Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label writing

menjalin kebersamaan

Menjalin persatuan dan kesatuan... Kata orang-orang itu seperti sebuah lagu yang tak lagi berkumandang, mungkin karena aku sudah tak lagi menonton televisi. Mau bagaimana lagi? Buat apa menghabiskan waktu menonton televisi sedangkan ada banyak informasi lainnya tersedia di banyak tempat dari berbagai kanal yang lebih banyak (lebih padat?) data dalam waktu konsumsi yang sama. Seperti menonton serial, kamu mau menonton gratis siaran tapi diberi iklan, atau mau menonton tanpa dikenakan iklan tapi membayar lebih? Sesederhana itu: punya uang yang cukup agar bisa punya opsi yang lebih banyak. Hidup lebih mudah bila lebih banyak pilihan. Untuk bisa lebih banyak pilihan, perlu lebih mampu (lebih beruang). Sesederhana itu.

Hot Button Issue and Political Tweet

After years of having Twitter account, only recently one of mine got a lot of interaction. That's by tweeting political stuff, replying to some young politician which failed to secure a seat in the parliament, as his own party also failed to secure national seat by falling to pass parliamentary threshold. I don't know how to respond to those notification but I'm learning to accept that to gain interaction, I should be responding to hot button issues. I've seen how some people gain followers in that particular social media but I just don't want to spend that much time in that platform. Of course all that interaction doesn't correlate with additional followers. It was a sure way long time ago for gaining followers, but not now.

Dari Semua Yang Pernah Aku Jalani

Dari semua yang pernah aku jalani, di sini yang berikan damai di hati. Ada saatnya aku merasa pekerjaan yang kulakukan kurang bernilai tambah. Seperti melakukan rutinitas yang tidak cukup layak untuk terus dikerjakan. Tetapi kalau orang lain mungkin menganggap pekerjaan dan tugasku tidak jelas dan posisiku hanya untuk mengganggu orang-orang ini melakukan tugasnya. Tetapi tentu saja yang perlu kulakukan sekali-sekali adalah berhenti dan mengamati secara seksama sebenarnya apa saja yang kulakukan, apa yang belum kulakukan tapi bisa dilakukan dan sebenarnya bermanfaat. Melakukan hal berbeda untuk dapat nilai tambah yang berguna, sesuatu yang sebenarnya kuinginkan. Tidak mudah karena butuh kemampuan lebih. Kapan aku akan melakukan analisis ini? Soalnya bila tidak terasa memuaskan, mungkin sudah saatnya aku mencari tempat baru yang mungkin saja  bisa memberikan hal yang aku inginkan ini. Iya, ini sebenarnya soal keraguan diri.

berbuat dan berbuah - bagian 2 : pendalaman

Sekitar dua minggu yang lalu, sudah kujelaskan konsep awal berbuat dan berbuah  yang kupahami dan kucoba praktekkan. Jadi sebagai kelanjutannya aku bahas singkat di sini. Berbuat adalah melakukan tindakan yang tepat dan terbaik berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. Pertimbangan yang dilakukan adalah semacam WWJD -- What Would Jesus Do? -- atau patokan ke figur baik sesuai kepercayaan dan pemahaman saat itu. Paling baik dan paling benar yang bisa dilakukan saat itu perlu penekanan karena evaluasi  much later down the road  tidaklah tepat bila ada tuding-menuding kesalahan. Ingat, hindsight bias  itu nyata adanya dan tidaklah benar jadi patokan menghukum. Misalnya saya membeli barang pada harga X dan sebulan kemudian harganya menjadi X minus 10 poin, apakah saya salah? Bisa iya, bila pada saat mengambil keputusan membeli tidak didasari analisis memadai. Bisa tidak, bila dasar pengambilan keputusan sudah memadai dan perlu diingat, tak seorangpun yang be...

Instead Of Reading, Writing

I know that I should be reading stuff that expand my knowledge base in each and every time I have spare time. The "me time" should be to be as informed as possible. A lot of topics I need to know and to dive deeper. A not easy task but achieveable. Just be determined enough with it. Keep up with everything. Also therefore I am restraining myself from spending time on warung kopi  somewhere, spending more and more. Remember each money I spend on consumables or fashion products I don't need, is money I can't take back and invest on. Pretty bad for my future.

Evaluasi Beberapa Hari Setelahnya

Jadi seperti yang pernah kutulis di sini sebelumnya, ketika aku mulai menulis lagi di blog ini, orang-orang sudah tidak lagi mengunjungi situs blog seperti ini. Tulisan opini sudah tidak lagi menarik untuk digarap. Persaingannya besar untuk dapat attention  tetapi pembaca sudah sedikit. Terlalu banyak orang yang berpindah platform  ke media sosial yang berat di foto dan video (dengan beberapa merk yang tak perlu disebutkan namanya sudah "menguasai" pasaran). Kita ini manusia yang condong di stimulasi visual berupa gambar diam dan gambar bergerak. Lebih memuaskan indera dan otak manusia. Membaca simbol seperti susunan karakter (tulisan seperti ini misalnya), dirasa tidak menarik atau tidak bermanfaat. Setidaknya itu pembacaanku  atas tren masa kini. Aku tidak punya cukup sumber daya untuk meriset sendiri. Yang kupikirkan memang di mana-mana aku makin jarang melihat orang membaca sumber tulisan seperti buku atau setidaknya koran dan majalah yang memasukkan foto sebag...

Long Time Gone, Skill Need Help

Been quite a long time away from here, not knowing what good a few paragraphs would mean in this graphic-heavy world. When people's attention span limited to a few 140 characters message or graphical ones, writing a blog post seemed unnecessary. But you see, writing for your own blog is a form of art , where you can articulate your ideas and/or opinions, responding in-depth about some issues, or just promoting yourself. Good writing skills take time and effort to accomplish a certain level and it will differentiate yourself from other talking-oriented competitors. Yes, I'm talking about current job market. Not that I know a lot of it. To me, elaborating a problem - in simpe, understandable way - is a skill worth having.