Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label nasehat hidup

Perencanaan Dan Pemeliharaan

Dalam tulisan sebelumnya di sini , sudah kujelaskan betapa aku melakukan banyak kesalahan dengan mengabaikan perawatan kendaraan secara berkala. Kesalahan yang membuatku harus mengeluarkan dana lebih banyak dalam waktu berdekatan karena tak punya rencana sama sekali terhadap hal seperti ini sehingga saat terjadi kerusakaan (karena usia parts  dan sebab normal lainnya) dalam waktu yang berdekatan, aku menjadi kalang-kabut. Sudah kujelaskan juga pada bulan Maret tahun ini tentang keenggananku untuk memulai proses yang aku rasa akan memberatkan diri sendiri. Jadi pada saat terjadi kerusakan beberapa kendaraan di beberapa bagian yang berbeda, sungguh mempelajari beberapa hal baru dalam waktu bersamaan itu tidaklah gampang. Ini jugalah yang membuatku tidak kunjung melanjutkan lagi sekolah karena sepertinya otakku sudah terbiasa tidak dipakai untuk memecahkan masalah yang baru dan jauh dari hal yang biasa kuhadapi sehari-hari: electronic business process for project delivery.

Menjelang Tengah Malam

Sekarang sudah menjelang tengah malam. Di luar tidak ada bunyi apapun. Dalam kamar pun hanya ketukan jemari di atas tombol keyboard laptop. Pendar cahaya layar menerangi wajah tetapi tak mampu berbuat banyak terhadap kegelapan yang menyelimuti. Sudah cukup lama aku menghabiskan waktu mempelajari kode HTML5 yang kudapat dari hasil googling  beberapa detik. Mudah sekali untuk bekerja sampai lupa beristirahat. Ada banyak hal menarik yang bisa dan dapat dipelajari di luar sana. Ilmu yang berharga atau yang tak terlalu berharga tetapi menarik minat. Seandainya aku bisa lebih cerdas lagi , pikirku dalam hati. Tetapi tidak bisa juga berandai-andai seperti itu karena keterbatasan yang mustahil dilampaui. Yang bisa dan perlu dilakukan adalah menentukan prioritas dan bekerja menurut daftar kepentingan yang telah disusun itu. Mengatur waktu lebih baik, bekerja lebih cepat, konsentrasi lebih penuh, orientasi pada target yang ada. Menjadi profesional yang baik itu tidak mudah. Sampa...

Fokus dan Displin, Bila Hendak Lebih Maju

Semakin banyak yang kucoba pelajari maka semakin sadar aku bahwa sebaiknya aku fokus pada satu (atau beberapa) topik saja untuk dipelajari lebih lanjut. Misalnya diberi daftar hal-hal acak, seperti berikut: Mempromosikan sepeda dan aktivitas bersepeda sekaligus asesorisnya. Belajar membuat video untuk media sosial. Mengedit foto untuk konten komersil.

Sudah Tidak Tahan?

Namanya juga usaha. Tentu ada yang dikorbankan demi mencapai tujuan yang jadi prioritas utama. Itulah hidup. Tapi kadang perasaan tidak tahan itu muncul dan mengganggu. Minimal membuatku bertanya-tanya, apakah keputusanku sudah tepat? Apakah prioritasku sudah benar? Apakah aku memperoleh progres dalam usaha dan upayaku? Apakah aku makin mendekat ke tujuanku? Banyak pertanyaan yang bisa melumpuhkan daya pikir. Sesuatu yang tidak baik bahkan berbahaya. Mempertanyakan diri sendiri, bila diteruskan, bisa berujung pada rasa tidak tahan lagi lalu mengalamai depresi. Semoga aku tak sampai seperti itu. Untuk itulah aku harus menyeimbangkan kehidupan dengan hal-hal yang bisa melepaskan ketegangan dalam hidup, mengalihkan dari penat pikiran, dan menyenangkan. Mari kita melaksanakan hobi!

Selamat Tahun Baru(?)

Mungkin sudah saatnya aku mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU! Dengan penuh semangat dan optimisme, kita sambut pergantian tahun 2015 ke 2016 ini bersama-sama. Ada banyak hal yang baik dan kurang baik yang sudah dialami sepanjang tahun 2015. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang personal, yang mengajarkan agar makin dewasa. Masih ada banyak petualangan yang bisa dialami di 2016. Semuanya tergantung ke diri sendiri. Upaya apa yang dilakukan, pilihan apa yang diambil, keputusan apa yang dibuat. Seperti Anak Anjing, Mari Bermain Dan Berpetualang! Pada tahun 2014 hendak berganti ke 2015, aku punya niat mulia, project yang ingin dilakukan, daftar hal yang ingin bisa dikuasai. Well, setahun berlalu dan masih banyak hal yang menjadi utang yang harus dibayarkan agar aku bisa berdamai dengan diri sendiri.

Tujuan. Hikmah. Fungsi.

Menurutku sudah seharusnya sesuatu hal yang aku lakukan memiliki tujuan. Saat aku mengalami peristiwa, ada hikmah yang bisa kupetik. Waktu aku menabung atau berusaha untuk bisa mendapatkan suatu barang, ada fungsinya, berguna bagiku atau setidaknya untuk orang lain. Kalau tidak bisa mengerti apa tujuannya, tidak paham apa hikmahnya, tidak bisa menggunakannya sesuai fungsi, bukannya menjadi sia-sia?