Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label penampilan

Mengikuti Zaman: Menjadi Acuh Dengan Pekerjaan

Dengan mudahnya aku jatuh ke dalam godaan  untuk bersikap sama seperti mayoritas kolega di kantor: bersikap acuh dengan pekerjaan. Maksudnya, bila memang waktunya pulang, ya pulang. Terdengar bagus, memang. Tapi jam kerja selama delapan jam itu? Tidak dipenuhi. Misalkan begini, masuk kerja pukul 08:30 pagi. Istirahat siang 12:00-13:00. Pulang pukul 17:30. Yang terjadi adalah: Absensi sebelum 08:30 pagi. Tiba di meja, menyalakan komputer dan membuka program email. Lalu kunci layar dan turun ke warung di belakang atau di bawah selama antara 45 menit sampai satu jam. Pukul 11:30 sudah pergi istirahat dan makan siang, balik lagi ke kantor dan mulai bekerja sekitar 13:30. Pulang pukul 17:30. Itu pun selama jam kerja yang sudah terpotong-potong itu, diisi dengan ngobrol baik secara lagsung maupun lewat program chatting  di handphone. Atau seakan konsentrasi menatap layar komputer / laptop  tetapi sebenarnya sedang menonton video streaming dari detikcom (soalnya ...

Mengatur Prioritas Hidup (Part 2)

Sebelumnya aku pernah bercerita tentang prioritas hidupku yang tidak jelas karena ketika orang-orang lain berangkat untuk hobi, aku masih tetap ada di kantor untuk bekerja. Tidak enak melihat ketika rombongan teman-teman berjalan keluar kantor untuk menjalankan aktivitas bukan kerja, aku masih tertahan di kantor. Sekarang di tahun 2019 ini aku berniat untuk mengubah itu semua! Tidak bisa lagi hanya berkutat dengan pekerjaan lalu pulang dari kantor dalam keadaan lelah tidak bertenaga untuk mengerjakan hobi atau belajar hal baru. Aku harus menentukan prioritas dalam hidupku demi kebaikan dan pengembangan diri. Menjadi orang yang lebih baik dan lebih kaya, sepertinya enak. Dengan lebih kaya, aku punya kemampuan membayar biaya jasa orang lain agar aku lebih banyak waktu luang untuk melakukan aktivitas peningkatan diri. Tapi sekaya apa yang aku mau dan incar? Sama seperti doa, membuat target juga harus spesifik dan breakable dalam detail yang achieveable. Semakin diperhatikan ...

Optimization, Already Tried Or Not?

Note: This post was firs drafted on December 23, 2013. Yes, almost 5 years ago. That's how long my ideas hibernate - or wither and died. **inaudible sigh** Optimization That's the word I'm looking for in adapting my schedule to an idea of living a healthier life. Being a corporate minion for almost a decade now, the change in physical appearance is getting more disturbing. I gained weight. Around the belly. Getting the button and zipper on my pants done became harder and harder. I ate a lot of carbs and fat and almost no exercise, I tire easily. Trial So what I did? I reduce my rice intake. If I ever go to any luncheon where I can scoop my own share of rice, I won't take any. Avoid rice. Add more vegetables and protein sources instead. No more deep fried snacks like everybody else in the office. Leave room if necessary, as long as I can avoid the temptation. Hard, really, but achieveable with some minor tension inside me. Yes, you can't kick th...

Menyenangkan Bersamamu...

Hari ini tentu saja kulewatkan bersama si cantik Linda! Selain janji bertemu di sebuah mal di selatan Jakarta, tujuan utamanya adalah menonton film karya sutradara Rusia-Ukraina (?) yang entah bagaimana, Linda bisa tertarik menontonnya. Anyway, sebagai hiburan semata, kurasa "Abraham Lincoln Vampire Hunter" tidak buruk. Meskipun berbeda dengan bukunya, yang sudah lebih dulu kubaca, tapi perbedaan klimaks dan ending cerita memang perlu. Lagipula screenplay-nya dibuat oleh si pengarang bukunya. Jadi aku tak punya alasan untuk protes. Yang penting, Linda terhibur. Dia tersenyum dan tertawa maupun merasa tegang selama pemutaran film. Untukku, itu saja sudah cukup. Dia terlihat cantik dalam dandanan dan pakaian yang sederhana. Aku suka. Sayang sekali hari ini tidak bisa memeluknya. Terlalu banyak orang di mal dan dia seperti lebih suka pegangan tangan saja. Yeah, setidaknya aku bisa membuatnya tertawa. Aku senang!

