Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label boros

menyadari keterbatasan yang mutlak: waktu

sebelum menuliskan terlalu banyak, izinkan aku meminta maaf atas kenyataan bahwa kemampuanku menurun dalam menulis. jumlah kata yang makin sedikit, koneksi antar paragraf yang makin tipis (atau bahkan hilang), keraguan untuk mem- posting suatu update karena menduga kualitas buruk, dan hal lainnya. ketika orang bilang, "sudah, lakukan saja dulu, nanti juga terbiasa." aku merasa hidup berkarya orang itu lebih mudah daripada hidup tulis menulisku. seharusnya aku belajar dan mengasah kemampuan menulis, lagi dan lagi sampai batas kemampuan tertentu. setelah itulah baru aku mencoba belajar kemampuan lain lagi. kalau seperti sekarang ini, hanya sekedar tahu saja, lalu mencoba mencari tahu hal lain dan hal baru? tentu saja aku tahu cukup luas tapi hanya permukaan saja. tidak ada orang yang mau menjadi "sekedar bisa" saja. tak menghasilkan, soalnya. kecuali orang itu pemalas, tidak berambisi, atau hal lainnya. sekarang aku terdengar seperti orang yang sok tahu, yang dengan...

Memodelkan Pertumbuhan Aset Perusahaan (Part 1)

Aku ingin bisa meluangkan resource untuk mempelajari sesuatu yang menarik perhatianku sejak lama: memodelkan pertumbuhan aset perusahaan, dalam hal ini tempatku bekerja saat ini. Tapi tentu saja membuat model data yang komprehensif dan mempertimbangkan banyak hal itu tidaklah mudah. Membersihkan Data. Semuanya dimulai dari data awal yang dimiliki. Seakurat apa isinya? Perlu cek dan ricek sebelum diolah? Tentu saja! Mana mungkin menghitung durasi aktivitas bila salah (awal atau akhir waktu) diisi dengan teks? Model angka yang dimunculkan dalam format general atau disesuaikan dengan dd-Mmm-yy? Semakin bermacam tipe format yang digunakan, database akan semakin besar dan kalkulasi bakal makin lama. Tidak efisien. Tentunya aku harus memutuskan seperti apa data yang ditampilkan dan dicatatkan. Selain itu semua bagian yang kosong atau tak mengikuti kaidah penulisan / pencatatan, harus dikoreksi. Tidak mungkin label dan identitas unik dibuat secara asal tanpa pengaturan khusus yang memu...

Melakukan Perawatan Kendaraan Secara Berkala

Aku punya beberapa jenis kendaraan sebagai hak milik. Beberapa jenis punya lebih dari satu unit. Skuter dan sepeda, misalnya. Ada skuter keluaran Piaggio tahun 1980 dan 1994. Sepeda gunung dan sepeda balap. Sebuah motor trail keluaran Yamaha tahun 1976. Sebuah mobil tahun 2013. Yang tak kuperhitungkan dengan cermat sebelumnya adalah bahwa ada yang disebut dengan upkeep  alias biaya untuk tetap menjaga semuanya tetap bisa dipakai dan berfungsi dengan baik. Ongkos perawatan dan pemeliharaan, kalau mau sederhananya. Tidak kubayangkan bahwa tiap kendaraan untuk tetap legal, aku harus setia membayar pajak kendaraan tiap tahun. Untuk itu saja sudah habis sekian juta rupiah. Setiap tahunnya.

Fokus dan Displin, Bila Hendak Lebih Maju

Semakin banyak yang kucoba pelajari maka semakin sadar aku bahwa sebaiknya aku fokus pada satu (atau beberapa) topik saja untuk dipelajari lebih lanjut. Misalnya diberi daftar hal-hal acak, seperti berikut: Mempromosikan sepeda dan aktivitas bersepeda sekaligus asesorisnya. Belajar membuat video untuk media sosial. Mengedit foto untuk konten komersil.

