Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label music

Again, I Love Music

I LOVE MUSIC Have I not said it before? So imagine my surprise to find Norah Jones' album in a random CD store that I entered just to kill some time! I don't check much or inquire what would the content sounds like. As long as it's Norah Jones, I'm buying! So what I did was play the CD on my way back to Bandung, driving alone and enjoy her work. She's one of my favorite artist. And actually feel kind of sad to remember someone who I shared the same admiration with. If only she was with me on the road and listening to the CD for the first time. Us, together. I love music, and I wish I could share the feeling with you.

I Love Music

I must say that without music, my life wouldn't be as colorful as it is. And because I want to support local artists, however small, is by buying their music legally. That's when I turned to Omuniuum, a small independet shop for fun. I do try to visit it from time to time and buy CDs or shirts there. After some time,  I get to know the couple who own th joint. Very fun way to do things simultaneously: shopping, socialize, support local artists. Thank you, Omuniuum , may you keep business open for a very long time.

Urbanears. Black.

Details. Brand.

An Attempt To Disguise

Sometimes one can employ post-processing to disguise the inability to get good shot. Have a lot of decent photos but that's the issue: "decent". Bibie Julius, FDJ in the making. Zoom Palace, Alam Sutra, Tangerang But hey, one must try and explore cross-processing or editing, right? Even if it's free software provided by Google. Yes, I use Picasa for Windows to edit these photos.

Mengantisipasi Bandung Berisik

Sekarang sudah ada line-up artis yang akan mengisi acara keriaan huru-hara hura-hura di Bandung Berisik. Sungguh tak sabar menanti! Line Up Bandung Berisik Apakah kita akan bertemu di sana nanti?

Menyambut Keberisikan Bandung

Keberisikan Bahagia Sepertinya akan sangat menyenangkan bisa menikmati keberisikan di belakang kantor bulan April nanti. Yeah, anggap saja kalau aku masih di kantor yang sama. Mungkin hura-hura huru-hara yang mengasyikkan -- atau menyakitkan -- akan bisa mengobati kerinduanku akan masa lalu. Semoga saja aku masih akan di kota yang sama!

Bad Luck

Sometimes you can have a very bad luck, just because you're more into style than function. That's what happened to me when I decided to use a synthetic pouch to keep my iPod. What happened? The pouch's fabric was smooth it slipped from my grip and the iPod fell to the slot between elevator and floor... And slammed to the basement of my office, fifteen floors down. iPod, Busted! You can't see the extend of the damage but believe me, when your mood depend so much on the music you hear -- and bring along everywhere -- this misfortune broke your heart. It costed me USD 150 for a new one by trading this iPod at the authorized service center. Must wait the replacement shipped from Singapore. One month of misery. Hopefully I won't repeat the same mistake again.

Celebrating Diversity And Promoting Freedom Of Speech

Kira-kira itulah tema tadi di AtAmerika dengan menampilkan Tika and The Dissidents, Tembang Pribumi, comic  Liongky dan Pangeran. Juga memberikan panggung untuk aksi para Little Monsters  Indonesia. Dari judul acara saja seharusnya bisa ditebak bahwa yang kira rayakan adalah kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat -- selain merayakan keberagaman Indonesia. Seperti yang diucapkan tadi dalam acara, tidak boleh kita menghalangi orang lain berpendapat, meski bertentangan dengan pendapat kita. Tika juga sempat berterima kasih pada FPI karena jadi punya kesempatan bertemu dengan para Little Monster dari Indonesia. Menurutku, semoga di antara mereka ada yang datang langsung atau menonton live streaming dan sebelumnya tidak kenal dengan Tika. akan menjadi penggemar juga. Setidaknya ya berusaha mengenal lebih jauh.  Penampilan Tika tadi memuaskan. Tak sia-sia aku menggemari dia (mereka?) selama ini. Mengingat baru kali ini aku menonton penampilan dia (mereka?), aku harus ka...

Menonton Musik Hidup!

Akhirnya begitu ada kesempatan, aku mengajak Linda menonton pertunjukan musik hidup di sebuah pusat kebudayaan Amerika di dalam mal kelas atas di Jakarta. Band jazz yang tampil adalah Nuf Said dari daerah New York, Amerika Serikat. Nuf Said @atamerica

Revival 2011 Istora Senayan

Well , ini sebenarnya aktivitas akhir bulan lalu dan sekarang ini terasa sebagai update yang sangat tertinggal. Aku datang ke sebuah acara pensi di Istora Senayan Jakarta, berjudul Revival 2011, demi mengejar band idola: Seringai. Kebetulan masih sempat dapat menyaksikan Gugun Blues Shelter yang atraktif dan skill bagus sekali. Senangnya! Memang ada juga Tony Q tetapi entah kenapa ending- nya yang mendadak itu bikin drop penonton. Sebenarnya aku ingin lebih sering memotret tetapi apa boleh buat, kadang kita harus memilih antara menikmati langsung performance si artis atau menikmatinya secara terbatas dari viewfinder kamera. It's a tradeoff -- I hope a good one. Sayangnya kadang keputusan kita benar tapi bisa juga sering salah. Arian13 dari Seringai Gugun dari Gugun Blues Shelter Tony Q Setidaknya aku dapat menyaksikan Tony Q menyanyikan beberapa lagunya yang terkenal yang aku suka! Jadi ya menyenangkan juga biarpun, sekali lagi, drop karena mend...

