Langsung ke konten utama

Postingan

Menyalahkan Pemimpin

Sulitnya mendapatkan Pemimpin yang baik. Bila sudah bekerja beberapa lama, hal seperti ini akan terasa. Seperti kata seorang motivator yang sering tampil di acara televisi yang kira-kira berbunyi seperti ini: " Andalah yang memilih Pemimpinmu, bukan sebaliknya." Jadi sebagai seorang karyawan biasa, tidak bisa kita serta merta menyalahkan Pemimpin kita saat itu dengan misalnya mengatakan bahwa beliau tidak mengerti kemampuan dan kemauan kita. Tak cocok menganggap Pemimpin kita tak mampu mengemban tugasnya atau dia adalah orang yang tak peduli pada anak buahnya. Beliau tak sepenuhnya bisa disalahkan karena pertanyaannya adalah: Memangnya apa yang kau lakukan dengan bertahan tetap menjadi anak buahnya? Bukankan itu berarti kau membiarkan dirimu berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan tersebut?

Beda Project Maka Berbeda Pula..

Bila beda project maka akan berbeda pula kondisi saat masuk jam lembur pada malam harinya. Apalagi kalau harus mengejar target tertentu dari pimpinan project yang tentu saja adalah expatriate dari markas besar. Project "Seberang" yang Sudah Sepi Misalnya project yang kustomernya dominan merah. Mungkin karena belum mulai juga dengan kesibukan mencapai target dari atasan maka jam seperti sudah sepi. Menyebalkan. Aku rasa nanti mereka akan mendapatkan "jatah" juga untuk bekerja jungkir balik seperti keadaan kami sekarang ini. Project Kami. Masih Ramai! Sedangkan ini adalah keadaan ruangan kami yang berantakan dan masih ramai sekali. Amat sangat berbeda dengan keadaan satu project lagi yang kustomernya doyan biru gelap dan hijau. Project "Seberang" yang Lainnya Apakah ini semacam berkah terselubung atau apa? Aku akan tahu nanti setelah melewatinya. Yang penting adalah tetap bekerja dan berusaha. Hanya saja aku ingin bisa bekerja yang cer...

Friends, Reversal

So here we are, having tea with a group of friends, one last time because.. One by one our team member are leaving the project, transferred to other region or project. Yes, in a few short months, we have had moments of good time. Time passed but at least we shared memories of good and bad. Can we still be friends in the future? We'll see.

Observasi: Pelayanan Kepada Kustomer - Sushi Tei dan Periplus Plaza Senayan

Hari ini aku mengalami kejadian yang kurang enak sebagai (calon) kustomer. Pertama, di Sushi Tei Plaza Senayan. Pegawai yang memegang buku waiting list  memperlakukanku seakan-akan brand tempatnya bekerja adalah tempat makan eksklusif. Maksudku, tahu tidak seperti apa perlakuan orang di pintu masuk, waktu kau sebagai calon pelanggan menanyakan apakah ada tempat kosong di restoran ekslusif mereka? She is very unhelpful eventhough I do asked nicely and politely. Pertanyaanku ditanggapi singkat dengan senyum yang seakan aku tidak cocok masuk ke dalam tempatnya. Tidak menjawab pertanyaanku, ada berapa nama dalam waiting list sialannya itu. Tidak mau memberikan jawaban taksiran waktu tunggu untuk satu orang, di sushi bar . My goodness! I was just asking for an estimation about how long will I have to wait for a seat at the fncking sushi bar! Nor she'd asked me would I wait that she'd check first to the bar or the cashier. Nor she'd asked my name and/or would I like to be ...

Jakarta Sepi Tahun Ini

Sekali lagi dapat ajakan "Jakarta Sepi" versi kami sendiri, tidak bergabung dengan komunitas fotografi yang mungkin saja "punya" merk JAKARTA SEPI. Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan karena berbagi hasil kegiatan foto lebih menarik daripada perdebatan tentang siapa yang punya merk. Jadinya kami bersekian orang ( No, I don't keep count ) bergembira bersama dan tidak boleh tidak, harus ada foto narsis bersama-sama. Amatir dan Profesional Bergabung Tanpa Membeda-bedakan  Latar Belakang Mungkin ada yang kalian kenal dari wajah-wajah di atas. Pokoknya kami bersuka ria, bersenang-senang, dan aku tentu saja belajar lagi. Seperti diingatkan bahwa masih banyak hal yang harus aku pelajari dalam fotografi, sebuah hobi yang sudah membawaku ke banyak tempat.

Gossip...

Original shot Imaginary dialogue from Syaiful Sometimes, a simple snapshot can became a source of gossip, by just adding an imaginary dialogue...

Welcome to Twitterverse!

Twitter Introduction from Ms. D Today a manager with three kids asked a young colleague, how to "play" Twitter. So this young employee help explained -- with direct "training" -- the dynamics of Twitter, how to modify profile, how to interact with others, etc. It's amazing how deep social media penetrates our daily life! My bet is that the manager's kids are on Twitter too and he feel compelled to understand what is it so he can interact with his children more! Good Dad!