Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label training

Stagelight Adalah Salah Satunya

aku diingatkan tentang ada banyak program dan aplikasi yang kubuka, kupasang, kubayar langganannya, tetapi tidak kupakai secara optimal. Stagelight dari Open Labs adalah salah satunya. sudah kupasang di gawaiku, di komputerku, dan kubayar beberapa paket bunyinya. tapi sampai sekarang, ketika aplikasi ini akan diskontinu karena sudah diakuisisi oleh Roland, aku tidak juga menguasai apapun. itulah aku. jago membayar tapi tak bisa memanfaatkan. orang (produsen aplikasi dan program) mungkin suka dengan tipe konsumen seperti diriku, yang bersedia membayar premium tetapi tidak membebani server mereka karena aku ternyata hanya membayar tapi tidak menggunakannya. bayangkan, aku membayar untuk menggunakan tempat tetapi tidak dipakai sama sekali. biaya maintenance server lebih murah karena load yang lebih rendah.  Stagelight dari Open Labs ini adalah salah satu indikator yang menyadarkanku bahwa aku sangat boros dan tak bijak dalam menggunakan sumber daya yang aku punya. tidak efisien....

Integrasi Kemampuan Personal - Delapan Bulan Kemudian

Delapan bulan yang lalu, aku tuliskan di sini , tentang keinginanku yang sederhana: Meng- upgrade skill diri sendiri.  Caranya adalah dengan bersemangat untuk diri sendiri. Tidak usah menunggu ada teman. Biarkan sendirian mencari jalan. Lingkunganku saat ini di kantor semua orang bekerja sesedikit mungkin dan sisanya cukup dengan, "Saya tidak tahu," atau, "Itu bukan bagian saya." Hidup gampang dan gampangan karena punya privilege berupa safe cushion karena berasal dari keluarga yang masih memberikan support . Enaknya. Jadi aku memang membeli beberapa kursus online, berlangganan produk dan jasa pengajaran untuk peningkatan kemampuan. Itulah yang perlu kulakukan. Tinggal mencari kemauan dan waktu. Ini penting dan aku sebenarnya bersyukur sekali punya partner yang mau memberikan dukungan sampai pada tahapan tertentu. Intinya sih, aku tahu apa yang aku butuhkan, tapi aku belum memulainya, bahkan setelah lewat delapan bulan.

Dari Semua Yang Pernah Aku Jalani

Dari semua yang pernah aku jalani, di sini yang berikan damai di hati. Ada saatnya aku merasa pekerjaan yang kulakukan kurang bernilai tambah. Seperti melakukan rutinitas yang tidak cukup layak untuk terus dikerjakan. Tetapi kalau orang lain mungkin menganggap pekerjaan dan tugasku tidak jelas dan posisiku hanya untuk mengganggu orang-orang ini melakukan tugasnya. Tetapi tentu saja yang perlu kulakukan sekali-sekali adalah berhenti dan mengamati secara seksama sebenarnya apa saja yang kulakukan, apa yang belum kulakukan tapi bisa dilakukan dan sebenarnya bermanfaat. Melakukan hal berbeda untuk dapat nilai tambah yang berguna, sesuatu yang sebenarnya kuinginkan. Tidak mudah karena butuh kemampuan lebih. Kapan aku akan melakukan analisis ini? Soalnya bila tidak terasa memuaskan, mungkin sudah saatnya aku mencari tempat baru yang mungkin saja  bisa memberikan hal yang aku inginkan ini. Iya, ini sebenarnya soal keraguan diri.

Integrasi Kemampuan Personal - Sebuah Upaya Peningkatan Skill

Akhirnya berbagai macam software yang biasanya aku hanya sekedar tahu atau pernah lihat mulai berkelindan yang berarti aku harus bisa membuat sebuah workflow yang seamless dengan berpindah antar program dan aplikasi yang berbeda. Kebutuhan monitoring and reporting yang melibatkan berbagai macam departemen berbeda divisi tentu tidak mudah. Menyatukannya dalam sebentuk laporan yang mudah dipahami user  itulah tantangannya. Aku harus mengolah data progress pekerjaan, pengecekan terhadap kondisi rencana lapangan dan gambar rencana, membuat analisis dan summary disajikan secara berkala itulah yang perlu aku pelajari. Ada aplikasi peta seperti QGIS dan Google Earth Pro yang gratis, progress  kerja yang disimpan dalam spreadsheet Microsoft Excel, organization chart  di Microsoft Visio, surat tugas kerja dan lainnya di Microsoft Word, tampilan report dalam presentation slide Microsoft Powerpoint. Oh ya tentu saja untuk pekerjaan yang kompleks, membuatnya dalam sebuah monitori...

Perjalan Yang Panjang

Ada masa di mana aku menganggap kalau diriku adalah seorang petualang yang melakukan perjalanan untuk mencari jati diri. Aku pikir masa itu buku-buku yang kubaca sangat mempengaruhi bagaimana caraku memandang peran dan posisi diri di dunia ini. Setidaknya, apa yang aku mau dari diriku sendiri. Sekarang tidak lagi. Aku tahu saat ini peranku hampir tak terasa. Bukan rendah diri. Ini adalah reposisi terhadap kehidupan manusia di sekelilingku, baik yang aku berinteraksi secara langsung in real life , yang tak berinteraksi langsung kecuali lewat media, atau yang tak menyadari bahwa ada aku di dunia. Perjalanan yang panjang ini adalah milikku sendiri. Tak perlu dicarikan alasan. Tak butuhkan tujuan. Hidup untuk diri sendiri. Berjalan. Berhenti. Evaluasi. Lanjutkan perjalanan lagi. Begitu terus sampai tiba saatnya berhenti terakhir kali.

Effective Leadership Skill

Namanya juga untuk peningkatan kemampuan, jadi waktu ada tawaran sesi singkat di kantor bertema Effective Leadership Skill  maka dengan antusias aku mendaftarkan diri mengikutinya. Diawali dengan penjelasan menarik, kemudian para peserta dibagi dalam dua tim, dan entah bagaimana aku tiba-tiba dipilih sebagai ketua tim! Apakah mereka semua terpukau dengan karisma kepemimpinanku yang sedang kulatih ini? Mengagumkan! Sayangnya aku tak bisa memaksimalkan pelatihan berhubung berkali-kali ada telepon dan orang yang mencariku. Entah kenapa pada saat aku bisa menerima interupsi pekerjaan (bila ada), tak ada seorangpun yang mencariku. Tetapi begitu aku ingin beraktivitas sesuatu yang (sedapat mungkin) jangan sampai terganggu, ada saja hal yang memecah perhatianku. Apakah ini semacam fenomena yang aku amati terjadi pada diri sendiri atau ada juga yang mengalaminya? Setidaknya aku  hanya kehilangan kurang lebih seperempat dari keseluruhan pelatihan. Menurutku tidak terlalu buruk ...