Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label work

Tidak Mudah Untuk Jadi Disiplin

Dalam menjalani proses kehidupan dan menyadari ada banyak hal yang perlu diperbaiki, kulakukan rencana dan target pencapaian personal yang akan dievaluasi secara berkala. Semua ini karena aku paham bahwa hanya akulah yang bisa kuharapkan untuk menyelamatkan diri sendiri dari hidup masa tua yang kondisinya menyedihkan. Jadi tentu saja semua rencana dimulai dari angan-angan dan imajinasi, dianalisis dengan pragmatis dan dihadapkan pada realitas keterbatasan pribadi. Semua rencana yang disusun itu perlu diperhatikan dan diingat bahwa tak akan berhasil tercapai bila tidak disiplin dalam bekerja dan berkomitmen. Jadi semua yang diharapkan bisa dicapai itu sudah dibuat serealistis mungkin tetapi tentu saja kebiasaan lama yaitu sikap yang tak bisa disiplin inilah yang membuatku tak bisa mencapai bahkan seperempat dari target personal yang dibuatkan itu. Masalahnya sederhana, ada terlalu banyak hal/barang/peristiwa yang mengalihkan perhatian dan menyita waktu serta perhatian. Bayangkan, ak...

Pengelolaan Emosi Dan Menjadi Dewasa

Dalam dunia profesional, kemampuan untuk mengelola emosi adalah perlu. Dalam bentuk dasar adalah tersenyum dan berkata, "Siap, Pak!" padahal dalam hati tidak menyukai instruksi yang diterima atau dalam kepala memikirkan bahwa tidak mungkin ide atasan tersebut -- yang dianggapnya cemerlang -- dapat diwujudkan seperti yang diinginkan beliau. Dalam dunia kerja, tantangan seperti mewujudkan permintaan dari atasan adalah cara untuk menaiki jenjang karir yang tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Sesuai pengalaman pribadi, pada akhirnya adalah bukan seberapa banyak hal yang dapat dirimu deliver  sesuai dengan schedule  yang ada tetapi seberapa dekat dirimu dengan atasanmu. Sungguh ironis karena itu berarti orang-orang yang bekerja keras dan memberikan hasil pada bagian awal, lalu "kehabisan amunisi" di bagian setengah akhir, akan dianggap tidak berhasil demi untuk menyelamatkan orang yang lebih "dekat". Memang dunia tidak adil tapi seperti itul...

Kemajuan Yang Dipaksakan

Paling utama dalam pekerjaan sekarang adalah mengejar kemajuan yang terukur. Pemisahan tanggung jawab yang jelas tapi fleksibel bila dibutuhkan juga perlu. Tidak bisa menjadikan kemajuan dengan tingkat tertentu sebagai acuan / target tetapi pemisahan peran dan tanggung jawab dicampuradukkan. Tidak sehat buat organisasi bila melakukan pengistimewaan untuk orang-orang tertentu yang sudah jelas tindakannya merugikan perusahaan atau bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung. Semua orang belajar, termasuk karyawan dalam perusahaan. Melihat kesalahan tidak dihukum, keputusan yang merugikan keuangan perusahaan tetapi orangnya tetap diberikan jabatan dan otoritas, pesan seperti apa yang mau disampaikan ke para karyawan lainnya? Semua orang bisa belajar misalnya dengan observasi. Itu sudah paling mudah. Bila ada pelanggaran yang tak dikenai sanksi apapun, bila kecurangan hendak dikuburkan, saat muncul kesempatan berikutnya di orang yang berbeda, kita bisa tebak apa yang akan terjadi. Meng...

