Langsung ke konten utama

Postingan

Akhirnya Menonton Sheila on 7 Juga!

Setelah 16 tahun usia Sheila on 7, akhirnya aku beruntung juga bisa menonton performance mereka! Demi merekalah aku menembus hujan deras yang mengguyur kota Bandung. Menuju GOR C-tra Arena di Jalan Cikutra, ke event Pesona IM Telkom 2012. Saat aku menonton mereka, aku berada di antara penonton muda usia yang saat So7 mulai terbentuk, mereka (paling) masih baru masuk sekolah dasar. Tentu saja aku berada di barisan terdepan dan berdiri merapat di pagar barikade, sambil membawa kamera untuk merekam momen menarik yang mungkin saja akan terjadi. Dan memang terjadi! Dalam pertunjukan pertama mereka yang aku tonton, aku bisa ikut mengangkat badan Duta yang menerjunkan diri ke tengah-tengah penonton, bisa menepuk lengan Eross dan memegang gitar listriknya yang sudah berumur itu, juga berhasil menangkap satu buah stik drum Brian! Kalau saja aku dapat pick bass Adam, lengkap sudah! Tapi memang kita jangan serakah, benar? Duta So7

Menghabiskan Waktu Bersama

Menghabiskan waktu bersamamu seharusnya menyenangkan dan memang seperti itulah yang kurasakan. Namun ada sesuatu yang menggantung di bagian belakang benakku, berkali-kali kucoba dorong agar tidak mengganggu tetapi dia tetap gigih hendak memunculkan diri ke depan, agar aku bisa memperhatikannya. Sebuah pertanyaannya, "Sampai kapan?" Kita tidak bertambah muda. Kita selalu bertambah usia. Aku tahu kau tahu apa yang aku maksudkan.

Something To Fight For

Better welfare. Certain future. Clear career path. To many, those are some of things in life that worth fighting for. I, too, agree. That's why I decided to support tomorrow's 2-days strike by joining the demonstration. Because I care. No matter what the outcome is, no matter how the effect to the company, the first and foremost thing is that we take real action for something that we think worth the fight.

Mengatasi Kondisi Buntu...

Ada kalanya kita merasa terbentur dan tak bisa bergerak lagi. Stuck . Buntu. Mau apalagi? Biasanya yang kulakukan setelah menghabiskan waktu berputar-putar di tempat yang sama adalah: meneruskan langkah dari tempat kita terhambat itu. Biarpun jalan keluar tak terlihat. Meskipun arah tak lagi pasti. Walaupun tujuan tak bisa terlihat. Yang penting, kita bergerak. Nanti kita akan menemukan jalan keluar. Mungkin bukan menuju hasil sesuai yang kita inginkan. Tetapi hidup tidaklah sempurna begitu pula dengan hasil usaha kita. Yang penting, kita bergerak. Temukan solusi. Temukan hasil. Ulangi proses.

Persaingan!

Dalam pekerjaan, bahkan dalam satu tim, pastinya ada kompetisi. Biarpun bekerja bersama-sama, duduk di meja yang sama, tapi persaingan pasti ada. Seperti itulah yang kurasakan saat ini. Persaingan. Kompetisi. Bahkan sepertinya ada pengelompokan "anak baru" dan "orang lama". Tidak kentara, hampir tidak terasa, tapi ada. Yang membuatku kuatir adalah bahwa gap  seperti ini hanya akan berujung pada tidak tercapainya target. Ujungnya? Ada yang akan menjadi korban. Tebak, siapa yang kemungkinan akan menjadi korbannya? Seharusnya bukan aku. Itulah sebabnya aku harus bekerja lebih keras lagi dibandingkan orang-orang lain. Berusaha lebih baik, bekerja lebih taktis dan efisien. Usaha yang dilakukan harus efektif. Aku seharusnya bisa lebih baik lagi.

Maju! Jalan Terus! (Oh Ya?)

Dalam menjalani hidup, ya harus maju ke depan. Masa berjalan mundur ke belakang? Jangan jadi orang bodoh yang tak mau berpikir dengan jernih. Saat ini ada tantangan baru. Kenapa tidak dicoba menjalani dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya yang menjadi masalah adalah ketidakpastian yang membentang bagai tirai gelap yang menutupi sekelilingku, hanya menyisakan ruang sempit di sekitar. Lebih dari itu, segalanya tidak jelas. Dulu aku pikir hal seperti ini tidak akan terjadi padaku. Sekarang ternyata ide atau tema seperti ini terasa sangat mengganggu dan membebani pikiran, membuat gelisah, dan tak berdaya. Kenapa harus menjalani sesuatu dengan sebaik-baiknya, berusaha memandang dari sisi positif, bila pada dasarnya sistem yang berjalan hanya punya satu parameter: mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup diri sendiri . Apa mau jadi seperti peribahasa: "Habis manis, sepah dibuang."?