Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hobby

Membaca Buku Di Malam Hari

  Tidak semua orang bisa punya waktu luang sebanyak yang dimiliki segelintir orang lainnya. Kadang aku memang merasakan iri melihat orang yang bisa duduk-duduk saja karena menganggur. Kenapa merasa seperti itu? Karena aku punya banyak sekali buku yang belum dibaca, dan beberapa buku yang ingin kubaca ulang. Tapi tentu saja tidak ada waktu luang yang dibutuhkan untuk melakukannya. Kondisi terburuk adalah aku sampai pada tahap di mana sudah tak bisa membaca lagi. Mungkin karena rabun dekat yang parah. Mungkin sakit yang membuatku membutuhkan asisten untuk melakukan apapun. Atau mungkin aku meninggal dunia. Bila itu terjadi, apakah semua buku bertumpuk di rak dan lemari itu akan terpaksa dilepas -- dijual murah atau dikilokan -- karena tidak ada ruang simpan atau merepotkan atau tidak ada yang merasakan manfaatnya. Itulah, sebenarnya keraguanku. Aku berada di dalam lingkungan yang mana membaca buku itu adalah aktivitas yang tidak umum dan jarang pelakunya. Sedih juga mengalami keadaan...

Banyak Buku Menunggu Giliran

Banayk sekali buku di dalam kamar ini, yang belum dibaca (masih dalam plastik pembungkus seperti ketika dibeli di toko), separuh dibaca, atau sudah selesai dibaca. Ada fiksi seperti Girl in the Spider's Web -nya David Lagercrantz, Sihir Perempuan -nya Intan Paramaditha, dan 1Q84 -nya Harumi Murakami. Ad a non-fiksi seperti Sapiens dan Homo Deus-nya Yuval Noah Harari, The Intelligent Investor -nya Benjamin Graham, dan The Art of Thinking Clearly -nya Rolf Dobelli. Ada buku lainnya yang tak kutuliskan atau kufoto karena bertumpuk di sana-sini tidak jelas. Mengumpulkan debu atau menyerap kelembaban kamar. Bikin pusing kalau mengingat kondisinya. Sama seperti di kamar lainnya di kota yang satu lagi, berpeti-peti, tersimpan tak terkena cahaya. Bisa membuat stres kalau mengingat berapa banyak uang yang kukeluarkan untuk membeli semuanya. Pantas aku jadi bersahabat dengan mie instan, beberapa bulan terakhir ini. Kebiasaan berbelanja buku tapi tak bisa meluangkan waktu untuk membacan...

Berhati-Hati Dalam Berbelanja

Seperti halnya berbelanja dimanapun juga, saat berbelanja di toko yang ada di Bandung Electronic Center juga harus tetap berhati-hati. Mungkin saja dirimu akan bertemu tenaga penjual yang entah disengaja atau tidak, melakukan kesalahan dalam menginformasikan produk yang ditanyakan oleh calon pembeli seperti saya. Waktu itu komputer yang saya gunakan mengalami masalah pada unit harddisk -nya dan atas saran tenaga IT yang saya konsultasikan, untuk menghilangkan masalah yang saya alami adalah dengan mengganti harddisk yang ada dengan harddisk yang baru. Ini karena harddisk yang bawaan komputer mengalami masalah bad sector . Jadi ceritanya saya pergi ke Bandung Electronic Center untuk mencari harddisk  pengganti. Untuk panduan harga, tentu saja saya browsing  harga jual produk sejenis di toko daring. Dari upaya menjelajah toko daring ini saya menemukan informasi bahwa harddisk  SATA ukuran 1TB berharga X juta sedangkan untuk harga yang sama, harddisk  SSD hanya bis...

I Want A Pet! But Can't...

Dorm Mate's Puppy Being in this line of work, I cannot get what I want, that is, to own a puppy. Or any pet at all. You know, being working long hours and the probability of have to relocate on a moment's notice. So I do what I can do, which is to play with someone's puppy. At least that lessen my need to some degree.

