Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label edukasi

Akhirnya Aku Melakukannya!

Bulan September ini patut kucatat sebagai salah satu bulan yang berbeda. Kenapa berbeda? Karena ada banyak hal baru yang kucoba lakukan. Ada yang kulakukan sendiri, ada yang dibantu oleh orang lain. Aku mencoba melakukan beberapa hal yang dari dulu hanya berupa angan-angan, sendainya aku begini atau seandainya aku begitu . Tentu saja belum akan kuceritakan di sini biarpun aku sebenarnya antusias untuk berbagi. Akhirnya aku melakukannya!

Sangat Umum, Ringan, dan Aku Tak Merasa Ilmu Berinvestasi Bertambah

Ada kalanya membaca buku yang mengulas dasar suatu ilmu (pengetahuan), saat si pembaca (saya) sudah berada di tingkatkan yang lebih tinggi, berguna sebagai penyegar. Untuk mengulang lagi apa yang sudah pernah dipelajari tapi bisa saja terlupakan. Buku yang ditulis dengan menarik, menjelaskan hal dasar, tapi bermanfaat juga bagi kalangan yang masuk kelompok intermediate, jadi terasa bermanfaat.

Tidak Tahu? Sama!

Menjadi karyawan sebuah perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi dan jasa pemeliharaannya, membuatku bertanya pada diri sendiri: "Inikah yang kucari? Inikah posisi yang tepat dalam hidupku?" Dan yang lebih penting lagi: "Apakah aku puas dengan pencapaian selama ini?" Jawaban yang bisa kuberikan adalah: "Rasanya bukan. Sepertinya tidak." Dan, "Belum!" Aku masih mencari posisi dan peranku dalam hidup, apa yang bisa kuberikan pada diri sendiri, apa yang bisa kuberikan untuk orang lain. Sudah cukup berguna dan bermanfaatkan kiprahku di dalam perusahaan, bagi orang di sekitar, bagi orang yang kusayangi, untuk orang yang bahkan tidak pernah kutemui secara langsung. Seperti krisis diri - biarpun aku tidak sudi menyebutnya sebuah "krisis" karena akan terdengar seperti keadaan genting dan memaksa - yang berkepanjangan. Aku tahu apa pemicunya, di mana titik mulainya, dan samar-samar aku bisa bayangkan apa solusinya. Tapi un...

Reflection on Legacy

Kenapa harus bingung? Aku memang harus berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan kemudian merefleksikan seluruh hidupku yang telah kulewati: selama sembilan belas tahun ini. Sebentar lagi aku akan berkurang usia hidup. Mencapai milestone  yang disebut orang awam sebagai ulang tahun yang sebenarnya adalah pengingat bahwa "jatah hidup" di muka bumi makin berkurang. Sungguh tidak menyenangkan bila ada yang mengingatkan bahwa aku tak akan hidup selamanya dan bahwa utangku masih terlalu besar: Aku belum berkontribusi apapun bagi orang-orang di sekitarku. Rasanya aneh dan cenderung menyedihkan, bahwa sekian lama ini aku pada intinya hanya hidup untuk diri sendiri. Belum ada andil sedikitpun, apalagi yang signifikan, pada hidup orang-orang yang kukenal, yang sekedar tahu, atau orang yang bahkan dalam mimpipun aku belum pernah bertemu. What is your legacy? Aku tak tahu. Aku rasa aku tak punya apa-apa untuk diwariskan. Sedih ya?

Funny In My Own Way

I must admit that I have a peculiar sense of humor. Final Destination 5 Seat D 13 at Auditorium 5 Like when I deceided to watch Final Destination 5. I chose seat D 13 that can be read as "Die". It was screened in Auditorium 5 so the ticket printed out like the picture above, which can be read as "Dies". I personally think it was fun, watched a movie about cheating Death while seated at DIES.

Bagaimana Dengan Polisi?

Itulah pertanyaan yang ada di benakku saat membaca sebuah spanduk pada bulan Agustus lalu yang berbunyi: "KITA JAGA KAMTIBMAS ... DENGAN MELIBATKAN ... ORMAS-ORMAS" adalah sebagian dari kutipan spanduk tersebut. Aku jadi berpikir, " Bagaimana dengan polisi? " Memang baik sekali bila masyarakat umum secara aktif menjaga keamanan lingkungan tempat tinggalnya sendiri tetapi melibatkan ormas inilah yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa bukan masyarakat bermitra dengan kepolisian dimana masyarakat dibina oleh petugas polisi dengan cara mengamankan lingkungan secara efektif, efisien, optimal.

irrationality can be fun!

saat di airport bandara ngurah rai pada suatu perjalanan kerja, aku iseng mendatangi kios sebuah toko buku impor di ruang tunggu. ya tentu saja saat itu aku hendak kembali ke jakarta dan tak punya buku bacaan apapun untuk mengisi waktu senggang. foto sampul depannya yang menarik membuatku tertarik mengambil lalu membaca ringkasan di belakang, well, this sounds really interesting , maka aku mengeluarkan beberapa lembar rupiah untuk membeli buku ini: sejujurnya, buku ini salah satu buku yang aku tak menyesal membelinya, meskipun tidak sedang masa promosi -- yang berarti aku membayar harga penuh sesuai label. memang membutuhkan waktu beberapa lama untuk membacanya terkait kesibukanku sendiri tetapi boy! this one is very educational! jadi aku memikirkan buku-buku sebelum dan sesudah ini yang ditulis oleh penulis yang sama dan bagaimana mendapatkannya, karena tentu saja, toko buku impor jaringan itu tak memiliki buku terbarunya: lalu aku memutar otakku untuk menemukan cara mengakuisisi ...