Senin Malam, Banyak Kesibukan, Banyak Pengalih Perhatian

Sekarang Senin malam tanggal 3 Desember 2018. Ada banyak pekerjaan yang menunggu untuk kuselesaikan. Aku perlu belajar delegasi agar hidupku lebih ringan dan terkendali. Tetapi untuk mempercayakan begitu saja pekerjaan dan tugas yang dulu biasa kukerjakan itu tidaklah mudah. Sebenarnya aku sadar tanpa mendelegasikan tugas-tugas yang ada, termasuk melatih lebih dulu agar pelaksana paham dan bisa bekerja dengan baik, aku bisa tidak ke mana-mana, stuck  saja di tempat yang sama. Itu tidak baik karena akan memicu rasa tidak puas diri yang akut, komplikasi dengan rasa tidak percaya diri, dan mungkin sedikit dengki pada orang-orang yang justru karirnya bertambah baik. Aku perlu cara berbicara yang baik secara emosional agar aku bisa paham apa yang orang lain mau dan mereka bersedia menerima pendelegasian tugas dariku tanpa banyak protes lagi. Tidak mudah tapi harus dipelajari. Siapa bilang makin bertambah usia makin banyak yang diketahui? Aku justru merasa dengan banyak kesibukan mak...

Appearance is Important

So today I met with the new VP of HR in front of the elevator lobby and he asked me why did I dressed up, to which I said that each week from Monday until Thursday I usually met with various vendors, whether scheduled or improptu visit. I also told him that if those vendors came to our office wearing batik or formal shirt but I came out wearing t-shirt or looked like I was hanging out at a bus terminal, the company image will probably hurt. There was actually bigger chance that the people I met would take my instruction differently. Other reason was that it would show I respect myself and the person I'm meeting with. Of course I'm not saying that my experience taught me that same instruction from the same person using different outfit will certainly carries different weight. Appearance matters a lot. He agreed. Good for me, my point was delivered across well enough.

Pertama, Dapatkan Kepercayaan

Ketika masuk ke dalam lingkungan baru, aku tahu akan ada banyak tantangan yang kudapat. Lingkungan yang sudah terbentuk culture -nya, lengkap dengan orang-orang yang mungkin saja merasa sudah "menguasai" domain-domain tertentu. Sudah punya ceruk masing-masing dan akan bertahan dan berupaya mempertahankan dominasinya pada daerah tersebut. Tentu saja yang pertama kali kulakukan adalah berupaya mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang ada dalam posisi menentukan. Mereka yang menandatangi persetujuan. Yang punya kekuasaan dalam tahap dan bagian tertentu yang bisa mempengaruhi bahkan menentukan keberhasilan project delivery  kami. Pendekatan profesional dalam rangka mendapatkan kepercayaan itu tidaklah mudah. Harus dilakukan secara terus-menerus dan dengan seksama. Tidak ada itu namanya overpromised but underdelivered.  Akan memalukan dan tidak memperlihatkan kualitas yang aku punya. Biarpun kualifikasiku tidaklah bisa dikatakan sophisticated  atau bagaimana. Setidakn...

Work Life

This should be brief. In your work life, you should have targets. From your manager(s), or from yourself. When all your personal target is money and more money, even after ten years of full time work, how much will make you satisfied? Going up daily, get to work, finish the day's tasks, go back home, and repeat the same thing tomorrow, how long can you endure without losing parts that make you what you are? That is, I assume you are a lot more than just a money-oriented adult. Therefore, other things beside money that you are aspire/want to be/get. Your work life, how much it resembled your dream? Close enough? Very different?

Don't Expect Work

Tim Ferriss said, and I quote, " Do Not Expect Work to Fill a Void That Non-Work Relationships and Activities Should". What does that tells me? Well, for one thing, I might be prioritize wrongly and for such a long time. Bad enough that I was always not able to finish a lot of things important, I even use the long-hours work to justify that I don't have adequate time to make new friends or properly bond with colleagues. No wonder sometimes I felt deeply unsatisfied with how the condition is which actually it was I who put myself in this in the first place. This is not and never good. And all those time passed without any ability to get back? Such a huge waste.