Same Hobby? Might Be Able To Collaborate!

So I found out that this guy, Rifky, actually have the same hobby but different interest. Rifki It's okay, I think. I just adapt and accomodate his interest. He want street photography. I want stage photography. Maybe next time we can go hunting stage photos together but right now, street is okay. We went to Pasar Simpang Dago on a Saturday morning.

Urbanears. Black.

Details. Brand.

Kenapa Tidak Kutunjukkan Saja?

Aku jadi heran dengan apa yang aku lakukan dengan seakan-akan menyembunyikan hobiku selama ini. Sejak bergabung dengan company yang sekarang, aku seperti orang yang tak punya aktivitas lainnya di luar kantor. Aku bertingkah laku bagaikan orang g tak punya hal menarik dalam kehidupan pribadi yang bisa kuceritakan atau kubagi. Memang tentu saja aku tak berminat berbagi kehidupan pribadiku dengan semua orang. Itu bodoh. Tapi seharusnya ada hal yang menarik yang lebih baik didiskusikan dibanding dengan membicarakan orang lain atau bahwa orang begitu kerja seharusnya langsung menikah dan punya anak. Sebaiknya arah tulisan yang ini kuhentikan karena sepantasnya punya judul sendiri.

Keluar Dan Buatlah Kisahmu Sendiri

Daripada hidup mengikuti rencana dan skenario orang lain, kenapa tidak pergi keluar sana, jalani hidup dengan tangan terbuka yang siap menampung apapun yang terjadi, dan buat kisahmu sendiri? Aku hidup pertama-tama untuk diri sendiri. Lalu aku hidup untuk orang-orang terdekatku. Itulah urutannya. Dan karena aku butuh orang-orang terdekat untuk bisa tetap menjalani hidup, aku akan menggabungkan hidup kami menjadi kesatuan prioritas dengan variasi dan kombinasi yang berubah sesuai dengan berjalannya waktu.  Formulasi di atas rasanya masih belum tepat secara matematis tapi mungkin dengan pencarian lebih lanjut aku akan berhasil merumuskan ulang secara dengan sederhana dan elegan. Sesuatu yang akan membuatku tersenyum bersama mereka, nanti. Biarkan aku pergi mencari dan mungkinkan aku menuliskan kisahku -- biarpun pembacanya hanyalah aku sendiri.

Mengantisipasi Bandung Berisik

Sekarang sudah ada line-up artis yang akan mengisi acara keriaan huru-hara hura-hura di Bandung Berisik. Sungguh tak sabar menanti! Line Up Bandung Berisik Apakah kita akan bertemu di sana nanti?

Nyasar Sampai ke Bandung Indah Plaza

Namanya juga hari Minggu, dimana seharusnya kita memanfaatkan waktu untuk beristirahat, tetapi niat (mulia) awalku adalah memperbaiki database pekerjaan yang seharusnya sudah selesai kulakukan sejak dua minggu yang lalu. Kalau kalian tahu seperti apa database-nya, mungkin kalian pun akan menunda pekerjaan itu seperti aku. Malah aku habiskan hari Minggu ini dengan tadi pagi membaca buku, lanjutkan makan siang selama dua jam lebih, dan kemudian sekarang malah jalan kaki sampai akhirnya mampir ke Bandung Indah Plaza dan minum kopi. Lalu iseng memfoto dan kemudian menulis blog (tentu saja update yang ini). Lalu ada sesi browsing- browsing yang tidak terlalu penting. Thinkpad X220, A Cup Of Americano, Shades. Seharusnya semuanya kalah penting dibandingkan dengan perbaikan database ini! Aku butuh database yang benar dan tepat, akurat dan update, karena dari situlah aku mendapatkan penghasilanku sebagai seorang kuli korporasi besar. Kadang aku suka mengacaukan prioritas. Bagaimana ...

