Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label project

punya aspirasi tapi tak punya komitmen

sebelumnya pernah kutuliskan di sini tentang kebutuhanku dalam menghadapi masa depan dan keadaan yang mungkin tidak menentu. ini penting karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada dirinya nanti sore, besok, atau di masa yang akan datang. inti permasalahannya adalah aku sadar ada potensi masalah dan resiko yang perlu dikelola. untuk hal ini pengelolaan yang baik diharapkan dapat memberikan hasil yang baik pula. terkait kondisi dewasa ini tentang pandemi yang kurasakan mulai mempengaruhi hidup sehari-hari, sebenarnya baik jadi pembelajaran tentang keterbatasan waktu hidup yang dimiliki. punya aspirasi untuk memperbaiki keadaan hidup dan kualitasnya tetapi tak mampu membuat dan memegang komitmen terhadap proses. bayangkan kalau kamu itu merasa lapar tetapi tak bisa membuat diri mau beranjak dari kasur di kamar kost lalu keluar ke warung terdekat untuk membeli makanan lalu memakannya! tidak terdengar absurd kalau kamu pernah mengalami hal seaneh itu. aksi yang m...

Melibatkan Diri Dalam Permasalahan Yang Ada - (Bag. 4 - Evaluasi)

Dalam tulisan sebelumnya di sini tentang pemaksaan kondisi dan posisi, dengan mempertimbangkan pula tentang keterpaksaan untuk melibatkan diri secara terbatas dan terukur di sini , tidak bisa tidak memang harus rutin melakukan evaluasi atas reaksi yang muncul dan benefit  atau loss  yang muncul. Justru bila tak melakukan evaluasi, bagaimana kita bisa mengkonfirmasi bahwa tindakan melibatkan diri sendiri itu baik dan bermanfaat serta perlu dilanjutkan, atau sebaiknya dihentikan saja dan dilupakan. Dikuburkan? Iya, terdengar aneh memang, ketika sebelumnya aku menyarankan untuk melibatkan diri dalam permasalahan yang ada tetapi pada tulisan ini aku meminta untuk ingat dan menahan diri. Tidak konsisten kalau kata orang, seperti yang pernah kubahas di sini . Perlu perbaikan diri dan kontrol emosi kalau mau tetap menjaga faktor keberuntungan dari interaksi dengan orang lain. Aku memang belum bisa menjabarkan dengan sederhana tapi akurat karena kemampuan membahasakan sesuatu hal ...

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

Prepare To Move Again!

In the past few weeks, the current deputy told us (and me) that we must work very hard until May 2013. Very hard, we have meeting at 7 PM weeknights! Why May 2013? Because that's the target that all our 250-ish sites must get to the last status of ready for construction. That's good because I know the deadline of this project but that means that the latest I will be in this town is June 2013. After that, who knows? This is project. I am hired based on what people interviewed me think I am capable of. But you see there will be less people in the team because one person will not extend contract. Another guy, not yet received new contract. Anyway, I know I can get the challenge here done and done well. But to think that at June 2013 I will not be sure where I will be, that's not pleasant. And because of that issue, I cannot support Pandai Besi's crowdfunding project, although I am very keen on helping. Well, maybe another city or another town won't be...

Makan Siang Bersama

Dekat-Jauh: Dame, Nadia, Irene, Ika Ini mungkin satu-satunya foto yang akan mengingatkanku ketika jumlah tim SA dan support-nya masih "lengkap". Saat itu kami semua setuju untuk makan siang bersama pada suatu Jumat siang. Kebetulan waktu istirahat siang lebih lama daripada biasanya yang berarti kami tak perlu terburu-buru menyelesaikan sesi makan. Tentu saja mereka berempat sebagian dari keseluruhan tim kami dalam project yang penuh dengan hikmah. Yeah, kita ambil hikmah dari pelajarannya saja. Pahit sih, tapi ada pembelajarannya. Sebentar lagi semua akan terpencar-pencar karena project ini sudah hampir "selesai" dan berarti kami semua akan disbanded  oleh PMO. Atau divisi apapun yang "berkuasa" di korporasi ini. Hidup? Jalani saja...

Pekerjaan Bermasalah Itu "Lumrah"

Seperti semua proyek di Indonesia, masalah karena cash flow  selalu saja membuat proyek seperti terbengkalai (atau benar-benar terbengkalai)! Begitu seringnya sampai hal seperti ini dianggap lumrah. Padahal tak semua proyek itu ada di dalam lingkungan yang aksesnya terbatas. Misalnya galian kabel serat optik yang sering sekali di lingkungan padat. Biasanya penggalian dilakukan di tepi jalan dan diusahakan dalam garis lurus demi spesifikasi teknis proyek itu sendiri. Masalahnya, dalam pekerjaan galian kabel serat optik yang sering sekali di daerah yang sibuk dengan banyak orang berlalu-lalang, mungkin sekali ada pembiaran lubang galian yang tidak ditutup dengan benar. Galian Kabel Serat Optik Yang Belum Diselesaikan Kemungkinan karena (mungkin) si pemborong telah kehabisan dana atau karena menganggap supervisi tidak ada maka tidak masalah meninggalkan bekas galian begitu saja. Kadang heran sekali karena sepertinya para penggali kabel serat optis ini bisa bekerja di  m...