Jakarta's Kickfest 2011

Yeah puaslah cuma bayar Rp. 15.000,- sudah dapat menonton Koil menyanyikan 10 lagu! Artinya itu cuma ceng go per lagu! Biarpun sepertinya penampilannya kurang maksimal ( sound system problem ?) tetapi memuaskan rindu apalagi sempat membawakan "Lagu Rindu" yang syahdu... Ah, mulai berlebihan deh ih.. Kita mulai saja foto-fotonya!

Yeah Di Kickfest 2011 Jakarta!

Tadi malam aku rela bersusah payah menuju Senayan (dari Serpong!) demi mendatangi Axis Kickfest hari pertama. Lokasinya di Parkir Barat Senayan. Lumayan sepi juga tadi sekitar setengah tujuh malam saat aku tiba. Mungkin karena hari pertama dan malam Sabtu pula. Anyway, kedatanganku tentu saja hanya demi untuk Koil! Jadi tunggu saja update berikutnya untuk foto-foto mereka. Sekarang sudah 1/2 dua pagi dan aku lelah menyetir membelah kemacetan dari Gelora Bung Karno sampai ke Jalan Raya Serpong. Super ngantuk dan batukku tak mau pergi.

Tak Mau Salah Sasaran Juga: Konser Tunggal KOIL

Ya Dewa Musik siapapun Kau dan di manapun Kau berada, aku ingin menonton: Seandainya memungkinkan -- apalagi karena aku sudah membayar lunas tiketnya -- biarlah godaan ini berhasil meraihku dalam genggamannya... Ya Dewa Musik, muluskanlah jalanku ke Bandung nanti untuk menonton band idola... Amen!

Sekilats Invos, Cuk!

Aku baru ingat setelah melihat posting -an blog -ku di sini, Ke PL Fair Lagi , kalau sebenarnya aku masih ada tulisan pribadi soal acara yang sama tetapi yang tahun 2008 atau 2009. Kenapa tidak aku cari dengan membongkar semua catatan dan terbitan blog -ku di tempat-tempat lainnya yang sudah lama tak ku- maintain  maupun ku- update  lagi ya? Artinya aku kumpulkan semua ke dalam satu tempat saja, yaitu di sini, agar bila ada pembaca yang nyasar di dalam jalinan world wide web  dan beruntung menemukan lamanku ini, bisa membaca kesanku tentang acara PL Fair sebelumnya dan melihat beberapa foto hasil jepretanku. Pertanyaan selanjutnya: mulai mencari dari mana ya?

Ini Semua Hanyalah Fashion

Yup, judul kali ini adalah kutipan darisebuah lagu dari sebuah band terkemuka sejagad raya: KOIL . Sepotong kalimat itu terlintas di kepala saat melihat pemuda ini di dalam bis memakai headphone besar yang tak jelas apa keunggulannya. Maksudku, dengan plastik sebanyak itu apakah memang nyaman digunakan di kepala dan kualitas reproduksi suaranya mengagumkan? Aku tak yakin. Kurasa headphone sejenis hanya seperti hiasan yang cocoknya menjadi penghangat telinga saja. Kualitas reproduksi suara, mungkin aku terlalu rewel. Kurasa aku saja yang ngotot meng- convert  koleksi CD pribadi untuk pemakaian sendiri ke dalam format MP3 dengan bitrate 132 kbps. Maksudku, aku memutarnya di laptop menggunakan earphone Panasonic kecil, bukankah bitrate yang lebih rendah (dan ukuran file yang lebih kecil) sudah memadai? Yeah, kurasa karena Ini Semua Hanyalah Fashion , ketika pemuda itu menerjemahkan fashion dengan menggunakan headphone besar, aku menerjemahkan "gaya" sebagai bitrate yang ...

Daft Punk di Tron: Legacy

Dari sekian banyak blog post di internet soal film Tron: Legacy dari Disney ini, pastilah juga ada banyak yang membahas tentang Daft Punk yang mengisi ilustrasi musiknya. Tak apalah aku menambahkan satu post lagi yang bersifat minat personalku tentang angle Daft Punk, Disney, dan film fiksi ilmiah tentang komputer. Pemilihan duo Daft Punk adalah pilihan yang tepat. Musik mereka elektronik. Style  mereka robotik. Film ini tentang komputik (yeah, aku tahu aku memaksa rimanya). Tetapi betapa menariknya mendengarkan satu album ilustrasi musik untuk film ini membuatku sangat bersemangat untuk menontonnya! Aku ingin tahu apakah Linda akan merasakan hal yang sama denganku? Mengingat sekian tahun yang lalu aku membaca cerita tentang film Tron di terbitan Intisari yang saat itu sangat captivate  imajinasiku! Bayangkan: sebuah dunia dalam komputer dimana program-program saling berinteraksi, lengkap dengan adegan balap dan duel cakram! Keren! Padahal aku hanya membaca tulisan tent...