Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kenyataan hidup

lalai dalam memberikan update

  rasanya tidak ada yang membaca tulisan di sini. metrik dari google analytic juga menyatakan hal yang sama. nobody read blogs anymore.  entah kenapa aku masih mengisi kabar baru sumpah serapah dan pikiran yang membuncah di sini. tidak ada yang datang karena sudah tak ada yang peduli tulisan seperti ini. sialnya, kemampuanku saat ini masih sebatas ini saja, keluh kesah semi-anonim di ruang maya tanpa ada yang mendengar (atau membacanya). sudah malam dan semua orang sepertinya memutuskan untuk tidur kecuali aku yang malah menyeduh air panas lalu membuat secangkir kopi. aku lalai dalam membuat update  mungkin karena dari dalam ada pikiran bahwa yang kubuat ini hampir pasti sia-sia. aku menulis agar ada orang lain yeng membaca tetapi ternyata kenyataan menunjukkan bahwa kumpulan huruf seperti ini sudah tak lagi menarik. apa mau kita sudahi saja blog ini?

kestabilan dan/atau jaring pengaman

malam ini kembali membuka laptop dalam rangka menyelsaikan misi pribadi yaitu belajar X atau Y agar aku mendapatkan kemampuan dan keterampilan baru sebagai plan B ketika tempatku bekerja saat ini sudah tak lagi sesuai dengan keinginan dan aspirasiku. memang sudah seharusnya aku mengamalkan pemahaman atas realita: tidak bisa mengharapkan kestabilan dari suatu korporasi dan keamanan untuk meniti jenjang karier. kalaupun terjadi perubahan internal -- suatu keniscayaan -- dan kurasakan sudah perlu menyelamatkan diri sendiri, setidaknya aku ada keyakinan bahwa kemampuanku terjaga agar selalu up to date dengan kebutuhan dunia kerja saat itu. jadi, ketika berhadapan lagi dengan kompetisi teranyar, aku tak gagap atau minder, menyerah dan tak mau mencoba sama sekali karena merasa pasti kalah. jujur, aku tak ingin terjadi hal seperti itu kepadaku. aku harus bisa bertarung dengan kompetitor lainnya, mereka yang sama-sama mencari kerja sepertiku.

memulai rutinitas lagi

sekarang hari senin pagi dan sekitar rumah suasananya masih tenang. aku terbangun karena dalam beberapa hari terakhir memang jam seginilah aku bangun. tidak lagi bisa tidur karena tentu saja kebiasaanku memikirkan terjadinya hal-hal buruk, menyusahkan, merugikan, yang semuanya masih sangat jauh ke depan atau kecil kemungkinannya terjadi. aku sering merasa aneh: perasaanku ada di kutub "kuatir" dan kutub "marah". seperti dalam spektrum emosi yang  tidak ada kedamaian sama sekali. rutinitasku adalah seperti itu dan "itu" tidaklah baik bagiku. seharusnya dalam kondisi perubahan seperti ini aku melakukan adaptasi dan menjadi pribadi yang lebih baik daripada diriku sebelumnya. aku punya tanggung jawab baru dan aku harus bisa mengurangi rutinitas lama model 2019 dan transformasi secara gradual -- aku tak bisa kalau harus ekstrim berubah dalam waktu singkat -- menjadi lebih baik. rutinitas pagi hari yang ini sebagai model baru dan aku menulis karena setel...

Mengatur Prioritas Hidup (Part 1)

Sore ini melihat teman-teman kantor pulang lebih awal karena hendak pergi ke Gelora Bung Karno dan menonton pertandingan timnas PSSI di Piala AFC, aku  jadi teringat pembicaraan kemarin. Saat aku dalam meeting mengatakan hendak bisa pulang tepat pada saat akhir jam kerja yaitu 17:30 WIB. Dalam meeting itu VP-ku berkata hal itu tidak mungkin. Pekerjaan masih ada dan masih banyak. Hari ini pukul 5 sore, teman-temanku sudah menghilang dari tempat duduk masing-masing untuk berburu kesenangan. Aku tidak keberatan mereka pergi lebih dulu. Menyenangkan sekali bisa menikmati kegembiraan massal bersama orang-orang yang punya minat sama. Bersorak, jingkrak, dan bernyanyi. Aku punya minat berbeda, minoritas dalam hobi dan minat. Jadi seperti tidak ada teman atau dukungan untuk prioritas yang kupunya. Aku tak mungkin hanya terus bekerja dan bekerja demi perusahaan, pagi sampai malam hari, setiap hari. Kapan aku akan melakukan pengembangan diri? Itu adalah salah satu hal yang mengganggu b...

4 a.m. and Awake

It's 4 a.m. and I'm already wake up. A lot of things need to be done, everything is important, and my mind keep working at this one problem before it jumped to another one. From personal life to professional life then back to personal again. I need to tackle one by one, prioritize, and keep on working to solve everything. Too much, already, and my mind is actually tired.

Optimization, Already Tried Or Not?

Note: This post was firs drafted on December 23, 2013. Yes, almost 5 years ago. That's how long my ideas hibernate - or wither and died. **inaudible sigh** Optimization That's the word I'm looking for in adapting my schedule to an idea of living a healthier life. Being a corporate minion for almost a decade now, the change in physical appearance is getting more disturbing. I gained weight. Around the belly. Getting the button and zipper on my pants done became harder and harder. I ate a lot of carbs and fat and almost no exercise, I tire easily. Trial So what I did? I reduce my rice intake. If I ever go to any luncheon where I can scoop my own share of rice, I won't take any. Avoid rice. Add more vegetables and protein sources instead. No more deep fried snacks like everybody else in the office. Leave room if necessary, as long as I can avoid the temptation. Hard, really, but achieveable with some minor tension inside me. Yes, you can't kick th...

Mengubah Idealisme, Kenapa Tidak?

Mungkin hidupku akan lebih mudah bila idealismeku adalah sebanyak-banyaknya uang. Itulah yang kukatakan pada diriku pagi ini, di depan cermin, saat bersiap untuk berangkat kerja seperti biasa. Ya, aku hanyalah seorang kuli korporat yang hidup from paycheck to paycheck.  Tidak bisa dibanggakan, tidak berlebihan, tidak juga melarat. Setidaknya itulah yang kupikirkan sambil duduk di sebuah coffee shop  jaringan yang cukup luas tersebar di seluruh Indonesia.