Celebrating Diversity And Promoting Freedom Of Speech

Kira-kira itulah tema tadi di AtAmerika dengan menampilkan Tika and The Dissidents, Tembang Pribumi, comic  Liongky dan Pangeran. Juga memberikan panggung untuk aksi para Little Monsters  Indonesia. Dari judul acara saja seharusnya bisa ditebak bahwa yang kira rayakan adalah kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat -- selain merayakan keberagaman Indonesia. Seperti yang diucapkan tadi dalam acara, tidak boleh kita menghalangi orang lain berpendapat, meski bertentangan dengan pendapat kita. Tika juga sempat berterima kasih pada FPI karena jadi punya kesempatan bertemu dengan para Little Monster dari Indonesia. Menurutku, semoga di antara mereka ada yang datang langsung atau menonton live streaming dan sebelumnya tidak kenal dengan Tika. akan menjadi penggemar juga. Setidaknya ya berusaha mengenal lebih jauh.  Penampilan Tika tadi memuaskan. Tak sia-sia aku menggemari dia (mereka?) selama ini. Mengingat baru kali ini aku menonton penampilan dia (mereka?), aku harus ka...

Ending-nya Ketebak

"Stretch Yourself", Mungkin Itu Maksudnya? Sudah ketahuan siapa yang bakal menang. Tapi aku belum tahu hasil dari keputusan MK soal gugatan. Mungkin karena aku sudah tak lagi di Tangerang, bahkan bukan lagi di Propinsi Banten. Harus coba cari tahu, apakah pasangan ini sudah resmi dan sudah dilantik?

Revival 2011 Istora Senayan

Well , ini sebenarnya aktivitas akhir bulan lalu dan sekarang ini terasa sebagai update yang sangat tertinggal. Aku datang ke sebuah acara pensi di Istora Senayan Jakarta, berjudul Revival 2011, demi mengejar band idola: Seringai. Kebetulan masih sempat dapat menyaksikan Gugun Blues Shelter yang atraktif dan skill bagus sekali. Senangnya! Memang ada juga Tony Q tetapi entah kenapa ending- nya yang mendadak itu bikin drop penonton. Sebenarnya aku ingin lebih sering memotret tetapi apa boleh buat, kadang kita harus memilih antara menikmati langsung performance si artis atau menikmatinya secara terbatas dari viewfinder kamera. It's a tradeoff -- I hope a good one. Sayangnya kadang keputusan kita benar tapi bisa juga sering salah. Arian13 dari Seringai Gugun dari Gugun Blues Shelter Tony Q Setidaknya aku dapat menyaksikan Tony Q menyanyikan beberapa lagunya yang terkenal yang aku suka! Jadi ya menyenangkan juga biarpun, sekali lagi, drop karena mend...

Pose Standar Saat Difoto

Rina "API" dan Melissa Karim dalam pose yang sama pada NAMA & PERISTIWA di Harian Kompas, 6 Januari 2011

Selamatkan Tahun Baru!

Demikianlah hal yang terlintas di kepalaku: Selamatkan Tahun Baru! Kenapa perlu diselamatkan, katamu? Entahlah, Tuan. Yang aku tahu akan mencoba sekuat tenaga untuk tak melakukan kesalahan seperti dirimu, sungguh sangat tak sedap untuk dilihat mata. Aku tahu bahwa sangat sulit sekali mencari celana berbahan non-denim yang pas ukurannya dengan ukuran kaki kita. Tentu saja ini dikarenakan produsen memproduksi massal sehingga untuk sebagian orang, bisa jadi pola yang digunakan memang cocok dengan badannya. Sialnya, ini bisa berarti bahwa orang dengan ukuran tubuh berbeda akan mendapatkan pakaian yang tak pantas dilihat saat dikenakan. Si Oom seharusnya memperhatikan bagian ujung bawah celana yang dikenakannya agar tak tergulung di bagian dekat tumit seperti yang dapat dilihat di sini: dia seperti seorang pemalas yang tak memperhatikan detail penampilan dirinya sendiri. ( Yup, statement terakhir lebih mirip dengan opini pribadi )