Langsung ke konten utama

The Agony of Not Knowing

Merasakan ketidaktahuan dan tertinggal -- or being left out -- sungguh perasaan yang tidak mengenakkan. Semua orang tertawa atas sesuatu hal yang mungkin lucu tapi kita tidak paham. Lirikan bermakna yang kita tidak tahu sebagai kode apa. Senyum yang diberikan ke orang di sebelahmu tapi tidak untuk kamu.

Aku tahu posisiku yang tidak tepat dan cenderung tidak menguntungkan. Itulah sebabnya perlu reposisi untuk menghadapi keadaan dinamis yang bekerja seakan-akan against my own interest. Antisipasi, aksi, evaluasi, reposisi, antisipasi lagi, ulangi.

Seperti siklus yang tak selesai selama masih hidup, siklus yang dimulai sejak rasa sakit karena ketidaktahuan dan pertanyaan pada diri sendiri: "Apakah aku dimanfaatkan secara tidak adil atau apa?"

Tidak melupakan bahwa identitas yang kubawa sejak lahir dan diterjemahkan secara bebas di sini untuk mengkategorikan orang-orang secara gampang tanpa perlu mempertimbangkan aspek keadilan, kemanusiaan, atau kesamarataan. Dengan selalu sadar dan mawas diri, perhatikan dinamika lilngkungan sekitar, mengendus bau apa yang sedang ada di udara, merasakan dari sebelah mana angin bertiup, melihat aliran air di selokan, parit, kali, sungai, dan apa yang dibawa terdampar ke pantai oleh ombak laut yang patuh pada siklus bulan di langit.

Rasa tidak nyaman, ketakutan, sakit yang muncul saat tidak mengetahui apa yang terjadi. Akrab dan tak mau pergi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Persistent, With Smile"

Itulah motto yang harus kupegang dalam menjalankan tugas sekarang ini. Maksud dari "Persistent, With Smile" adalah bahwa aku tetap ngotot mencapai tujuan tugas/ kerja tanpa melupakan untuk terus tersenyum. Terdengar lebih mudah daripada kenyataannya karena saat mendapati hasilnya tak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan, bisa jadi terasa pesimis, frustrasi, atau bahkan putus asa dan menjadi apatis! Ini tentu tidak baik dan tidak sehat. Untuk tetap bisa tersenyum dalam arti senyum yang sebenarnya, bukan senyum palsu yang dipaksakan, aku tentu akan mencoba mencari alasan yang pas. Tentu untuk bisa tersenyum dengan tulus dan punya makna, aku sedang ingin tersenyum. Yang kulakukan kemudian adalah menemukan hal-hal yang membuatku bisa tersenyum! Pencapaian kecil, lelucon pribadi, hal menyenangkan yang bisa kunikmati sendiri atau dibagi dengan orang lain. Tetap berusaha keras dengan memikirkan cara dan solusi terbaik, alternatif yang wajar, jalan keluar dari masalah,...

Make Some Free Time For Yourself

Here I am, wondering how can I make some free time for myself so I can start doing some coding on the side. Yes, I decided that I might  need new ability, that is to code something. A computer program, if I may. Why? Because this is a new era where data matters. I have to be able to at least know some programming stuff, expanding (or taking up) from where I left a few years ago. Like when I started with Pascal. Then some Basic. Then move to Fortran. Never get my hands on C. What language now I will study? Either Phyton, or R. Whichever have the most free accessible library for me to study. Back to the title: how do I make some free time? I know I can, just have to find which part of my habit to kick out. Let's do this!

Ekonomi Digital

Ekonomi digital di masa depan itu kunci. Aku perlu adaptasi agar tidak tertinggal, yang berarti dimiskinkan tanpa bisa bangkit lagi. Memang semua orang perlu makan, pakaian, tempat tinggal. Tapi untuk memperoleh itu semua, penguasaan atas apa yang sedang dibutuhkan itu perlu. Maju dan merangsek ke dalam, menembus batas yang dibuat orang, menghalangi atau mengurangi pembagian. Menyesuaikan diri dan beradaptasi untuk masa depan dengan tumpuan pada ekonomi digital.