Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label achievement

secara teori, semua ini buruk

kalau tidak disangka dan tidak melakukan persiapan, apa yang terjadi saat ini terasa sangat buruk. kehilangan dan kerugiannya nyata. ketakutan akan diskontinuitas juga besar sekali. mau bagaimana menghadapi masa depan yang tak pasti ketika diri ini tak bisa beradaptasi? jadi kalau tidak melakukan apapun, bakal salah. kalau mau melakukan sesuatu, dengan segala keterbatasan kondisi, akan melakukan apa sebagai jalan keluarnya?

#tidakmudahmaju karena #dirumahaja

Bingung melihat keadaan saat ini karena tidak jelas siapa yang dapat diikuti dan didukung. Perang narasi dan pancingan sentimen untuk mengumpulkan massa sangat terasa. Entah apa jadinya masa depan bangsa ini. Dengan membiarkan segalanya terjadi tanpa ada check and balance maka akan ruwet hidup di Indonesia di masa yang akan datang. Soalnya ada pembiaran atau malah dukungan tersembunyi atas pemanfaatan simbol-simbol tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok -- if you know what I mean. Jadi tidaklah banyak yang tersisa yang bisa dilakukan. Menghabiskan waktu #dirumahaja sudah beberapa bulan karena wabah pandemi ini, perlahan-lahan terasa kejenuhan, frustrasi. Berhati-hatilah jangan sampai melakukan kesalahan dengan melampiaskan frustrasi itu pada anggota keluarga yang tinggal bersama-sama dengan kita. Itu tidak baik dan tentu salah. Jangan sampai terjadi.

orang pintar makan orang bodoh

ORANG PINTAR, MAKAN ORANG BODOH caranya agar orang bodoh tidak dimakan? berada dalam grup berjumlah banyak sehingga ada kemungkinan luput dari terkaman atau dimangsa. ada orang lain yang kena makan, bukan dirinya. tapi strategi ini membutuhkan tingkat kepintaran tersendiri. kalau bodoh tapi merasa pintar dan mau sendirian saja karena tidak mau berbagi kepintaran ? ya bisa habis begitu saja dalam keadaan sendirian pula.

memulai rutinitas lagi (lanjutan)

tidak mudah untuk memulai rutinitas lagi, semacam restart , seperti yang pernah kutuliskan sebelumnya, dikarenakan membuat habit baru itu bisa dibilang gampang-gampang susah. melakukan evaluasi terhadap kinerja antara sebelum dan setelah memulai habit baru sebenarnya perlu dilakukan agar paham di mana hal yang dilakukan sudah baik dan memadai dan di bagian mana masih perlu perbaikan / peningkatan. melakukan upaya peningkatan kemampuan diri atau membentuk habit baru jangan dilakukan serampangan karena kita tak ingin segalanya sia-sia. memulai rutinitas lagi dengan mengubah ritual pagi hari atau malam hari sebelum tidur, misalnya. yang tadinya sejak membuka mata pertama kali sampai selesai mandi pagi mungkin butuh satu jam lima belas menit tanpa aktivitas penting atau krusial di antara kedua milestone itu, mungkin bisa evaluasi dengan mengurasi aktivitas menggeliat di atas ranjang atau tidak lagi membuka gawai terlebih dulu. semacam simpel tetapi akumulasi waktu yang tak lagi tersia-...

menjalin kebersamaan

Menjalin persatuan dan kesatuan... Kata orang-orang itu seperti sebuah lagu yang tak lagi berkumandang, mungkin karena aku sudah tak lagi menonton televisi. Mau bagaimana lagi? Buat apa menghabiskan waktu menonton televisi sedangkan ada banyak informasi lainnya tersedia di banyak tempat dari berbagai kanal yang lebih banyak (lebih padat?) data dalam waktu konsumsi yang sama. Seperti menonton serial, kamu mau menonton gratis siaran tapi diberi iklan, atau mau menonton tanpa dikenakan iklan tapi membayar lebih? Sesederhana itu: punya uang yang cukup agar bisa punya opsi yang lebih banyak. Hidup lebih mudah bila lebih banyak pilihan. Untuk bisa lebih banyak pilihan, perlu lebih mampu (lebih beruang). Sesederhana itu.

