Langsung ke konten utama

Berusaha Untuk Orang Lain

Pernahkah aku melakukan sesuatu untuk orang lain? Sebuah tindakan atau perbuatan yang semata-mata adalah demi orang lain tanpa memikirkan apakah diri sendiri akan mendapat manfaat atau tidak dari aktivitas kita itu?

Aku bisa jawab: Pernah!

Apa yang kulakukan saat itu tak usahlah dijelaskan karena aku juga tak ingat detailnya.

Sekarang mayoritas kegiatan/usaha/aktivitas yang aku lakukan itu adalah demi untuk diri sendiri dan syukur-syukur bisa membawa manfaat bagi orang lain, langsung maupun tidak langsung.

Sekarang mayoritas kegiatan/usaha/aktivitas yang aku lakukan adalah demi semacam instant gratification yang tentunya lebih disukai daripada dampak/hasil/manfaat yang baru dapat dirasakan/dinikmati somewhere later along the road. Wajar, bukan?


Lalu bagaimana dengan Linda? Pernahkah aku melakukan sesuatu hanya demi dia dan tanpa sedikitpun aku mempertimbangkan manfaatnya untukku?

Pernah. Hanya saja sangat terlalu jarang sekali. Memang, kasihan Linda. Dia seharusnya mendapatkan lebih banyak lagi daripada yang dapat kuberikan (dengan kikirnya) saat ini. Tapi aku (dengan kekikiranku ini) bisa apa?

Maaf ya, Linda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

Daft Punk di Tron: Legacy

Dari sekian banyak blog post di internet soal film Tron: Legacy dari Disney ini, pastilah juga ada banyak yang membahas tentang Daft Punk yang mengisi ilustrasi musiknya. Tak apalah aku menambahkan satu post lagi yang bersifat minat personalku tentang angle Daft Punk, Disney, dan film fiksi ilmiah tentang komputer. Pemilihan duo Daft Punk adalah pilihan yang tepat. Musik mereka elektronik. Style  mereka robotik. Film ini tentang komputik (yeah, aku tahu aku memaksa rimanya). Tetapi betapa menariknya mendengarkan satu album ilustrasi musik untuk film ini membuatku sangat bersemangat untuk menontonnya! Aku ingin tahu apakah Linda akan merasakan hal yang sama denganku? Mengingat sekian tahun yang lalu aku membaca cerita tentang film Tron di terbitan Intisari yang saat itu sangat captivate  imajinasiku! Bayangkan: sebuah dunia dalam komputer dimana program-program saling berinteraksi, lengkap dengan adegan balap dan duel cakram! Keren! Padahal aku hanya membaca tulisan tent...

Cara Menarik Perhatian Adalah Dengan Menampilkan Yang Terbaik!

Apa yang lebih sering aku tampilkan pada dunia tak selalu adalah bagian terbaik dari diri sendiri. Bisa jadi yang terlihat adalah kombinasi  dari bertahun-tahun  kebiasaan buruk dan perilaku yang didasari rasa takut. Semua rasa tak aman dan keterbatasan itu menutupi kelebihan yang seharusnya ditunjukkan kepada semua orang. Ini berarti, daripada selalu menjadi diri sendiri (dengan segala kekurangannya yang terasa nyaman dan terbiasa ditampilkan), fokuslah pada mencari dan menampilkan sisi yang terbaik bagi diri sendiri dan untuk orang lain juga.