Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label personal study

Memilih Reksadana Pasar Uang

  Jadi, aku pikir sudah saatnya aku mencoba Reksadana Pasar Uang yang kuharap dapat memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan mencoba-coba trading  saham yang sudah rutin lebih sering boncos  daripada menambah pundi-pundi. Tidak menyenangkan dan tidak menarik sama sekali bila rutin kehilangan uang karena salah pilih. Kesulitannya adalah aku tidak tahu mana yang paling baik imbal hasilnya dari sebegitu banyak pilihan yang tersedia untuk diinvestasikan. Kata orang, menabung dulu saja sambil belajar. Kataku, aku tak mau buang-buang waktu hanya belajar teori saja. Akibatnya jelas, aku kehilangan dan kehilangan uang lagi kalau salah penempatan dan salah mengambil posisi. Ini seperti percobaan personal finance  yang absurd dan gegabah dan bodoh. But that's me.

memutar uang tanpa ada dasar keilmuan

kondisi memaksaku untuk berjudi karena aku memutuskan memutar uang tanpa ada dasar keilmuan yang cukup. belajar sambil praktek namun tetap menungukur kemampuan. semuanya karena aku tak bisa membaca tanda dan membuat prediksi. untuk membuat rencana saja aku belum mampu. kalau kata orang bijak yang sudah pengalaman, hanya menunggu waktu bagi orang sepertiku untuk akhirnya kehilangan semuanya. tentu aku tak ingin mengalami kesialan kehilangan banyak maka aku mencoba apa yang aku bisa: mencatat pergerakan dan perpindahan dalam jangka waktu tertenu lalu melakukan evaluasi. sepertinya mudah dan sederhana, cuma mencatat saja. yang sulit itu mengambil kesimpulan tepat dari data yang ada.

#dirumahaja Bersamamu

Kenapa tidak bertanya apa yang terjadi pada kita sehingga saat mematuhi himbauan pemerintah untuk #dirumahaja, kita tak bisa terus-menerus akur? Aku merasa bersalah tidak melakukan satu hal atau malah berbuat sesuatu yang mengganggu atau mengusik perasaanmu yang halus. Mempertimbangkan kondisi mental saat melakukan social and physical distancing selama beberapa minggu, wajar kalau terjadi gesekan antar personal karena tak mungkin ada pasangan dan keluarga yang 100% kompatibel tanpa perbedaan yang bisa terpicu saat kondisi tidak normal. Bayangkan selama 24 jam terus-menerus berada di bawah satu atap yang sama tanpa variasi suasana dan orang. Seasyik atau serunya hubungan, selancar apapun komunikasi, dalam jangka panjang, perbedaan kecil yang terungkit melulu akan memicu perselisihan. Tentu saja ini hanya teori sok tahu dariku saja. Aku  sendiri memang mengalami hal mirip tapi tak berarti apa yang kukatakan ini pasti benar. Sepertinya sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental itu j...

I Need To Revamp My Ability For Reading Comprehension

I am in a really bad mood because I just spend an hour reading technical documentation on how to do a few things that I need in order to finish my work, but then I forgot everything, almost in an instant. I spent a lot of time read and reread some paragraphs just to get confused again. Not easy to get myself out of the hole I am digging for myself. This is urgent because this is how I can get myself finish task faster. I need this ability / new set of skill. I am frustrated.

Perbedaan Antara Dua Orang Yang Tinggal Di Bawah Atap Yang Sama

Ternyata tidak mudah untuk tinggal di bawah atap yang sama namun selalu akur. Satu visi dan misi. Menemukan titik temu dan kesepakatan dalam banyak hal. Atau dalam semua hal. Itulah yang kupelajari dalam waktu beberapa minggu ini. Gesekan-gesekan kecil, dalam beberapa hari sekali, bakal terjadi. Egoku yang masih terlalu besar membuatku tak bisa menerima bahwa pendapat personaliti bisa diterima. Bodoh sekali ya? Bagaimana mungkin aku bisa selalu benar? Tapi aku tak mau menerima kenyataan kalau aku dibilang tidak tepat dalam berbuat dan bertindak. Apalagi kalau dibilang kesimpulan yang kuambil itu salah. Sungguh tinggal bersama di bawah atap yang sama punya tantangan tersendiri. Mari belajar menemukan titik keseimbangan dan memperbaiki diri sendiri.

Cerita Belajar Spesifikasi dan Upgrade Laptop

Makin kupelajari ini dan itu setiap hari makin merasa bodohnya diriku yang tidak tahu apa-apa. Misalnya soal kepemilikan laptop Lenovo yang kurasa makin menyulitkan untuk digunakan secara optimal tetapi tidak tahu cara terbaik untuk menyesuaikannya. Aku menggunakan low level laptop  dalam kehidupan sehari-hari di kantor maupun pribadi. Yang agak mendingan  (pada zamannya) adalah sebuah tablet Samsung yang cukup ringkas tetapi tidak bisa menggantikan kebiasaan menulis blog di komputer. Seperti yang ini. Memang aku yang terlalu memaksa, menggunakan sebuah  low level laptop  untuk mengedit video dan foto. Ampun betapa tersiksanya saat sistem harus membaca dan mengolah file yang dimaksud agar sesuai maksudku. Lalu saat melihat hasilnya belum memuaskan, tweaking  lagi dan lagi. Sampai tahu-tahu adzan subuh berkumandang. Sekedar sharing saja bahwa aku menggunakan Beema dan ternyata dokumen petunjuk dari website resmi Lenovo tertanggal 07-Juli-2015! Sekarang tahu...