Langsung ke konten utama

ini semua soal prioritas

 kalau dipikir-pikir ini semua hanyalah soal menentukan  prioritas. mau melakukan apa, kapan, dan biaya  berapa? seperlu apa dengan ini? kenapa ini dan bukan yang lain? ada banyak pertanyaan yang malas untuk dijawab karena tentunya making decision is exhausting.

tidak ada yang mudah dalam hidup, kecuali beberapa hal yang dapat dilakukan otomatis seperti gerak bernapas yang pada manusia normal dan sehat sudah pasti dilakukan tanpa perlu dipikir lagi. mana ada orang sehat lupa bernapas, coba...

jadi balik ke hal prioritas itu, aku pikir tidaklah mudah menjalani hidup dalam lingkungan yang penuh dengan distraksi. apalagi aku yang sudah sangat terbiasa membaca opini orang dalam 280 karakter atau lebih sedikit. kalau diberikan teks panjang langsung pusing. bagaimana pula aku bisa mempelajari hal baru dan mengerti bahwa inilah yang kubutuhkan dan keputusan ini sudah yang paling baik?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

"Persistent, With Smile"

Itulah motto yang harus kupegang dalam menjalankan tugas sekarang ini. Maksud dari "Persistent, With Smile" adalah bahwa aku tetap ngotot mencapai tujuan tugas/ kerja tanpa melupakan untuk terus tersenyum. Terdengar lebih mudah daripada kenyataannya karena saat mendapati hasilnya tak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan, bisa jadi terasa pesimis, frustrasi, atau bahkan putus asa dan menjadi apatis! Ini tentu tidak baik dan tidak sehat. Untuk tetap bisa tersenyum dalam arti senyum yang sebenarnya, bukan senyum palsu yang dipaksakan, aku tentu akan mencoba mencari alasan yang pas. Tentu untuk bisa tersenyum dengan tulus dan punya makna, aku sedang ingin tersenyum. Yang kulakukan kemudian adalah menemukan hal-hal yang membuatku bisa tersenyum! Pencapaian kecil, lelucon pribadi, hal menyenangkan yang bisa kunikmati sendiri atau dibagi dengan orang lain. Tetap berusaha keras dengan memikirkan cara dan solusi terbaik, alternatif yang wajar, jalan keluar dari masalah,...

Ekonomi Digital

Ekonomi digital di masa depan itu kunci. Aku perlu adaptasi agar tidak tertinggal, yang berarti dimiskinkan tanpa bisa bangkit lagi. Memang semua orang perlu makan, pakaian, tempat tinggal. Tapi untuk memperoleh itu semua, penguasaan atas apa yang sedang dibutuhkan itu perlu. Maju dan merangsek ke dalam, menembus batas yang dibuat orang, menghalangi atau mengurangi pembagian. Menyesuaikan diri dan beradaptasi untuk masa depan dengan tumpuan pada ekonomi digital.