Live With Your Own Hands

You have hands, two of them. Why not create something that you can appreciate? You are able-bodied young man, why not build something tangible and would last? Why spend so many times in front of computer, doing things for big companies, making/processing/analyzing datas that in one or two months from now, no one will use anymore? Why spend minimum twelve hours in an office and most of the time you would come home with nothing to be proud of, nothing to be showed to? Where's dignity in that? Self-respect? Where's the satisfaction? I know this current project is not easy. It's complex and is high stake for a lot of people. And with that came the clases, issues, bickerings and stress. But you got to kjow your capacity, your depth of character, your ingenious way of solving problems, seeing opportunities, and act upon them. You push yourself hard to achieve any and all target that were set upon you on daily, weekly, monthly, basis. You take them all and work real hard bec...

Should I Be Worry?

I have thought that being in-between jobs would be interesting enough because I would then have time to do what I wanted, personal projects and pursuing hobby. But then I read about dire condition in the Europe and United States, about young people being jobless or must take underpaying work just to get barely independent. Some are even moving back to their parents' house or living rent free with their friends. People with higher education degree compete for jobs that were previously offered to immigrants who would accept lower salary. Here I thought that it would be always sunshine and happy yet I know in some corner of my mind that that wouldn't be so. Should I be worry? Of course I should. The more time I spent being unemployed, the more chance that I wouldn't get a follow up for job interview after sending out my resume. Even more risk because I lived in Indonesia, where competition is actually fierce and employers can be very picky because there's more peop...

I Want A Pet! But Can't...

Dorm Mate's Puppy Being in this line of work, I cannot get what I want, that is, to own a puppy. Or any pet at all. You know, being working long hours and the probability of have to relocate on a moment's notice. So I do what I can do, which is to play with someone's puppy. At least that lessen my need to some degree.

Don't Deviate From Your Own Path For Too Long

You and I, we all have life of our own, each with its path. You might know what's yours but I am still in the process of figuring that out. What I need is mentor(s) and reasonable friends who'd understand that I might need more help from them than anything I can offer them at all. Well, maybe I won't be able to repay any of them adequately but don't worry, I'd pay forward. In the mean time, please don't deviate from your own path. But if you ever do, don't be lost for too long because you might not be able to go back on track and that could be unhealthy, unprosperous, dangerous, or even lethal. Fun With Friends! If there come the time when you want to try something else that was new or novel, just do it since there might be no other time or second chances. So later in life, you might have more stories to tell than I do. Telling people stories about what happened is much more interesting that telling them about "what if", right? ...

This Saturday Morning

Sometimes, like on this Saturday morning, I log on to company's network and reply emails. Even compiled and sent report for everyone involved in my part of work. Why would I do that? I don't know. This is not the usual me. But since I don't feel any obligation to do that work, I'm fine with it.

Berbeda.

Melakukan perjalanan sehari-hari menggunakan angkutan umum membuatku sadar bahwa kita berbeda. Menurutku, aku sepantasnya bersyukur atas apa yang aku peroleh. Dari mengamati sekitar, aku diingatkan bahwa masih ada banyak orang yang taraf ekonominya lebih rendah, tapi bisa terlihat hidup lebih berbahagia. Misalnya si supir angkot tadi. Dia terlihat sangat senang bisa bawa pulang tiga puluh ribu rupiah pada hari ini. Aku? Bawa pulang sepuluh kali lipatnya pun, belum tentu bisa tersenyum. Sangat berbeda. Jauh. Mungkin hidupku terlalu serius dan aku sering melihat gelas yang setengah kosong.

New Challenge!

Okay ! Now that it's official, I've been declared by my manager as the new Project Controller in MEGA 2 project that (informally) will be launched next week! That means I would be doing more work and my bosses will depend on me to supply them with the gist of roll-out progress. Of course I'm afraid that I would screwed up on this. But I think that feeling is normal whenever anyone get assigned to a new role that one never request. I don't know how my boss pick me for this role. Was it because I seemed to be able to answer some question faster than anybody else? Was it because of my attitude? Or how I dressed and interact in meeting with customers? Or was it because no one else will take the role? I will found out as time goes by and I took on the new role. This is a challenge and I hope I can do it!

