Langsung ke konten utama

Postingan

Something To Fight For

Better welfare. Certain future. Clear career path. To many, those are some of things in life that worth fighting for. I, too, agree. That's why I decided to support tomorrow's 2-days strike by joining the demonstration. Because I care. No matter what the outcome is, no matter how the effect to the company, the first and foremost thing is that we take real action for something that we think worth the fight.

Mengatasi Kondisi Buntu...

Ada kalanya kita merasa terbentur dan tak bisa bergerak lagi. Stuck . Buntu. Mau apalagi? Biasanya yang kulakukan setelah menghabiskan waktu berputar-putar di tempat yang sama adalah: meneruskan langkah dari tempat kita terhambat itu. Biarpun jalan keluar tak terlihat. Meskipun arah tak lagi pasti. Walaupun tujuan tak bisa terlihat. Yang penting, kita bergerak. Nanti kita akan menemukan jalan keluar. Mungkin bukan menuju hasil sesuai yang kita inginkan. Tetapi hidup tidaklah sempurna begitu pula dengan hasil usaha kita. Yang penting, kita bergerak. Temukan solusi. Temukan hasil. Ulangi proses.

Persaingan!

Dalam pekerjaan, bahkan dalam satu tim, pastinya ada kompetisi. Biarpun bekerja bersama-sama, duduk di meja yang sama, tapi persaingan pasti ada. Seperti itulah yang kurasakan saat ini. Persaingan. Kompetisi. Bahkan sepertinya ada pengelompokan "anak baru" dan "orang lama". Tidak kentara, hampir tidak terasa, tapi ada. Yang membuatku kuatir adalah bahwa gap  seperti ini hanya akan berujung pada tidak tercapainya target. Ujungnya? Ada yang akan menjadi korban. Tebak, siapa yang kemungkinan akan menjadi korbannya? Seharusnya bukan aku. Itulah sebabnya aku harus bekerja lebih keras lagi dibandingkan orang-orang lain. Berusaha lebih baik, bekerja lebih taktis dan efisien. Usaha yang dilakukan harus efektif. Aku seharusnya bisa lebih baik lagi.

Maju! Jalan Terus! (Oh Ya?)

Dalam menjalani hidup, ya harus maju ke depan. Masa berjalan mundur ke belakang? Jangan jadi orang bodoh yang tak mau berpikir dengan jernih. Saat ini ada tantangan baru. Kenapa tidak dicoba menjalani dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya yang menjadi masalah adalah ketidakpastian yang membentang bagai tirai gelap yang menutupi sekelilingku, hanya menyisakan ruang sempit di sekitar. Lebih dari itu, segalanya tidak jelas. Dulu aku pikir hal seperti ini tidak akan terjadi padaku. Sekarang ternyata ide atau tema seperti ini terasa sangat mengganggu dan membebani pikiran, membuat gelisah, dan tak berdaya. Kenapa harus menjalani sesuatu dengan sebaik-baiknya, berusaha memandang dari sisi positif, bila pada dasarnya sistem yang berjalan hanya punya satu parameter: mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup diri sendiri . Apa mau jadi seperti peribahasa: "Habis manis, sepah dibuang."?

Effective Leadership Skill

Namanya juga untuk peningkatan kemampuan, jadi waktu ada tawaran sesi singkat di kantor bertema Effective Leadership Skill  maka dengan antusias aku mendaftarkan diri mengikutinya. Diawali dengan penjelasan menarik, kemudian para peserta dibagi dalam dua tim, dan entah bagaimana aku tiba-tiba dipilih sebagai ketua tim! Apakah mereka semua terpukau dengan karisma kepemimpinanku yang sedang kulatih ini? Mengagumkan! Sayangnya aku tak bisa memaksimalkan pelatihan berhubung berkali-kali ada telepon dan orang yang mencariku. Entah kenapa pada saat aku bisa menerima interupsi pekerjaan (bila ada), tak ada seorangpun yang mencariku. Tetapi begitu aku ingin beraktivitas sesuatu yang (sedapat mungkin) jangan sampai terganggu, ada saja hal yang memecah perhatianku. Apakah ini semacam fenomena yang aku amati terjadi pada diri sendiri atau ada juga yang mengalaminya? Setidaknya aku  hanya kehilangan kurang lebih seperempat dari keseluruhan pelatihan. Menurutku tidak terlalu buruk ...

Waiting For The Dead To Walk Again

I mean that I am waiting for the hit series from AMC, "The Walking Dead". One of my favorite TV series right now because it involves zombies! Lots of them! And the story is dark as it should be! Oh how I can't wait for October 14! And excited as I am, my sentences ended with exclamation marks! OMG! Can't believe I'm writing like this! "This October, Fight The Dead, Fear The Living."

Menyalahkan Pemimpin

Sulitnya mendapatkan Pemimpin yang baik. Bila sudah bekerja beberapa lama, hal seperti ini akan terasa. Seperti kata seorang motivator yang sering tampil di acara televisi yang kira-kira berbunyi seperti ini: " Andalah yang memilih Pemimpinmu, bukan sebaliknya." Jadi sebagai seorang karyawan biasa, tidak bisa kita serta merta menyalahkan Pemimpin kita saat itu dengan misalnya mengatakan bahwa beliau tidak mengerti kemampuan dan kemauan kita. Tak cocok menganggap Pemimpin kita tak mampu mengemban tugasnya atau dia adalah orang yang tak peduli pada anak buahnya. Beliau tak sepenuhnya bisa disalahkan karena pertanyaannya adalah: Memangnya apa yang kau lakukan dengan bertahan tetap menjadi anak buahnya? Bukankan itu berarti kau membiarkan dirimu berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan tersebut?