Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rants

Stagelight Adalah Salah Satunya

aku diingatkan tentang ada banyak program dan aplikasi yang kubuka, kupasang, kubayar langganannya, tetapi tidak kupakai secara optimal. Stagelight dari Open Labs adalah salah satunya. sudah kupasang di gawaiku, di komputerku, dan kubayar beberapa paket bunyinya. tapi sampai sekarang, ketika aplikasi ini akan diskontinu karena sudah diakuisisi oleh Roland, aku tidak juga menguasai apapun. itulah aku. jago membayar tapi tak bisa memanfaatkan. orang (produsen aplikasi dan program) mungkin suka dengan tipe konsumen seperti diriku, yang bersedia membayar premium tetapi tidak membebani server mereka karena aku ternyata hanya membayar tapi tidak menggunakannya. bayangkan, aku membayar untuk menggunakan tempat tetapi tidak dipakai sama sekali. biaya maintenance server lebih murah karena load yang lebih rendah.  Stagelight dari Open Labs ini adalah salah satu indikator yang menyadarkanku bahwa aku sangat boros dan tak bijak dalam menggunakan sumber daya yang aku punya. tidak efisien....

belajar mentolerir orang lain

tidaklah banyak orang yang diajari empati sejak kecil padahal sebenarnya kemampuan berempati itu sangatlah penting. tidaklah sempurna orang yang tak punya rasa simpati untuk orang lain. menganggap diri tidak sama dari kelompok orang lain, tidak bisa mentolerir kelakuan orang lain, dan segala macam hal yang tak lain dan tak bukan hanya menunjukkan betapa diri sendiri itu tak bisa menerima bahwa orang lain berbeda dari dirinya sendiri. ini semacam kalimat panjang tanpa isi yang terlalu sering kubuat dan kubagikan ke seluruh dunia lewat tulisan opini tiada arti yang tayang di dunia maya. ada saatnya aku seperti meracau dan aku sadar aku melakukannya. yang tak asyik itu adalah kalau aku bersikap seperti orang yang tak bisa mentolerir orang lain dari berbagai macam aspek. tidak mudah hidup menjadi diriku. mantap.

tentang harga yang tanpa ditawar lagi

ada beberapa hal yang selalu mengganjal di dalam hati karena tidak pernah diselesaikan dengan baik. ini tentang apresiasi dan penghargaan terhadap diri sendiri. kesadaran untuk menilai diri seobyektif mungkin -- meskipun sulit! -- tetapi tidak alpa mencari kebaikan dan nilai lebih dari diri sendiri. semua ini seperti gampang tapi tidak. butuh latihan dan evaluasi dan perbaikan di sana-sini. seperti yang aku lakukan malam ini sembari duduk di sofa. perbedaan karakter yang terpancing mencuat dan meruncing sampai seakan-akan tidak ada titik temu dan kesepakatan atas tujuan bersama yang telah diucapkan sebelumnya. belum begitu lama tapi sudah tak ingat lagi. mungkin karena ini semua adalah amnesia yang diharapkan memang akan terjadi. mungkin ini soal harga yang terlalu tinggi. harga diri. yang menolak untuk ditawar lagi. merasa terbaik dibandingkan orang-orang lain padahal masih ada banyak hal yang perlu diubah, diperbaiki, dianggap tidak lagi relevan sehingga harus diganti.

berjudi itu lebih banyak ruginya

seharusnya semua orang menyadari kalau berjudi itu lebih banyak ruginya. tapi seperti kebanyakan orang, aku juga kalau "kena" dalam frekuensi yang tepat akan sulit melepaskan diri. bukan berarti judi seperti menggunakan dadu tapi lebih ke seperti taruhan dengan faktor ketidakpastian yang besar sekali dan meskipun tahu kalau the house always win  ya tetap saja melakukannya. kan pengen profit...

LOSS. LOSS AGAIN.

Hanya itulah yang terpikirkan dalam kepala ini berulang-ulang. Posisiku LOSS dalam sebulan terakhir. Tidak memuaskan karena aku terlalu ceroboh, tidak sabar, tidak paham analisis teknikal, atau gabungan dari hal-hal itu. Malu rasanya mengaku kepada pasanganku kalau aku masih level belajar dan belajar dan terus saja menanggung LOSS! Bodoh!