Nyasar Sampai ke Bandung Indah Plaza

Namanya juga hari Minggu, dimana seharusnya kita memanfaatkan waktu untuk beristirahat, tetapi niat (mulia) awalku adalah memperbaiki database pekerjaan yang seharusnya sudah selesai kulakukan sejak dua minggu yang lalu. Kalau kalian tahu seperti apa database-nya, mungkin kalian pun akan menunda pekerjaan itu seperti aku. Malah aku habiskan hari Minggu ini dengan tadi pagi membaca buku, lanjutkan makan siang selama dua jam lebih, dan kemudian sekarang malah jalan kaki sampai akhirnya mampir ke Bandung Indah Plaza dan minum kopi. Lalu iseng memfoto dan kemudian menulis blog (tentu saja update yang ini). Lalu ada sesi browsing- browsing yang tidak terlalu penting. Thinkpad X220, A Cup Of Americano, Shades. Seharusnya semuanya kalah penting dibandingkan dengan perbaikan database ini! Aku butuh database yang benar dan tepat, akurat dan update, karena dari situlah aku mendapatkan penghasilanku sebagai seorang kuli korporasi besar. Kadang aku suka mengacaukan prioritas. Bagaimana ...

Challenge From Team Members

As someone who has the job to manage the company's daily operation, organizing and managing team members is a challenge that I have to deal with on a daily basis. Each team member have different habit and personality -- whom I have to adapt and mix and coodinate with. Every project has its own special needs yet share a lot of similiarities. Interesting, challenging, yet somehow I found myself unsatisfied with how my team works. I want to make challenges to each of them so they can accelerate growth: personal and professional, with the goal of benefitting the company and each person involved, financially. Such a complicated thing to do with my limited experiences. That means, as I am also a team member, it's a challenge for me too! ===== Note: This piece is actually from a draft I made about two years ago when I was still in the construction company in Serpong.

Fun Sunday! Yeay! (Drive Books Not Cars)

Because of Linda and my brother -- I must admit that I was very interested -- we came to Drive Books Not Cars  Jakarta that was holding a charity event where they sold used books for like, really cheap, where the money that collected from the sales will be used for making libraries(!) for less fortunate children in some part of Indonesia. What a noble idea! Of Course It Was  A Fake. No Glass Was THAT Big. A lot of people went there and of course, a "free Starbucks" was a real magnet for tempting people to come to the event. I don't mind because whether or not I get those free stuffs, I'd still have a chance of acquiring some good books that otherwise I won't be able to afford. People Got Attracted By The "Free" Word.  Yes, it was a Car Free Day at Jl. Thamrin, Jakarta Pusat. I have to use an indirect route just to avoid the roadblocks to accomodate all the good people that intended to have some outdoor sport activity. The event where they ho...

Room For Improvement

Let's face it, in this company that I currently work for, there's a lot of room for improvement. That's what -- for sometime -- I've been trying to say to my boss: We Need To Improve. That the necessary improvement is needed in all the parts of the company. The administration or back office, the accounting, the field teams, the teamwork, the workflow, etc. Not an easy task and definitely not a short listed one. It's a challenge that we have to do in order to became better. Of course there's resistance from the inside, as you should know. Change, for some people, is intimidating. Improvement steps, for others, are bothersome. But because the goal is somewhat clearer than before, it'd be more achieveable for all of us. Because, if not for improvement, we will be left behind by our competitors. So, improvement is imperative. Help me, God.

Di Jalan Raya Serpong, Saluran Got Tak Berfungsi

Di Jalan Raya Serpong yang sekarang sepertinya dimanfaatkan oleh para penglaju dari Jalan Tol Jakarta-Merak yang hendak ke Tol Jakarta-Cikampek tanpa melewati Jalan Tol Dalam Kota, keadaan menjadi bertambah tidak menyenangkan untuk dilewati. Setiap orang yang tinggal di ruas jalan ini mungkin akan sependapat denganku. Keberadaan mobil-mobil yang melintas membuat jalan semakin ramai dan semakin sulit menyeberang. Untung ada pembangunan jembatan penyeberangan. Tetapi tak terlalu banyak membantu karena tentu saja jarak antar tiap jembatan terlalu jauh bagi penduduk yang sudah terbiasa mempertaruhkan keselamatan diri dengan menyeberang langsung di antara kendaraan-kendaraan yang melaju kencang. Keadaan yang sudah buruk ini makin diperburuk dengan tidak berfungsinya saluran drainase. Seandainya saja berfungsi dengan baik, rasanya tak akan membuat keadaan separah seperti ini. Hujan deras sebentar saja langsung air meluap menggenangi jalan raya sehingga pengemudi kendaraan pada menghindari ...