Langsung ke konten utama

Postingan

mencari nama untuk keuntungan pribadi

 sebenarya sudah lumrah kalau orang yang punya pamor atas sesuatu keahlian tertentu bisa monetize kesohoran itu. sudah berlangsung sejak ber- millenia  cara mencari penghasilan seperti ini. jadi tidak heran kehebohan babi ngepet di depok akhir bulan april 2021 ternyata sebenarnya dalah bagian dari upaya mencari nama untuk keuntungan pribadi. tersohor, pamor naik, orang datang minta petunjuk, saran, berinteraksi, lalu memberikan semacam ucapan terima kasih untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya mungkin bukan solusi juga. makanya menarik juga kalau punya nama, reputasi, pamor. bisa diduitin  kan seru.

mendukung aktivitas vaksinasi

 kita tahulah saat ini sedang berjalan program vaksinasi covid di indonesia. kita dukung sepenuh hati dengan mendaftar saat kesempatan ada, datang tepat waktu pada tanggal yang ditentukan. ini semua bagian dari ikhtiar untuk menjadi lebih baik dalam hal kesehatan pribadi dan orang di sekitar. namanya juga usaha, tentu dilakukan sekuat tenaga. jadi besok perlu melakukan perjalanan singkat dulu ke propinsi sebelah yang kota tujuannya berjarak sekitar 150 kilometer dari sini karena mengantar orangtua untuk vaksinasi. dapatnya di kota sana, ya diterima saja, masa menolak kesempatan? soalnya tempat tinggal yang sekarang tidak mendaftar secara resmi sebagai penduduk alias tidak lapor kepala lingkungan. namanya juga tinggal di kompleks tertutup, masa iya satuan polisi pamong praja mau (dan bisa) masuk ke dalam sini lalu gedor satu per satu pintu penduduk untuk mengecek penghuninya? tidak mungkin! kita semua tahu bagaimana penegakan peraturan dilakukan secara selektif dan tajam ke bawah. j...

melakukan inaktivasi akun

 jadi melihat ada informasi layanan daring tertentu yang akan dinonaktifkan lalu terpikir kalau selama ini ada banyak akun daring yang kumiliki  tapi sudah tak dipakai / tak diakses lagi karena satu hal dan lainnya tapi aku masih membiarkan saja. sebenarnya ini ada masalah atau akan jadi sumber masalah baru. untuk setiap profil dan akun yang dibuat lalu tak lagi digunakan, seharusnya aku tetap melakukan inaktivasi / membatalkan / menutup agar benar tak lagi menggunakan layanan tersebut. tidak tahu kan siapa tahu nanti di masa yang akan datang bisa berpotensi negatif dan merugikanku. ini seharusnya dilakukan rutin tapi siapa sih yang selalu bisa maintain  semua layanan yang pernah dirinya mendaftar untuk mencoba? kalau rutin dipakai lalu dimatikan akunnya, masih masuk akan dan wajar. kalau ini adalah layanan coba-coba saja? mungkin bahkan lupa dulu pakai nama pengguna dan kata sandi apa.

mengatur waktu sesuai kapasitas, prioritas, dan sumber daya lainnya.

 mencari tahu tentang manajemen waktu, pelan-pelan menerapkannya sesuai kondisi, konsisten dan berkomitmen dengan proses. lalu setelah beberapa waktu, melakukan evaluasi dengan maksud membuat beberapa perubahan dan penyesuaian demi semakin efektifnya bekerja. ini adalah upaya yang memerlukan ketekunan, kegigihan, dan kesabaran, selain tentunya kecerdasan pada tingkatan tertentu. prioritas yang tertinggi adalah menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya, dapat bekerja lebih cepat atau segera mendelegasikan tugas rutin yang tidak esensial. selain itu tentunya dapat berpikir kreatif dan menemukan solusi. coba lihat paragraf di atas. aku menuliskan hal-hal seperti aku tahu banyak hal padahal tidak.

kontrol emosi sendiri

  menjalani hidup yang datar saja? tidak menarik! naik turun kehidupan itu perlu. apalagi kalau ada yang bisa dipelajari dari pengalaman pribadi. atau tidakpun, mendapatkan informasi pengalaman orang lain, analisis, dan tentukan mau melakukan apa. jangan sampai tidak mengakui atau tak menyadari bahwa tanpa bantuan orang lain, diri ini tidak akan bisa sampai di sini. jadi, kontrol emosi sendiri, karena aku butuh orang lain biarpun mungkin orangnya tak kusukai. ubah parameternya, ganti threshold  nya, bukan sekedar rasa tak suka. tetapkan nilai yang berharga, misalnya integritas pribadi lawan bicara. biarpun gaya bicaranya menjengkelkan, tapi kalau true to her words , tidak ingkar janji, ya kontrol emosi dan tidak perlu sampai meng- write off  orangnya sebagai sesuatu yang buruk. offendedness itu lebih besar porsinya dari diri sendiri.

memandang masa lalu, masa kini, dan masa depan

Sebagai orang yang tidak mungkin melakukan perjalanan waktu dan mundur ke masa lalu untuk mengubah sesuatu (keputusan yang diambil, peristiwa yang terjadi, etc.), atau melompat ke masa depan untuk melihat apa yang terjadi atas keputusan yang diambil, aku menghabiskan terlalu banyak waktu berkhayal dan berandai-andai. Biarpun aku tahu ini tidak baik, tetapi tetap saja aku lakukan tiap kali aku ada waktu luang atau semacam down time  di dalam kepala. Seperti semacam habit  yang buruk tetapi adiktif, aku ketagihan. Memandang masa lalu dan berandai-andai melakukan B dan bukannya A. Memilih membeli C dan D daripada menghabiskan semuanya ke E. Semacam itulah, permainan dalam kepala yang berisi penyesalan dan mengutuki diri sendiri. Merusak sekali tapi memang nagih . Masa kini yang tidak dirasa optimal dan cukup memuaskan memang tidak enak, lalu tentu saja, ketakutan akan masa depan yang tidak jelas. Ini sangat amat merusak ketenangan hati dan pikiran. Bisa membuat sakit. Seharusnya ...