Langsung ke konten utama

Pertama, Dapatkan Kepercayaan

Ketika masuk ke dalam lingkungan baru, aku tahu akan ada banyak tantangan yang kudapat. Lingkungan yang sudah terbentuk culture-nya, lengkap dengan orang-orang yang mungkin saja merasa sudah "menguasai" domain-domain tertentu. Sudah punya ceruk masing-masing dan akan bertahan dan berupaya mempertahankan dominasinya pada daerah tersebut.

Tentu saja yang pertama kali kulakukan adalah berupaya mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang ada dalam posisi menentukan. Mereka yang menandatangi persetujuan. Yang punya kekuasaan dalam tahap dan bagian tertentu yang bisa mempengaruhi bahkan menentukan keberhasilan project delivery kami. Pendekatan profesional dalam rangka mendapatkan kepercayaan itu tidaklah mudah. Harus dilakukan secara terus-menerus dan dengan seksama.

Tidak ada itu namanya overpromised but underdelivered. Akan memalukan dan tidak memperlihatkan kualitas yang aku punya. Biarpun kualifikasiku tidaklah bisa dikatakan sophisticated atau bagaimana. Setidaknya aku akan bisa mengukur kemampuan diri sendiri dengan membandingkan dengan orang-orang lain yang setara posisi dan tanggungjawabnya.

Mendapatkan kepercayaan adalah langkah awal karena aku akan butuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi yang perlu diubah. Tidak ada yang sudah begitu sempurnanya sampai tidak bisa diperbaiki lagi. Setidaknya itulah yang kuanggap bisa kukontribusikan ke lingkungan yang baru kumasuki.

Baru enam bulan berjalan. Masih butuh waktu lebih lama dan masih tetap berhati-hati dalam bekerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Persistent, With Smile"

Itulah motto yang harus kupegang dalam menjalankan tugas sekarang ini. Maksud dari "Persistent, With Smile" adalah bahwa aku tetap ngotot mencapai tujuan tugas/ kerja tanpa melupakan untuk terus tersenyum. Terdengar lebih mudah daripada kenyataannya karena saat mendapati hasilnya tak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan, bisa jadi terasa pesimis, frustrasi, atau bahkan putus asa dan menjadi apatis! Ini tentu tidak baik dan tidak sehat. Untuk tetap bisa tersenyum dalam arti senyum yang sebenarnya, bukan senyum palsu yang dipaksakan, aku tentu akan mencoba mencari alasan yang pas. Tentu untuk bisa tersenyum dengan tulus dan punya makna, aku sedang ingin tersenyum. Yang kulakukan kemudian adalah menemukan hal-hal yang membuatku bisa tersenyum! Pencapaian kecil, lelucon pribadi, hal menyenangkan yang bisa kunikmati sendiri atau dibagi dengan orang lain. Tetap berusaha keras dengan memikirkan cara dan solusi terbaik, alternatif yang wajar, jalan keluar dari masalah,...

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

Ekonomi Digital

Ekonomi digital di masa depan itu kunci. Aku perlu adaptasi agar tidak tertinggal, yang berarti dimiskinkan tanpa bisa bangkit lagi. Memang semua orang perlu makan, pakaian, tempat tinggal. Tapi untuk memperoleh itu semua, penguasaan atas apa yang sedang dibutuhkan itu perlu. Maju dan merangsek ke dalam, menembus batas yang dibuat orang, menghalangi atau mengurangi pembagian. Menyesuaikan diri dan beradaptasi untuk masa depan dengan tumpuan pada ekonomi digital.