Langsung ke konten utama

Postingan

secara teori, semua ini buruk

kalau tidak disangka dan tidak melakukan persiapan, apa yang terjadi saat ini terasa sangat buruk. kehilangan dan kerugiannya nyata. ketakutan akan diskontinuitas juga besar sekali. mau bagaimana menghadapi masa depan yang tak pasti ketika diri ini tak bisa beradaptasi? jadi kalau tidak melakukan apapun, bakal salah. kalau mau melakukan sesuatu, dengan segala keterbatasan kondisi, akan melakukan apa sebagai jalan keluarnya?

Fluktuatif dan Inkonsisten

kayak harga saham gorengan, fluktuatif moodku menulis. sialnya lebih banyak "gak mood". kalau dipertimbangkan ulang, memang konsistenku hanya dalam hal selalu inkonsisten. bila dilihat rekam jejakku dalam menulis, sudah mulai sejak sekolah dasar tapi tak pernah ada manfaat menulis ini. seperti curahan hati yang terasa memalukan bila dibaca ulang sepuluh tahun kemudian. ya, mungkin seperti tulisan ini bila terbaca lagi olehku sepuluh atau lima belas tahun lagi. aku butuh bantuan. atau butuh kejutan. agar mau berubah. aku cenderung menyuruh orang lain untuk berubah sedangkan aku tak bersedia melakukan apa-apa untuk perbaikan diri sendiri. hanya karena merasa "gak mood" tadi itu, yang terlalu sering muncul. bayangkan ada berapa banyak self-project yang sudah dimulai tapi tak berlanjut. sejumlah besar dana yang dikeluarkan untuk melakukan ini itu tapi tak selesai. padahal usia terus bertambah dan kemampuan bergadang untuk melakukan kegiatan ekstra makin tergerus. inkons...

tidak sangka tetap #stagnan

Seharusnya sudah diduga dan melakukan langkah antisipasi kalau upaya yang hendak dilakukan ternyata lebih bagus di rencana daripada saat eksekusi. Sekarang ini semua seperti jalan di tempat saja. Stagnan, kata orang. Dengan mengamati kondisi hari ini dibanding keadaan empat belas hari yang lalu, terbukti tanpa kemajuan karena kurang komitmen pada target bersama. Kutulis ini seperti tanpa beban padahal tidak. Sungguh tak tepat menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri. Cuma saja bisa dilihat orang-orang yang survive di dunia bisnis profesional punya kemampuan untuk mengalihkan ke-stagnan-annya kepada pihak ketiga. Itulah kemampuan yang aku belum punya dan seharusnya sudah kumiliki dalam lima belas tahun terakhir. Kalau saja aku bisa -- dan tega -- melakukan apa yang dilakukan orang lain untuk menjejaki jenjang karir, mungkin aku sudah entah ada di (negara) mana sedang melakukan apa, yang jelas bukan menulis update pada sebuah blog yang tak dibaca seorang pun.

memutar uang tanpa ada dasar keilmuan

kondisi memaksaku untuk berjudi karena aku memutuskan memutar uang tanpa ada dasar keilmuan yang cukup. belajar sambil praktek namun tetap menungukur kemampuan. semuanya karena aku tak bisa membaca tanda dan membuat prediksi. untuk membuat rencana saja aku belum mampu. kalau kata orang bijak yang sudah pengalaman, hanya menunggu waktu bagi orang sepertiku untuk akhirnya kehilangan semuanya. tentu aku tak ingin mengalami kesialan kehilangan banyak maka aku mencoba apa yang aku bisa: mencatat pergerakan dan perpindahan dalam jangka waktu tertenu lalu melakukan evaluasi. sepertinya mudah dan sederhana, cuma mencatat saja. yang sulit itu mengambil kesimpulan tepat dari data yang ada.

kalau punya, apa dipakai?

Jadi aku sedang berpikir untuk membeli sebuah gadget lagi untuk dipakai dengan iseng -- dan siapa tahu nanti akan butuh -- atau dengan serius, siapa tahu? Tentu saja masih ragu karena ada banyak barang yang kubeli tapi sangat jarang dipakai. Tersia-siakan teronggok sampai rusak. Hidup mubazir sepertinya adalah jalan hidupku. Siang ini terasa sangat mengantuk karena aku kurang tidur. Sekedar pengingat saja bahwa tak semua hal yang terlihat menarik itu harus dibeli dan dimiliki.

#tidakmudahmaju karena #dirumahaja

Bingung melihat keadaan saat ini karena tidak jelas siapa yang dapat diikuti dan didukung. Perang narasi dan pancingan sentimen untuk mengumpulkan massa sangat terasa. Entah apa jadinya masa depan bangsa ini. Dengan membiarkan segalanya terjadi tanpa ada check and balance maka akan ruwet hidup di Indonesia di masa yang akan datang. Soalnya ada pembiaran atau malah dukungan tersembunyi atas pemanfaatan simbol-simbol tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok -- if you know what I mean. Jadi tidaklah banyak yang tersisa yang bisa dilakukan. Menghabiskan waktu #dirumahaja sudah beberapa bulan karena wabah pandemi ini, perlahan-lahan terasa kejenuhan, frustrasi. Berhati-hatilah jangan sampai melakukan kesalahan dengan melampiaskan frustrasi itu pada anggota keluarga yang tinggal bersama-sama dengan kita. Itu tidak baik dan tentu salah. Jangan sampai terjadi.

#tidakmudahmaju dan Percaya

Hari ini ada pengalaman yang membuka mata. Selama ini aku memang menyimpan keraguan dan hari ini terjawab jelas. Jangan percaya dengan orang yang baik-baik saja kepadamu tanpa pernah menguji ketulusannya. Apalagi kalau berada dalam lingkungan yang sebenarnya secara implisit terjadi semacam kompetisi. Soal teamwork adalah omong kosong belaka. Siapa yang akan melakukan apa, siapa yang mendapatkan keuntungan apa, apakah kamu dibantu atau tidak dan mengapa, dan hal-hal seperti itu. Tidak mudah menerima kenyataan tetapi harus kuingat dalam lingkungan sehari-hari pun aku menghadapi kompetisi. Aku harus bisa menang.