Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label friends

Compound Interest, Dalam Social Networking

Social networking sangat berguna bila dikerjakan dengan tepat. Dikerjakan dalam arti dipergunakan dengan optimal, melakukan analisis dan evaluasi penggunaan termasuk interaksi dan pertumbuhan clout  yang diharapkan nantinya dapat dimonetisasikan. Terdengar aneh mungkin bagi casual user  tetapi di masa kini siapa yang tak ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas di kala senggangnya? Saya juga mau! Tetapi tentu saja tidak mudah untuk mencapat tingkatan tertentu yang memungkinkan kehadiran kita dalam sebuah jejaring sosial ada dampaknya. Berinteraksi antar pengguna dan teman / kenalan / teman dari teman juga butuh waktu dan usaha untuk menumbuhkembangkannya. Dilakukan dengan tepat, social network yang dibina untuk tumbuh akan makin berlipat ganda hasilnya. Memperluas jejaring perkenalan dan pertemanan secara bertahap dan terus-menerus memang pada akhirnya butuh strategi yang komprehensif agar tidak menyiakan waktu, uang, tenaga, dan pikiran. Semuanya itu b...

Same Hobby? Might Be Able To Collaborate!

So I found out that this guy, Rifky, actually have the same hobby but different interest. Rifki It's okay, I think. I just adapt and accomodate his interest. He want street photography. I want stage photography. Maybe next time we can go hunting stage photos together but right now, street is okay. We went to Pasar Simpang Dago on a Saturday morning.

Friends, Reversal

So here we are, having tea with a group of friends, one last time because.. One by one our team member are leaving the project, transferred to other region or project. Yes, in a few short months, we have had moments of good time. Time passed but at least we shared memories of good and bad. Can we still be friends in the future? We'll see.

Jakarta Sepi Tahun Ini

Sekali lagi dapat ajakan "Jakarta Sepi" versi kami sendiri, tidak bergabung dengan komunitas fotografi yang mungkin saja "punya" merk JAKARTA SEPI. Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan karena berbagi hasil kegiatan foto lebih menarik daripada perdebatan tentang siapa yang punya merk. Jadinya kami bersekian orang ( No, I don't keep count ) bergembira bersama dan tidak boleh tidak, harus ada foto narsis bersama-sama. Amatir dan Profesional Bergabung Tanpa Membeda-bedakan  Latar Belakang Mungkin ada yang kalian kenal dari wajah-wajah di atas. Pokoknya kami bersuka ria, bersenang-senang, dan aku tentu saja belajar lagi. Seperti diingatkan bahwa masih banyak hal yang harus aku pelajari dalam fotografi, sebuah hobi yang sudah membawaku ke banyak tempat.

Makan Siang Bersama

Dekat-Jauh: Dame, Nadia, Irene, Ika Ini mungkin satu-satunya foto yang akan mengingatkanku ketika jumlah tim SA dan support-nya masih "lengkap". Saat itu kami semua setuju untuk makan siang bersama pada suatu Jumat siang. Kebetulan waktu istirahat siang lebih lama daripada biasanya yang berarti kami tak perlu terburu-buru menyelesaikan sesi makan. Tentu saja mereka berempat sebagian dari keseluruhan tim kami dalam project yang penuh dengan hikmah. Yeah, kita ambil hikmah dari pelajarannya saja. Pahit sih, tapi ada pembelajarannya. Sebentar lagi semua akan terpencar-pencar karena project ini sudah hampir "selesai" dan berarti kami semua akan disbanded  oleh PMO. Atau divisi apapun yang "berkuasa" di korporasi ini. Hidup? Jalani saja...

"Jalani Saja..."

Beberapa teman memandang semuanya dalam hidup ini sebagai sesuatu yang cukup di-"jalani saja". Bukannya itu seperti apatis? Seperti sudah menyerah? Memangnya hidupmu segini saja? Sudah cukup memuaskan? Tetapi pertanyaan seperti itu, bila diucapkan, bisa menimbulkan salah paham. Terlebih karena kemampuan komunikasiku yang bisa dinilai tidak sensitif. Bagaikan robot. Biarlah. Robot keren. Lebih baik robot manusia daripada manusia yang seperti cacing.

Prewedding Photography, From My Own Perspective...

I have a lot of friends whose earning are through photography, so I can guess what would they think of me for writing this.   One of the most lucrative subcategory of photography business is Prewedding Photography. Everybody seemed to be doing this because the demand is quite high. There are a lot of couples want to have some series of photos to display at their reception. Many photographers are offering this service.   I see there can be pressure to the couple to match -- or even out-do -- the photographs displayed at their friends' or relatives' wedding ceremonies. From as low as a couple of millions (in some regions are even lower!), to the big numbers for big customers. From simple outdoor or studio session to trip to other continent, the offer as various as the customers' ability to pay. There are the competition among the photographers for the services offered. There are competitions -- albeit no one would admit --- among the would-be married couples.   A few years ...

The Dispiriting Mood

After a very long interval, I finally went to Kota Tua again. Not really have special purpose, just because I want to, meting with some friends. Found something interesting so I decided to take photos to record them. Here is one that I found interesting. Old Bicycle In A Corner Of Old Town Other than that I just see and watch and observe. Can't say anything about other activity because it was confidential.

Setelah Beberapa Tahun Kemudian

Yeah, sekarang kami teman-teman satu lembaga pendidikan dulu hanya bertemu saat ada teman seangkatan yang melaksanakan resepsi pernikahan. Mungkin terdengar menyedihkan tetapi sebenarnya seperti itulah hidup. Ketika dulu sekolah bersama bisa dibilang setiap hari orang-orang itu lagi yang ditemui bahkan sampai bisa dibilang bahwa beberapa orang itu hidup bersama. Tapi tanpa ada hubungan seks. Setidaknya yang aku ketahui. Nah seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu saat aku datang ke resepsi seorang teman di wilayah Jakarta Pusat sehingga bisa bertemu dengan teman-teman lama. Selain mencicipi sebanyak mungkin jenis makanan prasmanan yang tersedia tentu langkah selanjutnya adalah mengambil jenis makanan yang paling dirasakan enak di lidah dan menggugah selera. Dalam hal ini prinsip si Ogah Rugi beraksi kembali dan ya, aku merasa cukup malu untuk menambah terlalu banyak meskipun setelah makan beberapa jenis hidangan, tetap saja aku masih lapar. Tentu saja meskipun masih merasa b...