Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label lazy

menunda pekerjaan adalah hobi

aku pikir masuk akal untuk mengakui saja: menunda pekerjaan adalah hobiku. dalam keadaan ekstrim, aku bahkan tidak mampu membuat diriku melakukan langkah pertama dari suatu tugas atau pekerjaan yang diminta dariku. tidak mudah, tidak mau, tidak ingin. dalam jangka pendek maupun jangka panjang, kebiasaan ini tidak baik. merugikan! tapi entah kenapa aku tak mampu berbuat banyak -- dalam beberapa kali kejadian -- melawan kebiasaan menunda pekerjaan ini. bahkan aku sebenarnya harus merapikan sebuah database untuk dikirimkan ke bagian divisi lain tetapi malah aku menghabiskan waktu di sini, menulis update-an blog ini. sungguh aneh. tidak efisien untuk diri sendiri tetapi aku tidak segan untuk menegur orang yang kuanggap tidak bekerja efisien. seperti standar ganda: orang lain tak boleh melakukan apa yang kulakukan. seperti bukan figur (calon) pemimpin yang pernah kukhayalkan dulu.

Menyudut, Menghindari

Ada banyak hal yang bisa dikerjakan dan harus dilakukan karena sebagai karyawan yang menerima gaji tiap tanggal 25 setiap bulannya, target perusahaan harus diurus. Tentunya ada korelasi antara keberhasilan delivery  perusahaan ke customer  dengan keberlangsungan hidup sebagai seorang pegawai. Kalau tingkat delivery  rendah, bagaimana mungkin bisa tetap dapat penghasilan dari orderan customer ? Tidak mungkin kita bekerja asal-asalan tapi menuntut perusahaan membayar gaji tepat waktu, memberikan THR tidak terlambat, menaikkan gaji dan memberikan bonus tiap tahun?

Abai Pada Keselamatan

Orang-Orang Bodoh Menyeberang Tidak Lewat Jembatan Penyeberangan Kalau orang yang pemalas dengan sengaja melanggar pengaturan keamanan hanya karena alasan bahwa diri mereka terlalu pemalas untuk sekedar meminimalisir resiko, salah siapa kalau terkena musibah? Seperti dua orang ini yang terlihat sehat dan tidak kelihatan tak mampu naik-turun tangga untuk menggunakan jembatan penyeberangan. Pastilah alasan utamanya karena malas sehingga lebih memilih melintas langsung di jalan dengan menerabas lajur-lajur lalu lintas yang ada. Berhenti di tiap batas lajur menunggu keadaan memungkinkan untuk melanjutkan penyeberangan seperti yang terlihat pada foto di atas. Sekarang coba bayangkan: Kalau keseimbangan hilang lalu terjatuh ke depan atau ke belakang saat ada kendaraan yang lewat, masa menjadi kesalahan si pengemudi kendaraan? Banyak sekali orang bodoh di jalanan. Bodoh dan pemalas adalah kombinasi yang sangat sangat berbahaya.