Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label weekend

Mengantuk Tapi Ada Kebutuhan (Lanjutan)

Mengantuk sekali! Entah kenapa aku tak bisa konsentrasi karena mengantuk tapi kalau ditanya, aku yakin aku sudah cukup tidur pada malam sebelumnya. Aneh sekali kenapa hal ini menjadi semacam habit  baruku. Tidak menyenangkan. Mau menjadi lebih profesional tanpa melakukan kesalahan konyol -- yang avoidable  -- karena tidak menyenangkan terlihat bodoh biarpun hanya satu orang saja audience  yang ada di sini. Aku sering membuat sesuatu untuk konsumsi pribadi saja. Misalnya, blog ini. Tidak ada satu mahluk pun yang datang hadir membaca dan  merespon. But that's okay.  Dalam beberapa aspek / hal, aku tak butuh perhatian dan atau pengakuan. Sendirian saja itu asyik. Sayangnya aku lebih sering mengantuk.

berbuat dan berbuah - bagian 2 : pendalaman

Sekitar dua minggu yang lalu, sudah kujelaskan konsep awal berbuat dan berbuah  yang kupahami dan kucoba praktekkan. Jadi sebagai kelanjutannya aku bahas singkat di sini. Berbuat adalah melakukan tindakan yang tepat dan terbaik berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. Pertimbangan yang dilakukan adalah semacam WWJD -- What Would Jesus Do? -- atau patokan ke figur baik sesuai kepercayaan dan pemahaman saat itu. Paling baik dan paling benar yang bisa dilakukan saat itu perlu penekanan karena evaluasi  much later down the road  tidaklah tepat bila ada tuding-menuding kesalahan. Ingat, hindsight bias  itu nyata adanya dan tidaklah benar jadi patokan menghukum. Misalnya saya membeli barang pada harga X dan sebulan kemudian harganya menjadi X minus 10 poin, apakah saya salah? Bisa iya, bila pada saat mengambil keputusan membeli tidak didasari analisis memadai. Bisa tidak, bila dasar pengambilan keputusan sudah memadai dan perlu diingat, tak seorangpun yang be...

Evaluasi Beberapa Hari Setelahnya

Jadi seperti yang pernah kutulis di sini sebelumnya, ketika aku mulai menulis lagi di blog ini, orang-orang sudah tidak lagi mengunjungi situs blog seperti ini. Tulisan opini sudah tidak lagi menarik untuk digarap. Persaingannya besar untuk dapat attention  tetapi pembaca sudah sedikit. Terlalu banyak orang yang berpindah platform  ke media sosial yang berat di foto dan video (dengan beberapa merk yang tak perlu disebutkan namanya sudah "menguasai" pasaran). Kita ini manusia yang condong di stimulasi visual berupa gambar diam dan gambar bergerak. Lebih memuaskan indera dan otak manusia. Membaca simbol seperti susunan karakter (tulisan seperti ini misalnya), dirasa tidak menarik atau tidak bermanfaat. Setidaknya itu pembacaanku  atas tren masa kini. Aku tidak punya cukup sumber daya untuk meriset sendiri. Yang kupikirkan memang di mana-mana aku makin jarang melihat orang membaca sumber tulisan seperti buku atau setidaknya koran dan majalah yang memasukkan foto sebag...

I Just Don't...

Equality Saw this from the internet. To me, this is additional information from just the red square and pink equal sign. I just don't think this nation which I am its citizen, will ever accept equality like this one.

Celebrating Diversity And Promoting Freedom Of Speech

Kira-kira itulah tema tadi di AtAmerika dengan menampilkan Tika and The Dissidents, Tembang Pribumi, comic  Liongky dan Pangeran. Juga memberikan panggung untuk aksi para Little Monsters  Indonesia. Dari judul acara saja seharusnya bisa ditebak bahwa yang kira rayakan adalah kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat -- selain merayakan keberagaman Indonesia. Seperti yang diucapkan tadi dalam acara, tidak boleh kita menghalangi orang lain berpendapat, meski bertentangan dengan pendapat kita. Tika juga sempat berterima kasih pada FPI karena jadi punya kesempatan bertemu dengan para Little Monster dari Indonesia. Menurutku, semoga di antara mereka ada yang datang langsung atau menonton live streaming dan sebelumnya tidak kenal dengan Tika. akan menjadi penggemar juga. Setidaknya ya berusaha mengenal lebih jauh.  Penampilan Tika tadi memuaskan. Tak sia-sia aku menggemari dia (mereka?) selama ini. Mengingat baru kali ini aku menonton penampilan dia (mereka?), aku harus ka...

Prewedding Photography, From My Own Perspective...

I have a lot of friends whose earning are through photography, so I can guess what would they think of me for writing this.   One of the most lucrative subcategory of photography business is Prewedding Photography. Everybody seemed to be doing this because the demand is quite high. There are a lot of couples want to have some series of photos to display at their reception. Many photographers are offering this service.   I see there can be pressure to the couple to match -- or even out-do -- the photographs displayed at their friends' or relatives' wedding ceremonies. From as low as a couple of millions (in some regions are even lower!), to the big numbers for big customers. From simple outdoor or studio session to trip to other continent, the offer as various as the customers' ability to pay. There are the competition among the photographers for the services offered. There are competitions -- albeit no one would admit --- among the would-be married couples.   A few years ...

Ada Banyak Hal Menarik

Menurutku ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di Jakarta! Dengan sebegitu banyak jiwa yang tinggal di wilayah ibukota ini, ditambah ada banyak kelompok komuter setiap harinya, begitu banyak variasi orang di sini. Bayangkan saja potensi yang ada karena tiap orang sebenarnya punya preferensi tentang apa yang dimaui atau tidak, ingin dibeli atau dinikmati dan mana yang tidak. You get my point . Sekarang yang perlu kulakukan adalah menemukan sesuatu yang cukup menarik yang bisa kami berdua nikmati bersama! Aku maksud adalah diriku dan Linda. Susahnya adalah dia cenderung memilih gedung berpenyejuk udara dan bisa window shopping . Juga menonton film di bioskop. Itu berarti ke mall atau plaza . Sungguh sangat membatasi pilihan. Bukannya aku tak suka ke tempat-tempat seperti itu tapi menurutku ada pilihan-pilihan lain yang bisa dikunjungi pada saat libur seperti hari Minggu ini. Menghabiskan waktu di warung kopi di sebuah mall di pusat kota Jakarta yang sejuk memang menye...