Langsung ke konten utama

Postingan

Maju! Jalan Terus! (Oh Ya?)

Dalam menjalani hidup, ya harus maju ke depan. Masa berjalan mundur ke belakang? Jangan jadi orang bodoh yang tak mau berpikir dengan jernih. Saat ini ada tantangan baru. Kenapa tidak dicoba menjalani dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya yang menjadi masalah adalah ketidakpastian yang membentang bagai tirai gelap yang menutupi sekelilingku, hanya menyisakan ruang sempit di sekitar. Lebih dari itu, segalanya tidak jelas. Dulu aku pikir hal seperti ini tidak akan terjadi padaku. Sekarang ternyata ide atau tema seperti ini terasa sangat mengganggu dan membebani pikiran, membuat gelisah, dan tak berdaya. Kenapa harus menjalani sesuatu dengan sebaik-baiknya, berusaha memandang dari sisi positif, bila pada dasarnya sistem yang berjalan hanya punya satu parameter: mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup diri sendiri . Apa mau jadi seperti peribahasa: "Habis manis, sepah dibuang."?

Effective Leadership Skill

Namanya juga untuk peningkatan kemampuan, jadi waktu ada tawaran sesi singkat di kantor bertema Effective Leadership Skill  maka dengan antusias aku mendaftarkan diri mengikutinya. Diawali dengan penjelasan menarik, kemudian para peserta dibagi dalam dua tim, dan entah bagaimana aku tiba-tiba dipilih sebagai ketua tim! Apakah mereka semua terpukau dengan karisma kepemimpinanku yang sedang kulatih ini? Mengagumkan! Sayangnya aku tak bisa memaksimalkan pelatihan berhubung berkali-kali ada telepon dan orang yang mencariku. Entah kenapa pada saat aku bisa menerima interupsi pekerjaan (bila ada), tak ada seorangpun yang mencariku. Tetapi begitu aku ingin beraktivitas sesuatu yang (sedapat mungkin) jangan sampai terganggu, ada saja hal yang memecah perhatianku. Apakah ini semacam fenomena yang aku amati terjadi pada diri sendiri atau ada juga yang mengalaminya? Setidaknya aku  hanya kehilangan kurang lebih seperempat dari keseluruhan pelatihan. Menurutku tidak terlalu buruk ...

Waiting For The Dead To Walk Again

I mean that I am waiting for the hit series from AMC, "The Walking Dead". One of my favorite TV series right now because it involves zombies! Lots of them! And the story is dark as it should be! Oh how I can't wait for October 14! And excited as I am, my sentences ended with exclamation marks! OMG! Can't believe I'm writing like this! "This October, Fight The Dead, Fear The Living."

Menyalahkan Pemimpin

Sulitnya mendapatkan Pemimpin yang baik. Bila sudah bekerja beberapa lama, hal seperti ini akan terasa. Seperti kata seorang motivator yang sering tampil di acara televisi yang kira-kira berbunyi seperti ini: " Andalah yang memilih Pemimpinmu, bukan sebaliknya." Jadi sebagai seorang karyawan biasa, tidak bisa kita serta merta menyalahkan Pemimpin kita saat itu dengan misalnya mengatakan bahwa beliau tidak mengerti kemampuan dan kemauan kita. Tak cocok menganggap Pemimpin kita tak mampu mengemban tugasnya atau dia adalah orang yang tak peduli pada anak buahnya. Beliau tak sepenuhnya bisa disalahkan karena pertanyaannya adalah: Memangnya apa yang kau lakukan dengan bertahan tetap menjadi anak buahnya? Bukankan itu berarti kau membiarkan dirimu berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan tersebut?

Beda Project Maka Berbeda Pula..

Bila beda project maka akan berbeda pula kondisi saat masuk jam lembur pada malam harinya. Apalagi kalau harus mengejar target tertentu dari pimpinan project yang tentu saja adalah expatriate dari markas besar. Project "Seberang" yang Sudah Sepi Misalnya project yang kustomernya dominan merah. Mungkin karena belum mulai juga dengan kesibukan mencapai target dari atasan maka jam seperti sudah sepi. Menyebalkan. Aku rasa nanti mereka akan mendapatkan "jatah" juga untuk bekerja jungkir balik seperti keadaan kami sekarang ini. Project Kami. Masih Ramai! Sedangkan ini adalah keadaan ruangan kami yang berantakan dan masih ramai sekali. Amat sangat berbeda dengan keadaan satu project lagi yang kustomernya doyan biru gelap dan hijau. Project "Seberang" yang Lainnya Apakah ini semacam berkah terselubung atau apa? Aku akan tahu nanti setelah melewatinya. Yang penting adalah tetap bekerja dan berusaha. Hanya saja aku ingin bisa bekerja yang cer...

Friends, Reversal

So here we are, having tea with a group of friends, one last time because.. One by one our team member are leaving the project, transferred to other region or project. Yes, in a few short months, we have had moments of good time. Time passed but at least we shared memories of good and bad. Can we still be friends in the future? We'll see.

Observasi: Pelayanan Kepada Kustomer - Sushi Tei dan Periplus Plaza Senayan

Hari ini aku mengalami kejadian yang kurang enak sebagai (calon) kustomer. Pertama, di Sushi Tei Plaza Senayan. Pegawai yang memegang buku waiting list  memperlakukanku seakan-akan brand tempatnya bekerja adalah tempat makan eksklusif. Maksudku, tahu tidak seperti apa perlakuan orang di pintu masuk, waktu kau sebagai calon pelanggan menanyakan apakah ada tempat kosong di restoran ekslusif mereka? She is very unhelpful eventhough I do asked nicely and politely. Pertanyaanku ditanggapi singkat dengan senyum yang seakan aku tidak cocok masuk ke dalam tempatnya. Tidak menjawab pertanyaanku, ada berapa nama dalam waiting list sialannya itu. Tidak mau memberikan jawaban taksiran waktu tunggu untuk satu orang, di sushi bar . My goodness! I was just asking for an estimation about how long will I have to wait for a seat at the fncking sushi bar! Nor she'd asked me would I wait that she'd check first to the bar or the cashier. Nor she'd asked my name and/or would I like to be ...