasakan/dinikmati somewhere later along the road . Wajar, bukan? Lalu bagaimana dengan Linda? Pernahkah aku melakukan sesuatu hanya demi dia dan tanpa sedikitpun aku mempertimbangkan manfaatnya untukku? Pernah. Hanya saja sangat terlalu jarang sekali. Memang, kasihan Linda. Dia seharusnya m...

Motret Linda

Memang ini foto beberapa waktu yang lalu setelah aku menjadi panitia acara fotografi di sebuah panti asuhan di belakang Hotel Milenium, Jakarta Pusat. Bagi kalian yang belum tahu, lokasi foto ini di sebuah gedung tua di wilayah Kota Tua yang terkenal itu. Aku memang ingin menyusul beberapa temanku yang telah lebih dulu menuju lokasi. Berhubung kami jarang ketemu, tentu saja Linda tak mau melepaskanku pergi begitu saja. Yeah, sometimes she could be really possessive! Kebetulan kemampuanku terasa sangat menurun sehingga hasil fotoku tak ada yang layak tayang. Kecuali foto Linda seperti yang ada di sini. Foto ini juga hanya yang hasilnya lumayan dari sekian banyak frame Linda. Seharusnya aku lebih banyak lagi memotret! Seperti sekarang ini saat aku sudah lelah dan ingin tidur tetapi pikiranku dipenuhi banyak hal. Misalnya bahwa tadi ketemuan lagi dengan Linda yang sudah dandan secantik mungkin tetapi tak kufoto barang satu frame pun. Aku menyia-nyiakan kesempatan lagi. Sedihnya....

Ini Semua Hanyalah Fashion

Yup, judul kali ini adalah kutipan darisebuah lagu dari sebuah band terkemuka sejagad raya: KOIL . Sepotong kalimat itu terlintas di kepala saat melihat pemuda ini di dalam bis memakai headphone besar yang tak jelas apa keunggulannya. Maksudku, dengan plastik sebanyak itu apakah memang nyaman digunakan di kepala dan kualitas reproduksi suaranya mengagumkan? Aku tak yakin. Kurasa headphone sejenis hanya seperti hiasan yang cocoknya menjadi penghangat telinga saja. Kualitas reproduksi suara, mungkin aku terlalu rewel. Kurasa aku saja yang ngotot meng- convert  koleksi CD pribadi untuk pemakaian sendiri ke dalam format MP3 dengan bitrate 132 kbps. Maksudku, aku memutarnya di laptop menggunakan earphone Panasonic kecil, bukankah bitrate yang lebih rendah (dan ukuran file yang lebih kecil) sudah memadai? Yeah, kurasa karena Ini Semua Hanyalah Fashion , ketika pemuda itu menerjemahkan fashion dengan menggunakan headphone besar, aku menerjemahkan "gaya" sebagai bitrate yang ...

Elvis is Dead! Long Live The King!

Well, now we know what happened to The King. Or it was just an impersonator? Or did Elvis impersonated himself? Oh my God! My head spinning because of this! But before I faint I must slay this zed! WHERE'S MY SHOTGUN?

Things I've Got To Do

This is another Saturday, one among many recent Saturdays that I spent at the office, trying very hard to do my work. But there's always somethings attract me to do anything but the tasks at hand. This is really frustrating. Trying to do work but really feel like achieving nothing noteworthy. But I must not give up. Keep on trying to do the work, Matthews! . . Now I wonder how my clan's safehouses in the second map holding up against the zombies attack? Gotta check it for a couple of minutes. Promise, just a couple of minutes.

Fun With You (With Photos!)

Just like I promised on earlier post, some photos! Edited using the fun Picnik from Picasa . dewi This is Dewi. I don't know anything other than her first name. So sorry to dissapoint you guys. nadya and anneu Of course you'd probably knew these two ladies. At least you can read their names, right? Oh I forgot. You got here, don't you? That only mean one thing: You Do Read. pants and shoes This is my favorite. Linda took this one. Too bad she had a hard time holding almost two kilograms of camera gears. I do had fun times with Linda and all the guys and girls there in Cibubur. Should do things like these -- having fun outdoor in a park -- more often!

Fun With You

Had fun today with Linda. We went to Yuvan and Selly's wedding blessings at a church in Citra Garden. Then off we go to Cibubur for some fun photo session with Uncle Ben, Uncle Aan, Uncle Heru, Dicky, Decha, Ronny, Riko, Anneu, Nadya, and others. Yes, it was fun. Now I'm too tired. Sorry about that. Will post picture(s) later about yesterday's activity(ies). Fun!

irrationality can be fun!

saat di airport bandara ngurah rai pada suatu perjalanan kerja, aku iseng mendatangi kios sebuah toko buku impor di ruang tunggu. ya tentu saja saat itu aku hendak kembali ke jakarta dan tak punya buku bacaan apapun untuk mengisi waktu senggang. foto sampul depannya yang menarik membuatku tertarik mengambil lalu membaca ringkasan di belakang, well, this sounds really interesting , maka aku mengeluarkan beberapa lembar rupiah untuk membeli buku ini: sejujurnya, buku ini salah satu buku yang aku tak menyesal membelinya, meskipun tidak sedang masa promosi -- yang berarti aku membayar harga penuh sesuai label. memang membutuhkan waktu beberapa lama untuk membacanya terkait kesibukanku sendiri tetapi boy! this one is very educational! jadi aku memikirkan buku-buku sebelum dan sesudah ini yang ditulis oleh penulis yang sama dan bagaimana mendapatkannya, karena tentu saja, toko buku impor jaringan itu tak memiliki buku terbarunya: lalu aku memutar otakku untuk menemukan cara mengakuisisi ...