Shame

Many times I feel ashamed of not being able to contribute more to the society. Not giving back when I have so many. Not that I don't want to, because I really do. I just don't know where to channel my abundance or surplus without someone else pilfered it for own personal gain. I distrust the nature of many people because I've seen so many charities misdirected or being used not for the initial purpose. It's like many people now seemed entitled to take some part of the money (or stuffs) that they supposed to use for benefit of community and unashamedly confiscate and use personally. And this type of behaviour is making myself sick.

Tidak Tahu? Sama!

Menjadi karyawan sebuah perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi dan jasa pemeliharaannya, membuatku bertanya pada diri sendiri: "Inikah yang kucari? Inikah posisi yang tepat dalam hidupku?" Dan yang lebih penting lagi: "Apakah aku puas dengan pencapaian selama ini?" Jawaban yang bisa kuberikan adalah: "Rasanya bukan. Sepertinya tidak." Dan, "Belum!" Aku masih mencari posisi dan peranku dalam hidup, apa yang bisa kuberikan pada diri sendiri, apa yang bisa kuberikan untuk orang lain. Sudah cukup berguna dan bermanfaatkan kiprahku di dalam perusahaan, bagi orang di sekitar, bagi orang yang kusayangi, untuk orang yang bahkan tidak pernah kutemui secara langsung. Seperti krisis diri - biarpun aku tidak sudi menyebutnya sebuah "krisis" karena akan terdengar seperti keadaan genting dan memaksa - yang berkepanjangan. Aku tahu apa pemicunya, di mana titik mulainya, dan samar-samar aku bisa bayangkan apa solusinya. Tapi un...

Prepare To Move Again!

In the past few weeks, the current deputy told us (and me) that we must work very hard until May 2013. Very hard, we have meeting at 7 PM weeknights! Why May 2013? Because that's the target that all our 250-ish sites must get to the last status of ready for construction. That's good because I know the deadline of this project but that means that the latest I will be in this town is June 2013. After that, who knows? This is project. I am hired based on what people interviewed me think I am capable of. But you see there will be less people in the team because one person will not extend contract. Another guy, not yet received new contract. Anyway, I know I can get the challenge here done and done well. But to think that at June 2013 I will not be sure where I will be, that's not pleasant. And because of that issue, I cannot support Pandai Besi's crowdfunding project, although I am very keen on helping. Well, maybe another city or another town won't be...

Nyasar Sampai ke Bandung Indah Plaza

Namanya juga hari Minggu, dimana seharusnya kita memanfaatkan waktu untuk beristirahat, tetapi niat (mulia) awalku adalah memperbaiki database pekerjaan yang seharusnya sudah selesai kulakukan sejak dua minggu yang lalu. Kalau kalian tahu seperti apa database-nya, mungkin kalian pun akan menunda pekerjaan itu seperti aku. Malah aku habiskan hari Minggu ini dengan tadi pagi membaca buku, lanjutkan makan siang selama dua jam lebih, dan kemudian sekarang malah jalan kaki sampai akhirnya mampir ke Bandung Indah Plaza dan minum kopi. Lalu iseng memfoto dan kemudian menulis blog (tentu saja update yang ini). Lalu ada sesi browsing- browsing yang tidak terlalu penting. Thinkpad X220, A Cup Of Americano, Shades. Seharusnya semuanya kalah penting dibandingkan dengan perbaikan database ini! Aku butuh database yang benar dan tepat, akurat dan update, karena dari situlah aku mendapatkan penghasilanku sebagai seorang kuli korporasi besar. Kadang aku suka mengacaukan prioritas. Bagaimana ...