Langsung ke konten utama

Postingan

tidak sangka tetap #stagnan

Seharusnya sudah diduga dan melakukan langkah antisipasi kalau upaya yang hendak dilakukan ternyata lebih bagus di rencana daripada saat eksekusi. Sekarang ini semua seperti jalan di tempat saja. Stagnan, kata orang. Dengan mengamati kondisi hari ini dibanding keadaan empat belas hari yang lalu, terbukti tanpa kemajuan karena kurang komitmen pada target bersama. Kutulis ini seperti tanpa beban padahal tidak. Sungguh tak tepat menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri. Cuma saja bisa dilihat orang-orang yang survive di dunia bisnis profesional punya kemampuan untuk mengalihkan ke-stagnan-annya kepada pihak ketiga. Itulah kemampuan yang aku belum punya dan seharusnya sudah kumiliki dalam lima belas tahun terakhir. Kalau saja aku bisa -- dan tega -- melakukan apa yang dilakukan orang lain untuk menjejaki jenjang karir, mungkin aku sudah entah ada di (negara) mana sedang melakukan apa, yang jelas bukan menulis update pada sebuah blog yang tak dibaca seorang pun.

memutar uang tanpa ada dasar keilmuan

kondisi memaksaku untuk berjudi karena aku memutuskan memutar uang tanpa ada dasar keilmuan yang cukup. belajar sambil praktek namun tetap menungukur kemampuan. semuanya karena aku tak bisa membaca tanda dan membuat prediksi. untuk membuat rencana saja aku belum mampu. kalau kata orang bijak yang sudah pengalaman, hanya menunggu waktu bagi orang sepertiku untuk akhirnya kehilangan semuanya. tentu aku tak ingin mengalami kesialan kehilangan banyak maka aku mencoba apa yang aku bisa: mencatat pergerakan dan perpindahan dalam jangka waktu tertenu lalu melakukan evaluasi. sepertinya mudah dan sederhana, cuma mencatat saja. yang sulit itu mengambil kesimpulan tepat dari data yang ada.

kalau punya, apa dipakai?

Jadi aku sedang berpikir untuk membeli sebuah gadget lagi untuk dipakai dengan iseng -- dan siapa tahu nanti akan butuh -- atau dengan serius, siapa tahu? Tentu saja masih ragu karena ada banyak barang yang kubeli tapi sangat jarang dipakai. Tersia-siakan teronggok sampai rusak. Hidup mubazir sepertinya adalah jalan hidupku. Siang ini terasa sangat mengantuk karena aku kurang tidur. Sekedar pengingat saja bahwa tak semua hal yang terlihat menarik itu harus dibeli dan dimiliki.

#tidakmudahmaju karena #dirumahaja

Bingung melihat keadaan saat ini karena tidak jelas siapa yang dapat diikuti dan didukung. Perang narasi dan pancingan sentimen untuk mengumpulkan massa sangat terasa. Entah apa jadinya masa depan bangsa ini. Dengan membiarkan segalanya terjadi tanpa ada check and balance maka akan ruwet hidup di Indonesia di masa yang akan datang. Soalnya ada pembiaran atau malah dukungan tersembunyi atas pemanfaatan simbol-simbol tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok -- if you know what I mean. Jadi tidaklah banyak yang tersisa yang bisa dilakukan. Menghabiskan waktu #dirumahaja sudah beberapa bulan karena wabah pandemi ini, perlahan-lahan terasa kejenuhan, frustrasi. Berhati-hatilah jangan sampai melakukan kesalahan dengan melampiaskan frustrasi itu pada anggota keluarga yang tinggal bersama-sama dengan kita. Itu tidak baik dan tentu salah. Jangan sampai terjadi.

#tidakmudahmaju dan Percaya

Hari ini ada pengalaman yang membuka mata. Selama ini aku memang menyimpan keraguan dan hari ini terjawab jelas. Jangan percaya dengan orang yang baik-baik saja kepadamu tanpa pernah menguji ketulusannya. Apalagi kalau berada dalam lingkungan yang sebenarnya secara implisit terjadi semacam kompetisi. Soal teamwork adalah omong kosong belaka. Siapa yang akan melakukan apa, siapa yang mendapatkan keuntungan apa, apakah kamu dibantu atau tidak dan mengapa, dan hal-hal seperti itu. Tidak mudah menerima kenyataan tetapi harus kuingat dalam lingkungan sehari-hari pun aku menghadapi kompetisi. Aku harus bisa menang.

#dirumahaja Bersamamu

Kenapa tidak bertanya apa yang terjadi pada kita sehingga saat mematuhi himbauan pemerintah untuk #dirumahaja, kita tak bisa terus-menerus akur? Aku merasa bersalah tidak melakukan satu hal atau malah berbuat sesuatu yang mengganggu atau mengusik perasaanmu yang halus. Mempertimbangkan kondisi mental saat melakukan social and physical distancing selama beberapa minggu, wajar kalau terjadi gesekan antar personal karena tak mungkin ada pasangan dan keluarga yang 100% kompatibel tanpa perbedaan yang bisa terpicu saat kondisi tidak normal. Bayangkan selama 24 jam terus-menerus berada di bawah satu atap yang sama tanpa variasi suasana dan orang. Seasyik atau serunya hubungan, selancar apapun komunikasi, dalam jangka panjang, perbedaan kecil yang terungkit melulu akan memicu perselisihan. Tentu saja ini hanya teori sok tahu dariku saja. Aku  sendiri memang mengalami hal mirip tapi tak berarti apa yang kukatakan ini pasti benar. Sepertinya sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental itu j...

menunda pekerjaan adalah hobi

aku pikir masuk akal untuk mengakui saja: menunda pekerjaan adalah hobiku. dalam keadaan ekstrim, aku bahkan tidak mampu membuat diriku melakukan langkah pertama dari suatu tugas atau pekerjaan yang diminta dariku. tidak mudah, tidak mau, tidak ingin. dalam jangka pendek maupun jangka panjang, kebiasaan ini tidak baik. merugikan! tapi entah kenapa aku tak mampu berbuat banyak -- dalam beberapa kali kejadian -- melawan kebiasaan menunda pekerjaan ini. bahkan aku sebenarnya harus merapikan sebuah database untuk dikirimkan ke bagian divisi lain tetapi malah aku menghabiskan waktu di sini, menulis update-an blog ini. sungguh aneh. tidak efisien untuk diri sendiri tetapi aku tidak segan untuk menegur orang yang kuanggap tidak bekerja efisien. seperti standar ganda: orang lain tak boleh melakukan apa yang kulakukan. seperti bukan figur (calon) pemimpin yang pernah kukhayalkan dulu.