Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label macet

Mengingat Jalan Raya Serpong

Ada banyak hal yang bisa kuingat dari Jalan Raya Serpong kalau nantinya aku jadi meninggalkan tempat ini. Bukan berarti aku akan merindukannya. Bisa jadi aku cuma akan mengingat beberapa hal saja sehingga perlu menuliskan beberapa hal di sini. Iklan Pilkada Ratu Atut-Rano Karno Ter- stretch  Mungkin pilkada gubernur dan wakil gubernur Propinsi Banten pada tahun 2011 ini adalah satu-satunya pilkada gubernur setempat yang aku ada di sana ketika berlangsung. Sebenarnya melihat dari jumlah spanduk, iklan billboard, stiker gratis, pamflet dan hal lainnya, bisa ditebak kalau pasangan inilah yang menjadi berbahagia sebagai pasangan yang menang! Memang sepertinya Ratu Atut masih belum ada lawan. Tidak tahu apakah Rano Karno akan berfungsi secara optimal dan efektif. Sepertinya itu adalah soal lain.

Pembuka Jalan Pun Sengsara

Kemacetan di jalanan ibukota ini memang semakin absurd. Aku tak tahu kenapa bisa sepertinya tak ada antisipasi atau upaya pemecahan masalah yang komprehensif dari pemerintah kita yang "tercinta" ini. Sungguh mengesalkan ketika hidup kita tersia-siakan di jalan raya, keinginan produktif dan bekerja yang efisien tinggal angan-angan belaka. Kenapa aku bisa berpendapat seperti itu? Lihat saja keadaan jalanan ibukota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia maka kau akan mengerti. Voorrijder Pening Di Tengah Kemacetan Jalur Cepat Jalan Sudirman Pada suatu siang waktu aku terjebak kemacetan imbas simpul yang tak terurai karena volume kendaraan lewat yang sangat besar, di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Aku dengar sirene dari belakang dan ketika kulihat di rearview mirror ternyata ada rombongan menteri (?) yaitu sedan bernomor RI XX yang dikawal oleh patroli kendaraan bermotor.

Pindah Kos Baru

Sejak bulan Agustus ini memang aku sudah pindah ke kos baru di daerah Pondok Jagung. Kamarnya jauh lebih kecil dari kos yang lama dan lebih jauh pula ke kantor. Tetapi ada keunggulan utamanya yaitu aku tak perlu kuatir soal bocor atau rembesan air dari lantai dan dinding saat turun hujan. Memang baru sekali turun hujan sejak pindah ke kos ini tapi sepertinya tidak ada bekas kebocoran yang mengkuatirkan! Waktu tidur juga lebih tenang karena tak kuatir kalau hujan maka aku harus bangun dan membereskan barang-barang agar tidak basah kena air yang menggenang di dalam kamar.

Tindakan Berbahaya, Lapor Ke Mana?

Sebenarnya aku sedang menunggu teman kantor di Bengawan Solo Coffee SPBU MT Haryono, Jakarta, waktu aku teringat sesuatu yang sangat mengagumkan kesembronoannya. Kejadiannya beberapa minggu yang lalu ketika aku menuju cafe yang sama di tengah hujan gerimis melihat sebuah mobil di depan SPBU yang sama bergerak melawan arus. Aku tahu bahwa kondisi jalan raya Jakarta yang macet dan membuat kita boros dalam segala hal sekalian mengurangi produktivitas. Aku bisa paham bila seorang pengemudi yang baru saja terlewat gedung yang dituju akan berpikir panjang untuk memutar balik kendaraannya sesuai peraturan lalu lintas karena jarak yang pendek bisa ditempuh dalam waktu yang sangat lama. Aku hanya sulit memahami kebodohan dan kesembronoan pengemudi mobil yang melawan arus di jalan raya yang ramai hanya karena tidak mau berputar balik! Apakah dia tak tahu bahwa di belakang gedung-gedung ini ada jalan paralel yang bisa digunakan untuk berputar arah tanpa harus ke arah Cawang lagi? Bayangkan kalau ...

Di Jalan Raya Serpong, Saluran Got Tak Berfungsi

Di Jalan Raya Serpong yang sekarang sepertinya dimanfaatkan oleh para penglaju dari Jalan Tol Jakarta-Merak yang hendak ke Tol Jakarta-Cikampek tanpa melewati Jalan Tol Dalam Kota, keadaan menjadi bertambah tidak menyenangkan untuk dilewati. Setiap orang yang tinggal di ruas jalan ini mungkin akan sependapat denganku. Keberadaan mobil-mobil yang melintas membuat jalan semakin ramai dan semakin sulit menyeberang. Untung ada pembangunan jembatan penyeberangan. Tetapi tak terlalu banyak membantu karena tentu saja jarak antar tiap jembatan terlalu jauh bagi penduduk yang sudah terbiasa mempertaruhkan keselamatan diri dengan menyeberang langsung di antara kendaraan-kendaraan yang melaju kencang. Keadaan yang sudah buruk ini makin diperburuk dengan tidak berfungsinya saluran drainase. Seandainya saja berfungsi dengan baik, rasanya tak akan membuat keadaan separah seperti ini. Hujan deras sebentar saja langsung air meluap menggenangi jalan raya sehingga pengemudi kendaraan pada menghindari ...

Merasa Yang Paling Benar

Mungkin pemiliknya merasa sebagai yang palin B-3-NAR di jalanan ibukota Jakarta? Innova B 3 NAR Kuharap tidak!

Jangan Sampai Nyasar Di Serpong

Kalau tidak penting banget, jangan sampai nyasar di jalan di Serpong. Termasuk juga di Jalan Raya Serpong. Kenapa bisa begitu? Sebenarnya tergantung pada jam berapa dirimu nyasar di Serpong. Misalnya kalau pagi hari, dari arah BSD menuju Tangerang, terutama sekitar putaran Alam Sutera, macetnya luar biasa! Sekitar Pukul 08:30 WIB Pada Hari Kerja Tetapi bisa dilihat bahwa pada arah ke BSD, jalanan relatif lengang. Berarti saat hari kerja, paling baik adalah dari arah Alam Sutera menuju Bumi Serpong Damai. Kalau nyasar pada waktu ini, tidak terlalu melelahkan saat mengemudi. Kan lebih lancar! Tetapi tentu saja yang terjadi selanjutnya adalah kebalikannya! Pada sore atau malam harinya, apalagi pada saat weekend  seperti saat aku menuliskan posting -an yang ini, kepadatan pada arah sebaliknyalah yang terjadi. Sekitar Pukul 20:00 WIB Hari Kerja Bahkan kepadatan ini bisa sampai menjadi macet yang membuat perasaan tertekan saat mengemudi. Itulah sebabnya bila masih di kantor...