Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label respect

Mengikuti Zaman: Menjadi Acuh Dengan Pekerjaan

Dengan mudahnya aku jatuh ke dalam godaan  untuk bersikap sama seperti mayoritas kolega di kantor: bersikap acuh dengan pekerjaan. Maksudnya, bila memang waktunya pulang, ya pulang. Terdengar bagus, memang. Tapi jam kerja selama delapan jam itu? Tidak dipenuhi. Misalkan begini, masuk kerja pukul 08:30 pagi. Istirahat siang 12:00-13:00. Pulang pukul 17:30. Yang terjadi adalah: Absensi sebelum 08:30 pagi. Tiba di meja, menyalakan komputer dan membuka program email. Lalu kunci layar dan turun ke warung di belakang atau di bawah selama antara 45 menit sampai satu jam. Pukul 11:30 sudah pergi istirahat dan makan siang, balik lagi ke kantor dan mulai bekerja sekitar 13:30. Pulang pukul 17:30. Itu pun selama jam kerja yang sudah terpotong-potong itu, diisi dengan ngobrol baik secara lagsung maupun lewat program chatting  di handphone. Atau seakan konsentrasi menatap layar komputer / laptop  tetapi sebenarnya sedang menonton video streaming dari detikcom (soalnya ...

11 PM On A Sunday Night Am Working

Saat semua orang bersiap tidur agar bisa bekerja di Senin pagi esok hari, di sini aku baru mulai membuka laptop untuk mencari bahan cara membuat sebuah resource plan sederhana untuk project yang seharusnya tidak rumit. Menurutku tidaklah rumit asalkan si project manager-nya bisa bekerja dengan baik, tidak malas, berkomitmen pada target dan bersedia memposisikan dirinya sesuai tanggung jawab peran yang dia emban. Begini. Aku tidak takut bekerja keras dan bila harus bekerja dengan jam lebih panjang dari orang-orang lain. Yang menjadi masalah secara personal adalah bila semua kerja keras itu mendapatkan apresiasi minimal. Jadi ada strategi personalku yang perlu diubahsuaikan untuk menghindari hasil akhir yang tidak kuinginkan. Lebih pintar dan lebih cerdas. Jam sebelas malam lebih dan sebentar lagi hari Senin. Aku baru membuka laptop. Sekarang ini berupaya menemukan bahan dan cara terbaik merancang sebuah resource plan dan menyelesaikannya dalam waktu satu jam saja.

Ingin Bisa Berpikir Kritis Tanpa Henti

Untuk mempercepat perubahan dan membuat diri lebih baik dari sebelumnya, salah satu yang perlu kupelajari adalah berpikir kritis. Untuk bisa berpikir kritis tanpa henti, aku perlu bisa konsentrasi. Konsentrasi yang lebih intens daripada yang pernah kulakukan selama ini. Untuk itu aku perlu belajar lebih bisa mengendalikan pikiran yang akhir-akhir ini sering sekali teralihkan dan bercabang ke mana-mana. Berpikir kritis tanpa henti untuk bisa maju. Memecahkan masalah. Menyeruak keluar dari kebuntuan dan problematika yang sedang menghadang. Misalnya saja untuk masalah pribadi berupa hubungan interpersonal yang sedang kujalani saat ini. Tidak mudah mempertemukan perbedaan antar dua pribadi. Bukan alasan untuk menyerah. Belajar berpikir kritis dan evaluasi setiap hari atas apa yang sudah dilakukan dan diputuskan seharian penuh itu perlu. Artinya tidak memforsir diri sampai melebihi batas lelah sampai tidak bisa berpikir jernih lagi. Mungkin solusi lain adalah dengan rutin me...

Perjalan Yang Panjang

Ada masa di mana aku menganggap kalau diriku adalah seorang petualang yang melakukan perjalanan untuk mencari jati diri. Aku pikir masa itu buku-buku yang kubaca sangat mempengaruhi bagaimana caraku memandang peran dan posisi diri di dunia ini. Setidaknya, apa yang aku mau dari diriku sendiri. Sekarang tidak lagi. Aku tahu saat ini peranku hampir tak terasa. Bukan rendah diri. Ini adalah reposisi terhadap kehidupan manusia di sekelilingku, baik yang aku berinteraksi secara langsung in real life , yang tak berinteraksi langsung kecuali lewat media, atau yang tak menyadari bahwa ada aku di dunia. Perjalanan yang panjang ini adalah milikku sendiri. Tak perlu dicarikan alasan. Tak butuhkan tujuan. Hidup untuk diri sendiri. Berjalan. Berhenti. Evaluasi. Lanjutkan perjalanan lagi. Begitu terus sampai tiba saatnya berhenti terakhir kali.

Live With Your Own Hands

You have hands, two of them. Why not create something that you can appreciate? You are able-bodied young man, why not build something tangible and would last? Why spend so many times in front of computer, doing things for big companies, making/processing/analyzing datas that in one or two months from now, no one will use anymore? Why spend minimum twelve hours in an office and most of the time you would come home with nothing to be proud of, nothing to be showed to? Where's dignity in that? Self-respect? Where's the satisfaction? I know this current project is not easy. It's complex and is high stake for a lot of people. And with that came the clases, issues, bickerings and stress. But you got to kjow your capacity, your depth of character, your ingenious way of solving problems, seeing opportunities, and act upon them. You push yourself hard to achieve any and all target that were set upon you on daily, weekly, monthly, basis. You take them all and work real hard bec...