Langsung ke konten utama

Membuat Pameran

Penilaian sukses tidaknya suatu event organizer tentunya berdasarkan track record-nya dalam membuat sebuah acara yang berhasil mendatangkan banyak orang, yang menarik minat orang, yang bisa meningkatkan volume penjualan.

Tentu saja keramaian yang diharapkan ini sesuai dengan demografi masyarakat calon konsumen yang dijadikan sasaran penjualan!

Pameran Yang Masih Sepi.

Masih Sepi Juga...


Jadi tak ada yang perlu dikuatirkan dengan pameran mobil di sebuah mall yang menyasar keluarga muda di daerah Gading Serpong ini bukan? Biarpun si MC sudah mulai berkoar-koar di atas panggung berusaha sebaik-baiknya menarik perhatian orang untuk datang mampir dan bertanya tentang produk yang ditawarkan (yang jelas akan dilayani para petugas sales!), tidak ada yang salah dengan keadaan ini.

Paling baik adalah menerima saja. Soalnya ini baru sekitar pukul 19:00 WIB pada weekdays yang artinya target market dari dealer  mobil yang bersangkutan sedang makan malam bersama keluarganya dan beristirahat -- karena besok masih hari kerja!

Semoga usaha mereka tidak sia-sia dan pameran di lobi utama mall  ini akan meningkatkan volume penjualan mereka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

"Persistent, With Smile"

Itulah motto yang harus kupegang dalam menjalankan tugas sekarang ini. Maksud dari "Persistent, With Smile" adalah bahwa aku tetap ngotot mencapai tujuan tugas/ kerja tanpa melupakan untuk terus tersenyum. Terdengar lebih mudah daripada kenyataannya karena saat mendapati hasilnya tak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan, bisa jadi terasa pesimis, frustrasi, atau bahkan putus asa dan menjadi apatis! Ini tentu tidak baik dan tidak sehat. Untuk tetap bisa tersenyum dalam arti senyum yang sebenarnya, bukan senyum palsu yang dipaksakan, aku tentu akan mencoba mencari alasan yang pas. Tentu untuk bisa tersenyum dengan tulus dan punya makna, aku sedang ingin tersenyum. Yang kulakukan kemudian adalah menemukan hal-hal yang membuatku bisa tersenyum! Pencapaian kecil, lelucon pribadi, hal menyenangkan yang bisa kunikmati sendiri atau dibagi dengan orang lain. Tetap berusaha keras dengan memikirkan cara dan solusi terbaik, alternatif yang wajar, jalan keluar dari masalah,...

Ekonomi Digital

Ekonomi digital di masa depan itu kunci. Aku perlu adaptasi agar tidak tertinggal, yang berarti dimiskinkan tanpa bisa bangkit lagi. Memang semua orang perlu makan, pakaian, tempat tinggal. Tapi untuk memperoleh itu semua, penguasaan atas apa yang sedang dibutuhkan itu perlu. Maju dan merangsek ke dalam, menembus batas yang dibuat orang, menghalangi atau mengurangi pembagian. Menyesuaikan diri dan beradaptasi untuk masa depan dengan tumpuan pada ekonomi digital.