Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hujan

Mengubah Idealisme, Kenapa Tidak?

Mungkin hidupku akan lebih mudah bila idealismeku adalah sebanyak-banyaknya uang. Itulah yang kukatakan pada diriku pagi ini, di depan cermin, saat bersiap untuk berangkat kerja seperti biasa. Ya, aku hanyalah seorang kuli korporat yang hidup from paycheck to paycheck.  Tidak bisa dibanggakan, tidak berlebihan, tidak juga melarat. Setidaknya itulah yang kupikirkan sambil duduk di sebuah coffee shop  jaringan yang cukup luas tersebar di seluruh Indonesia.

Menjaga Perasaan

Ada hal yang tak bisa diungkapkan dengan jujur, terbuka, dan langsung karena "keharusan" untuk menjaga perasaan . Tidak mudah memang. Makin lama makin menggerogoti perasaan diri sendiri yang terbiasa untuk jujur. Menghendaki segalanya berjalan baik namum ada ketidakcocokan yang perlu diselaraskan. Mendiamkan itu semua membuat keadaan tidak stabil, tidak juga menjadi lebih baik. Keinginan yang ada yang harus diredam. Sesuaikan kemauan dengan kemampuan.

Hidup Yang Seharusnya

Seperti semua orang lainnya di muka bumi ini, orang yang normal,  sehat jasmani dan rohani, tentu ingin hidup seperti yang seharusnya mereka jalani. Hidup yang seperti idealnya mereka. Cukup atau berlebih, sejahtera atau kaya raya, banyak teman atau dibiarkan sendirian, entah apapun itu, pastilah keinginan itu ada. Tentu tak ada yang salah dengan keinginan itu karena seharusnya hidup itu ada "alur"-nya, ada "pakem"-nya, ada "aturan"-nya. Seharusnya hidup itu ya seperti itu. Maksudku, kalau tidak diatur orang lain, ya hidupmu itu mestinya diatur oleh dirimu sendiri, agar hidup itu punya arti, makna, manfaat, dan tidak menghabiskan sumber daya di bumi ini sia-sia. Bayangkan saja kalau ada satu milyar manusia yang menjalani hidup dengan prinsip mengalir begitu saja -- yang ternyata, sialnya -- dan ketika tiba di muara (ini kan perumpaan yang menyamakan dengan air sungai bermuara ke laut, bedanya muara kehidupan ini sepertinya lebih pas diartikan se...

Pindah Kos Baru

Sejak bulan Agustus ini memang aku sudah pindah ke kos baru di daerah Pondok Jagung. Kamarnya jauh lebih kecil dari kos yang lama dan lebih jauh pula ke kantor. Tetapi ada keunggulan utamanya yaitu aku tak perlu kuatir soal bocor atau rembesan air dari lantai dan dinding saat turun hujan. Memang baru sekali turun hujan sejak pindah ke kos ini tapi sepertinya tidak ada bekas kebocoran yang mengkuatirkan! Waktu tidur juga lebih tenang karena tak kuatir kalau hujan maka aku harus bangun dan membereskan barang-barang agar tidak basah kena air yang menggenang di dalam kamar.

Akhirnya Turun Hujan!

Setelah beberapa lama kekeringan, akhirnya turun juga hujan di Serpong! Suhu udara yang tadinya panas selama berminggu-minggu kali ini terasa sejuk dan lebih bersahabat. Hujan yang turun memang cuma sebentar dan tak tahu apakah ini hanya semacam fluke dari panas yang mendera. Tapi sebagai variasi terasa sebagai berkah dari langit. Seperti yang kubilang sebelumnya, aku tak tahu apakah hujan ini akan diikuti oleh sesi hujan lagi di beberapa hari ke depan. Tetapi apapun yang diberi Tuhan, sebisa mungkin kita syukuri dengan sungguh-sungguh, apakah itu cuaca yang kering dan panas atau hujan yang menyejukkan. Kalau badai, memang susah untuk justifikasinya. Setelah sesi hujan yang singkat, kuharap cuaca setempat di Serpong menjadi lebih nyaman. Kita semua butuh itu apalagi bagi teman-teman yang sedang menjalankan puasa.