basically, what i do is...

losing money. i tend to think that i am smart than most people surrounding me in a daily basis but when i get to expand the circle just a little bit then wham! i am reminded how little i know about the real world and how people will not even acknowledge my level of knowledge. that i am just a nobody. that hurts. i told myself that i know a lot then act upon that information that i thought would be enough. many times, i get told that i know nothing. that my decision making is flawed. that i am not getting better, not learning from past mistakes. you know what? at least i know that i do not know. then i will try to learn more just to get that fraction of information / knowledge to add to my brain. i will prevail. i should.

Memodelkan Pertumbuhan Aset Perusahaan (Part 1)

Aku ingin bisa meluangkan resource untuk mempelajari sesuatu yang menarik perhatianku sejak lama: memodelkan pertumbuhan aset perusahaan, dalam hal ini tempatku bekerja saat ini. Tapi tentu saja membuat model data yang komprehensif dan mempertimbangkan banyak hal itu tidaklah mudah. Membersihkan Data. Semuanya dimulai dari data awal yang dimiliki. Seakurat apa isinya? Perlu cek dan ricek sebelum diolah? Tentu saja! Mana mungkin menghitung durasi aktivitas bila salah (awal atau akhir waktu) diisi dengan teks? Model angka yang dimunculkan dalam format general atau disesuaikan dengan dd-Mmm-yy? Semakin bermacam tipe format yang digunakan, database akan semakin besar dan kalkulasi bakal makin lama. Tidak efisien. Tentunya aku harus memutuskan seperti apa data yang ditampilkan dan dicatatkan. Selain itu semua bagian yang kosong atau tak mengikuti kaidah penulisan / pencatatan, harus dikoreksi. Tidak mungkin label dan identitas unik dibuat secara asal tanpa pengaturan khusus yang memu...

Compound Interest, In Self-Study (Part 2)

Let's continue this topic (previous one here ) but keep it brief this time. Adding just one hour each day (or session but keep it regular enough) would be suffice for basic part. You can start from one Introduction session, provided you keep enough concentration, time, effort, money needed to be totally immersed in the one-hour self-study. This thing can only be done by yourself. You may asked for your friends/ families/ relatives/ colleagues for support but everything is just you . Make it or break it, it's all you. So as you added more information, knowledge on top of one another, reinforced it in your memory using adequate and suitable method, you'll gain interest  as your progress get much smoother. Before you know it, you'd be doing some stuffs that you don't imagine ever did a few weeks back. You'll just have to keep the discipline and commit yourself to self-study.

Compound Interest, In Self-Study (Part 1)

 So after reading and learning about a lot of things online, in Twitter, YouTube videos, internet articles and opinion, I realized that I am solely responsible to start doing this personal upgrade activities: self-study, adequate good quality sleep, eating healthy, physical exercises, and commitment to spouse. It seemed like a lot of thing and I could be easily overwhelmed by the feelings when there are too many new materials to study. The obstacle to my self-study intention is my discipline and commitment and consentration can easly faltered by any distraction. Like when I paused the "Introductory to R" video in YouTube because I felt sleepy. Instead of resting my head for a few minutes, I decided to open my web browser and write this post. I'm unable to just let go and relax. Not good at all. I will talk about this "compound interest in self-study" in next post. I can't fend off sleep...

New Skill Needed

I should push myself harder to gain new skills needed to expand my possibility channel of income. Multiple strain of income is needed ASAP because when you have spouse that you want to keep happy, at least I would have money as to skip some part of mundane things I must go through. Talking. Like in making podcast, I need a continuous script (and scriptwriter) that adequate to make it to next point of life. The thing is I don't suppose I can get it to be another source of income stream because not a lot of people would be listening. Writing. Like keeping this blog up to date. Not easy and definitely not enough content to achieve traction to lead anywhere. Probematic because I want to get as much done as possible but I know I can screw up easily. You know what? I should be starting from something, somewhere.

