Langsung ke konten utama

Postingan

Mencoba Video Edit Sederhana Untuk Membantu Teman (Part 3)

Ternyata sulit. Sampai dini hari berkutat dengan trimming video agar gerakan bibir terlihat sama dengan suara yang dikeluarkan penyanyi. Masalahnya tentu saja untuk mensinkronkan gerakan bibir dengan suara yang terdengar, butuh teknik yang masih belum kukuasai. Kalau melihat ke tutorial yang disediakan oleh pembuat program pengolah video ini, ternyata menggunakan keyboard dan pengontrol khusus. Terasa menggunakan keyboard biasa yang dipakai untuk mengetik, dibantu tetikus biasa, ada berkali-kali kesalahan terjadi dalam penyelarasan gambar dengan suara. Lagipula, dengan mempelajari tutorial dan forum pengguna yang ada di internet, kusadari bahwa aku menggunakan hardware yang jauh dari memadai untuk pengolahan serius (belum tahap profesional). Jadi apakah yang bisa kulakukan?

Tawaran Yang Perlu Dicoba

Seseorang menghubungiku dan menawarkan untuk memegang akun media sosial mereka yang bertemakan sepeda. Untuk setiap upload content yang kulakukan, dijanjikan insentif (yang besarnya belum disebutkan). Selain itu untukku juga dijanjikan support dalam bentuk peminjampakai satu unit sepeda. Terdengar menarik tetapi sebenarnya aku belum pernah memegang akun media sosial yang komersil. Tentu ada pertanyaan dalam diri, "Apakah aku bisa?" Tentu saja menolak tawaran ini adalah hal yang tidak akan aku lakukan. Setidaknya aku akan belajar mengelola akun yang komersil. Ilmu baru, bukan? Untuk memastikan bahwa kedua belah pihak sama-sama tidak merasa dirugikan, aku memang mengusulkan semacam periode percobaan selama mungkin tiga bulan, kemudian dievaluasi bersama-sama apakah orang tersebut puas dengan apa yang kulakukan. Selain itu memang aku berencana untuk datang ke kantor orang tersebut dan bicarakan soal besaran insentif yang disepakati, konten seperti apa yang diharapkan orang...

Mencoba Video Edit Sederhana Untuk Membantu Teman (Part 2)

Jadi dengan penuh semangat dan menabahkan diri sendiri, aku mencoba bertahan mengolah video sampai pukul setengah lima pagi karena... Tak ada yang memintaku untuk tidur. Ya, itulah segi positif hidup sendirian di kamar kost. Hal pertama yang sangat sulit kulakukan adalah memilih scene yang "sesuai" dari segala clip yang kupunya hasil dari beberapa kali take. Bukan karena terlalu banyak, tapi karena terlalu sedikit footage yang kupunya. Selain itu, kualitas rekamannya sangat jauh dari apa yang aku harapkan. Semuanya "menyedihkan" apalagi buatku yang sering lihat video jernih dengan gambar tajam. Sekumpulan material kualitas pas-pasan, tapi niat membuat video bagus. Mimpi saja ya... Hal kedua yang sangat sulit dilakukan sinkronisasi rekaman suara yang dilakukan terpisah dengan rekaman gambar. Berhubung caraku adalah dengan memanfaatkan video editor sederhana dan gratis, bisa dibayangkan segala keterbatasannya. Rasanya mau menangis setiap kali memainkan video kom...

Mencoba Video Edit Sederhana Untuk Membantu Teman (Part 1)

Di sinilah aku sekarang, setelah lewat tengah malam. Masih mencoba belajar edit video dan mensinkronkan file audio dengan rekaman gambar yang kupunya. Betapa memusingkannya bekerja teliti dan akurat hanya dengan menggunakan perangkat lunak dan keras yang standar untuk Office biasa. Entah bagaimana caranya orang-orang perfilman atau periklanan bisa menghasilkan video yang mana gerak bibir obyek videonya bisa sinkron dengan rekaman suara yang dilakukan terpisah itu. Sementara aku di sini sudah mencoba selama empat jam lebih dan juga tidak berhasil. Tapi tentu saja aku belum menyerah.

Selamat Tahun Baru(?)

Mungkin sudah saatnya aku mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU! Dengan penuh semangat dan optimisme, kita sambut pergantian tahun 2015 ke 2016 ini bersama-sama. Ada banyak hal yang baik dan kurang baik yang sudah dialami sepanjang tahun 2015. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang personal, yang mengajarkan agar makin dewasa. Masih ada banyak petualangan yang bisa dialami di 2016. Semuanya tergantung ke diri sendiri. Upaya apa yang dilakukan, pilihan apa yang diambil, keputusan apa yang dibuat. Seperti Anak Anjing, Mari Bermain Dan Berpetualang! Pada tahun 2014 hendak berganti ke 2015, aku punya niat mulia, project yang ingin dilakukan, daftar hal yang ingin bisa dikuasai. Well, setahun berlalu dan masih banyak hal yang menjadi utang yang harus dibayarkan agar aku bisa berdamai dengan diri sendiri.

Tujuan. Hikmah. Fungsi.

Menurutku sudah seharusnya sesuatu hal yang aku lakukan memiliki tujuan. Saat aku mengalami peristiwa, ada hikmah yang bisa kupetik. Waktu aku menabung atau berusaha untuk bisa mendapatkan suatu barang, ada fungsinya, berguna bagiku atau setidaknya untuk orang lain. Kalau tidak bisa mengerti apa tujuannya, tidak paham apa hikmahnya, tidak bisa menggunakannya sesuai fungsi, bukannya menjadi sia-sia?