Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label challenge

Optimization, Already Tried Or Not?

Note: This post was firs drafted on December 23, 2013. Yes, almost 5 years ago. That's how long my ideas hibernate - or wither and died. **inaudible sigh** Optimization That's the word I'm looking for in adapting my schedule to an idea of living a healthier life. Being a corporate minion for almost a decade now, the change in physical appearance is getting more disturbing. I gained weight. Around the belly. Getting the button and zipper on my pants done became harder and harder. I ate a lot of carbs and fat and almost no exercise, I tire easily. Trial So what I did? I reduce my rice intake. If I ever go to any luncheon where I can scoop my own share of rice, I won't take any. Avoid rice. Add more vegetables and protein sources instead. No more deep fried snacks like everybody else in the office. Leave room if necessary, as long as I can avoid the temptation. Hard, really, but achieveable with some minor tension inside me. Yes, you can't kick th...

Sekilas Pembicaraan Ringan

Jadi sore itu aku dan dia sedang menunggu tamu yang seharusnya tiba sekitar setengah enam sore. Entah kenapa pembicaraan kami mengarah ke aktivitas berbelanja di online shop , sebuah kegiatan yang makin banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kami membahas beberapa marketplace yang aplikasinya tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh ke ponsel pintar berbasis Android yang kami pakai. Ini seperti membahas cabang dari tulisanku yang pernah kutampilkan di sini . Dalam berbelanja yang mana penjual dan pembeli tidak saling bertemu dan bertatap muka, di sebuah pasar virtual  yang terbangun dalam aplikasi ponsel pintar, yang bisa jadi baik penjual dan pembeli sama-sama tidak kenal reputasi pihak yang dihadapi, aturan dan sistem yang diterapkan si marketplace  menjadi sangat penting. Pembahasan kami lebih kepada bahwa ada marketplace  yang karena begitu banyaknya penjual di tempatnya, apa saja barang-barang yang dijual tak lagi diregulasi. Alasannya simpel, penjual t...

Focus On What's More Important: My Life and My Surroundings

Let's just say that I suffered from a form of modern day ailment: Social Media Fatigue. I spent so much time checking and share update on many social medias that I subscribe to, I have almost no time or energy for anything else. I barely keep up with this blog or any other blog that I have, no new Flickr update, Tumblr post down to almost none, and such. Even my tweets are no longer funny, smart, or entertaining. I even lose my ability to laugh at myself, all I want to do is "outshare" everybody else on such and such social media accounts. And one most time, energy, and mind consuming social media of all? Path.

Maju! Jalan Terus! (Oh Ya?)

Dalam menjalani hidup, ya harus maju ke depan. Masa berjalan mundur ke belakang? Jangan jadi orang bodoh yang tak mau berpikir dengan jernih. Saat ini ada tantangan baru. Kenapa tidak dicoba menjalani dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya yang menjadi masalah adalah ketidakpastian yang membentang bagai tirai gelap yang menutupi sekelilingku, hanya menyisakan ruang sempit di sekitar. Lebih dari itu, segalanya tidak jelas. Dulu aku pikir hal seperti ini tidak akan terjadi padaku. Sekarang ternyata ide atau tema seperti ini terasa sangat mengganggu dan membebani pikiran, membuat gelisah, dan tak berdaya. Kenapa harus menjalani sesuatu dengan sebaik-baiknya, berusaha memandang dari sisi positif, bila pada dasarnya sistem yang berjalan hanya punya satu parameter: mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup diri sendiri . Apa mau jadi seperti peribahasa: "Habis manis, sepah dibuang."?