Langsung ke konten utama

"We don't feel that connected."

Dalam banyak hal yang dilakukan rutin, berkali-kali merasakan dorongan untuk memberikan yang terbaik dan paling tepat sesuai kondisi dan waktu yang ada. Dengan mempertimbangkan semua limitasi yang ada, memilih rangkaian tindakan yang diharapkan memberikan hasil paling optimal, lalu mengeksekusi setepatnya, dan kemudian bertanggung jawab atas apa pun hasilnya (atau dampak dari keputusan dan tindakan yang diambil.


Setelah menjalankan dan mengalami langsung, seseorang sebaiknya belajar menerima bahwa setelah segala daya upaya terbaik yang dikerahkan, pihak yang satunya tidak akan menerima atau merasa berkebutuhan untuk mengapresiasi pada tingkatan yang diharapkan. "We don't feel that connected," katanya. Seperti itulah realitas. Kembali ke diri sendiri bagaimana menghadapi dan menyikapi respon seperti itu, yang jelas tidak diharapkan.


Nah, apa yang kita katakan, lakukan, setelah menerima respons seperti itulah menentukan akan jadi apa hubungan yang ada kelak di kemudian hari. Tak semua orang mau dan bisa tapi memang sebaiknya dilakukan dengan bijaksana. Kondisinya membuat kita harus adaptif. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

Long Time Gone, Skill Need Help

Been quite a long time away from here, not knowing what good a few paragraphs would mean in this graphic-heavy world. When people's attention span limited to a few 140 characters message or graphical ones, writing a blog post seemed unnecessary. But you see, writing for your own blog is a form of art , where you can articulate your ideas and/or opinions, responding in-depth about some issues, or just promoting yourself. Good writing skills take time and effort to accomplish a certain level and it will differentiate yourself from other talking-oriented competitors. Yes, I'm talking about current job market. Not that I know a lot of it. To me, elaborating a problem - in simpe, understandable way - is a skill worth having.

Daft Punk di Tron: Legacy

Dari sekian banyak blog post di internet soal film Tron: Legacy dari Disney ini, pastilah juga ada banyak yang membahas tentang Daft Punk yang mengisi ilustrasi musiknya. Tak apalah aku menambahkan satu post lagi yang bersifat minat personalku tentang angle Daft Punk, Disney, dan film fiksi ilmiah tentang komputer. Pemilihan duo Daft Punk adalah pilihan yang tepat. Musik mereka elektronik. Style  mereka robotik. Film ini tentang komputik (yeah, aku tahu aku memaksa rimanya). Tetapi betapa menariknya mendengarkan satu album ilustrasi musik untuk film ini membuatku sangat bersemangat untuk menontonnya! Aku ingin tahu apakah Linda akan merasakan hal yang sama denganku? Mengingat sekian tahun yang lalu aku membaca cerita tentang film Tron di terbitan Intisari yang saat itu sangat captivate  imajinasiku! Bayangkan: sebuah dunia dalam komputer dimana program-program saling berinteraksi, lengkap dengan adegan balap dan duel cakram! Keren! Padahal aku hanya membaca tulisan tent...