Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label memories

lalai dalam memberikan update

  rasanya tidak ada yang membaca tulisan di sini. metrik dari google analytic juga menyatakan hal yang sama. nobody read blogs anymore.  entah kenapa aku masih mengisi kabar baru sumpah serapah dan pikiran yang membuncah di sini. tidak ada yang datang karena sudah tak ada yang peduli tulisan seperti ini. sialnya, kemampuanku saat ini masih sebatas ini saja, keluh kesah semi-anonim di ruang maya tanpa ada yang mendengar (atau membacanya). sudah malam dan semua orang sepertinya memutuskan untuk tidur kecuali aku yang malah menyeduh air panas lalu membuat secangkir kopi. aku lalai dalam membuat update  mungkin karena dari dalam ada pikiran bahwa yang kubuat ini hampir pasti sia-sia. aku menulis agar ada orang lain yeng membaca tetapi ternyata kenyataan menunjukkan bahwa kumpulan huruf seperti ini sudah tak lagi menarik. apa mau kita sudahi saja blog ini?

aku berharap, berdoa, tapi lupa bekerja

melakukan sesuatu itu jangan setengah-setengah, begitulah pesan yang pernah kudapat dahulu kala. tetapi seperti biasanya, pesan seperti itu tinggallah kalimat tak bermakna karena tak kuresapi dan kuterapkan dalam menjalani hidup. tentu semuanya karena kebiasaanku untuk melakukan hal-hal mudah lalu mengaku bahwa itu adalah best effort untuk menutupi kenyataan: ada hal lain yang bisa kulakukan tetapi tidak kulakukan. bisa jadi karena malas, karena menunda terlalu lama, atau memang tak bisa memegang komitmen pada diri sendiri. ini yang membuatku menghabiskan waktu tak menghasilkan apa-apa atau menambah hal positif, misalnya aset, pertemanan / koneksi, ilmu pengetahuan yang makin luas, spesialisasi keahlian yang makin tajam, dan hal lainnya. kadang kalau melihat kondisi diri sendiri terasa malu karena terlalu banyak menyia-nyiakan kesempatan.  aku berharap. aku berdoa. tapi aku lupa bekerja. terus dengan keras kepalanya aku berkisah pada dunia bahwa aku sudah melakukan segala ...

melandai, melantai

jadi sekali lagi satu minggu berlalu tanpa ada kemajuan berarti dalam rencana besar peningkatan kemampuan diri. kenapa bisa mandeg begini seakan-akan tak ada yang berarti? aneh, aku menulis dalam rima yang tak berguna, hanya karena melatih diri dalam percakapan ku tak bisa. bergerak maju, meramu kata. ada yang dituju, bukan tak percaya.

Nobody's Using Blogger/Blogspot Anymore

Why bother update this at all? That's my original thought when I checked the statistic of this blog. It seemed like no one bother to read blogs (mine or anybody's personal blog) at all. This writing used up my time and my money (internet connections aren't free nor cheap in my country). And after further searching around topic of personal blogging, I did arrive at conclusion that no one do this anymore, just for the sake of writing. Either people monetize the blog somehow, or just quit already. Here's what I should do, at least what I thought: I should write more and more about any topic that interest me, aligned those topics with current situation, buy a domain name that feel pro, use non-free template for the blog, change the layout to be more interesting. Maybe create some videos of stuffs that related to my writings, post them in YouTube, and link them in my post here, or maybe some once a month podcast post in Soundcloud? A lot of work for ...

Selamat Tahun Baru(?)

Mungkin sudah saatnya aku mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU! Dengan penuh semangat dan optimisme, kita sambut pergantian tahun 2015 ke 2016 ini bersama-sama. Ada banyak hal yang baik dan kurang baik yang sudah dialami sepanjang tahun 2015. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang personal, yang mengajarkan agar makin dewasa. Masih ada banyak petualangan yang bisa dialami di 2016. Semuanya tergantung ke diri sendiri. Upaya apa yang dilakukan, pilihan apa yang diambil, keputusan apa yang dibuat. Seperti Anak Anjing, Mari Bermain Dan Berpetualang! Pada tahun 2014 hendak berganti ke 2015, aku punya niat mulia, project yang ingin dilakukan, daftar hal yang ingin bisa dikuasai. Well, setahun berlalu dan masih banyak hal yang menjadi utang yang harus dibayarkan agar aku bisa berdamai dengan diri sendiri.

You Don't Have To

Did you know that you don't have to do somethings that you think you must? Like became somebody else because that'd be easier to fit in the crowd and not be alienated? Even when by became someone else not you, you just have this constant mild uneasiness nagging inside, not that kind of hard feelings that make you suicidal, it's just there and irritate you. Yes of course if it's positive change (depend on who's version of "normal" and "positive") then by all means, go change yourself! Don't hesistate! But wouldn't it better if you go out of the current environtment, travel anywhere to find some place where you fit and feel belong? It's harder but it might -- just might, not always certain -- worth the journey.

Friends, Reversal

So here we are, having tea with a group of friends, one last time because.. One by one our team member are leaving the project, transferred to other region or project. Yes, in a few short months, we have had moments of good time. Time passed but at least we shared memories of good and bad. Can we still be friends in the future? We'll see.