Jakarta Sepi Tahun Ini

Sekali lagi dapat ajakan "Jakarta Sepi" versi kami sendiri, tidak bergabung dengan komunitas fotografi yang mungkin saja "punya" merk JAKARTA SEPI. Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan karena berbagi hasil kegiatan foto lebih menarik daripada perdebatan tentang siapa yang punya merk. Jadinya kami bersekian orang ( No, I don't keep count ) bergembira bersama dan tidak boleh tidak, harus ada foto narsis bersama-sama. Amatir dan Profesional Bergabung Tanpa Membeda-bedakan  Latar Belakang Mungkin ada yang kalian kenal dari wajah-wajah di atas. Pokoknya kami bersuka ria, bersenang-senang, dan aku tentu saja belajar lagi. Seperti diingatkan bahwa masih banyak hal yang harus aku pelajari dalam fotografi, sebuah hobi yang sudah membawaku ke banyak tempat.

Saturday Me Time

At Anomali Coffee, Setiabudi One Building. Enoying the "kopi asli indonesia". We. Are. Now.®

Menyenangkan Bersamamu...

Hari ini tentu saja kulewatkan bersama si cantik Linda! Selain janji bertemu di sebuah mal di selatan Jakarta, tujuan utamanya adalah menonton film karya sutradara Rusia-Ukraina (?) yang entah bagaimana, Linda bisa tertarik menontonnya. Anyway, sebagai hiburan semata, kurasa "Abraham Lincoln Vampire Hunter" tidak buruk. Meskipun berbeda dengan bukunya, yang sudah lebih dulu kubaca, tapi perbedaan klimaks dan ending cerita memang perlu. Lagipula screenplay-nya dibuat oleh si pengarang bukunya. Jadi aku tak punya alasan untuk protes. Yang penting, Linda terhibur. Dia tersenyum dan tertawa maupun merasa tegang selama pemutaran film. Untukku, itu saja sudah cukup. Dia terlihat cantik dalam dandanan dan pakaian yang sederhana. Aku suka. Sayang sekali hari ini tidak bisa memeluknya. Terlalu banyak orang di mal dan dia seperti lebih suka pegangan tangan saja. Yeah, setidaknya aku bisa membuatnya tertawa. Aku senang!

Menonton Musik Hidup!

Akhirnya begitu ada kesempatan, aku mengajak Linda menonton pertunjukan musik hidup di sebuah pusat kebudayaan Amerika di dalam mal kelas atas di Jakarta. Band jazz yang tampil adalah Nuf Said dari daerah New York, Amerika Serikat. Nuf Said @atamerica

The 2nd "Drive Books Not Cars" Charity Event

Aku pernah menuliskan tentang kegiatan amal Drive Books Not Cars di sini . Aku suka mendukung acara amal sebagai bentuk (minimum) kontribusiku kepada sesama. Jadilah pada Minggu pagi yang sebenarnya sangat menyenangkan untuk beristirahat, aku bangun pagi(!) kemudian buru-buru ke eX di Jl. MH Thamrin untuk berburu buku! Books Enthusiasts!  Waktu aku datang, lapak belum lama digelar dan sudah mulai banyak pengunjung yang sepertinya spesifik datang untuk berburu buku. Yah karena berbarengan dengan salah satu Car Free Day di Jakarta, memang banyak juga orang yang mampir di tengah-tengah kegiatan olahraga di Jl. MH Thamrin-Jl. Jend. Sudirman. Picking The Most Interesting Books!

Darling, I Want To

Kopi Tubruk Kesukaan di Anomali Coffee, Jakarta I Must Confess I Am Overjoyed.

The Dispiriting Mood

After a very long interval, I finally went to Kota Tua again. Not really have special purpose, just because I want to, meting with some friends. Found something interesting so I decided to take photos to record them. Here is one that I found interesting. Old Bicycle In A Corner Of Old Town Other than that I just see and watch and observe. Can't say anything about other activity because it was confidential.