Hot Button Issue and Political Tweet

After years of having Twitter account, only recently one of mine got a lot of interaction. That's by tweeting political stuff, replying to some young politician which failed to secure a seat in the parliament, as his own party also failed to secure national seat by falling to pass parliamentary threshold. I don't know how to respond to those notification but I'm learning to accept that to gain interaction, I should be responding to hot button issues. I've seen how some people gain followers in that particular social media but I just don't want to spend that much time in that platform. Of course all that interaction doesn't correlate with additional followers. It was a sure way long time ago for gaining followers, but not now.

Tradisi Lima Tahunan

Besok adalah hari yang cukup penting. Semacam ritual kecil. Besok saatnya memilih anggota dewan legislatif dan memilih pasangan presiden dan wakil presiden. Besok itu sebuah pesta dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Makanya patut dirayakan dengan gembira. Aku memutuskan memilih dalam segala keterbatasan opsi yang ada. Tidak ada yang sempurna tapi semua seharusnya seperti sebuah proses incremental. Bertingkat. Makin lama makin baik. Tidak bisa kan, mendadak turun sesosok Ratu Adil yang dengan instan membuat rakyat sejahtera? Itu mimpi saja. Di mana-mana, perbaikan dan peningkatan gradual yang normal. Kita tak mampu kalau harus revolusi dengan angkat senjata dan konflik. Besok adalah tradisi lima tahunan. Aku pulang. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Pengelolaan Emosi Dan Menjadi Dewasa

Dalam dunia profesional, kemampuan untuk mengelola emosi adalah perlu. Dalam bentuk dasar adalah tersenyum dan berkata, "Siap, Pak!" padahal dalam hati tidak menyukai instruksi yang diterima atau dalam kepala memikirkan bahwa tidak mungkin ide atasan tersebut -- yang dianggapnya cemerlang -- dapat diwujudkan seperti yang diinginkan beliau. Dalam dunia kerja, tantangan seperti mewujudkan permintaan dari atasan adalah cara untuk menaiki jenjang karir yang tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Sesuai pengalaman pribadi, pada akhirnya adalah bukan seberapa banyak hal yang dapat dirimu deliver  sesuai dengan schedule  yang ada tetapi seberapa dekat dirimu dengan atasanmu. Sungguh ironis karena itu berarti orang-orang yang bekerja keras dan memberikan hasil pada bagian awal, lalu "kehabisan amunisi" di bagian setengah akhir, akan dianggap tidak berhasil demi untuk menyelamatkan orang yang lebih "dekat". Memang dunia tidak adil tapi seperti itul...

Mengatur Prioritas Hidup (Part 3)

(Lihat tulisan sebelumnya di sini  dan di sini ) Menjadikan diri sendiri sebagai prioritas kadang terlewatkan olehku. Mungkin terlewatkan olehmu juga. Menjadikan diri sendiri prioritas ini maksudnya dengan memperhatikan kebutuhan fisik dan psikis diri sendiri: makan teratur dengan menu yang sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan lainnya. Tidak banyak yang sadar bahwa aset paling penting dalam menjalani hidup, terutama di Jakarta yang keras ini, adalah diri sendiri. Kita bisa saja menganggap hidup tahan banting  itu sebagai sebuah badge of honor , sebagai sesuatu yang layak dibanggakan. Padahal kita semua salah bila memperlakukan diri sendiri bagai sansak. Tubuh dan pikiran memang perlu dilatih dan diberikan ujian tetapi bukan berarti menyiksa diri tanpa ada masa perawatan dan pemulihan, atau bahkan masa memanjakan diri sendiri (secara terbatas tentunya). Ketika menyusun prioritas hidup, kita membuatkan daftar hal-hal yang tangible  untuk diraih: Keluarga. A...

11 PM On A Sunday Night Am Working

Saat semua orang bersiap tidur agar bisa bekerja di Senin pagi esok hari, di sini aku baru mulai membuka laptop untuk mencari bahan cara membuat sebuah resource plan sederhana untuk project yang seharusnya tidak rumit. Menurutku tidaklah rumit asalkan si project manager-nya bisa bekerja dengan baik, tidak malas, berkomitmen pada target dan bersedia memposisikan dirinya sesuai tanggung jawab peran yang dia emban. Begini. Aku tidak takut bekerja keras dan bila harus bekerja dengan jam lebih panjang dari orang-orang lain. Yang menjadi masalah secara personal adalah bila semua kerja keras itu mendapatkan apresiasi minimal. Jadi ada strategi personalku yang perlu diubahsuaikan untuk menghindari hasil akhir yang tidak kuinginkan. Lebih pintar dan lebih cerdas. Jam sebelas malam lebih dan sebentar lagi hari Senin. Aku baru membuka laptop. Sekarang ini berupaya menemukan bahan dan cara terbaik merancang sebuah resource plan dan menyelesaikannya dalam waktu satu jam saja.

Akhirnya Aku Melakukannya!

Bulan September ini patut kucatat sebagai salah satu bulan yang berbeda. Kenapa berbeda? Karena ada banyak hal baru yang kucoba lakukan. Ada yang kulakukan sendiri, ada yang dibantu oleh orang lain. Aku mencoba melakukan beberapa hal yang dari dulu hanya berupa angan-angan, sendainya aku begini atau seandainya aku begitu . Tentu saja belum akan kuceritakan di sini biarpun aku sebenarnya antusias untuk berbagi. Akhirnya aku melakukannya!

Optimization, Already Tried Or Not?

Note: This post was firs drafted on December 23, 2013. Yes, almost 5 years ago. That's how long my ideas hibernate - or wither and died. **inaudible sigh** Optimization That's the word I'm looking for in adapting my schedule to an idea of living a healthier life. Being a corporate minion for almost a decade now, the change in physical appearance is getting more disturbing. I gained weight. Around the belly. Getting the button and zipper on my pants done became harder and harder. I ate a lot of carbs and fat and almost no exercise, I tire easily. Trial So what I did? I reduce my rice intake. If I ever go to any luncheon where I can scoop my own share of rice, I won't take any. Avoid rice. Add more vegetables and protein sources instead. No more deep fried snacks like everybody else in the office. Leave room if necessary, as long as I can avoid the temptation. Hard, really, but achieveable with some minor tension inside me. Yes, you can't kick th...

Pertama, Dapatkan Kepercayaan

Ketika masuk ke dalam lingkungan baru, aku tahu akan ada banyak tantangan yang kudapat. Lingkungan yang sudah terbentuk culture -nya, lengkap dengan orang-orang yang mungkin saja merasa sudah "menguasai" domain-domain tertentu. Sudah punya ceruk masing-masing dan akan bertahan dan berupaya mempertahankan dominasinya pada daerah tersebut. Tentu saja yang pertama kali kulakukan adalah berupaya mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang ada dalam posisi menentukan. Mereka yang menandatangi persetujuan. Yang punya kekuasaan dalam tahap dan bagian tertentu yang bisa mempengaruhi bahkan menentukan keberhasilan project delivery  kami. Pendekatan profesional dalam rangka mendapatkan kepercayaan itu tidaklah mudah. Harus dilakukan secara terus-menerus dan dengan seksama. Tidak ada itu namanya overpromised but underdelivered.  Akan memalukan dan tidak memperlihatkan kualitas yang aku punya. Biarpun kualifikasiku tidaklah bisa dikatakan sophisticated  atau bagaimana. Setidakn...

Menyudut, Menghindari

Ada banyak hal yang bisa dikerjakan dan harus dilakukan karena sebagai karyawan yang menerima gaji tiap tanggal 25 setiap bulannya, target perusahaan harus diurus. Tentunya ada korelasi antara keberhasilan delivery  perusahaan ke customer  dengan keberlangsungan hidup sebagai seorang pegawai. Kalau tingkat delivery  rendah, bagaimana mungkin bisa tetap dapat penghasilan dari orderan customer ? Tidak mungkin kita bekerja asal-asalan tapi menuntut perusahaan membayar gaji tepat waktu, memberikan THR tidak terlambat, menaikkan gaji dan memberikan bonus tiap tahun?