Langsung ke konten utama

Postingan

Mencoba Video Edit Sederhana Untuk Membantu Teman (Part 2)

Jadi dengan penuh semangat dan menabahkan diri sendiri, aku mencoba bertahan mengolah video sampai pukul setengah lima pagi karena... Tak ada yang memintaku untuk tidur. Ya, itulah segi positif hidup sendirian di kamar kost. Hal pertama yang sangat sulit kulakukan adalah memilih scene yang "sesuai" dari segala clip yang kupunya hasil dari beberapa kali take. Bukan karena terlalu banyak, tapi karena terlalu sedikit footage yang kupunya. Selain itu, kualitas rekamannya sangat jauh dari apa yang aku harapkan. Semuanya "menyedihkan" apalagi buatku yang sering lihat video jernih dengan gambar tajam. Sekumpulan material kualitas pas-pasan, tapi niat membuat video bagus. Mimpi saja ya... Hal kedua yang sangat sulit dilakukan sinkronisasi rekaman suara yang dilakukan terpisah dengan rekaman gambar. Berhubung caraku adalah dengan memanfaatkan video editor sederhana dan gratis, bisa dibayangkan segala keterbatasannya. Rasanya mau menangis setiap kali memainkan video kom...

Mencoba Video Edit Sederhana Untuk Membantu Teman (Part 1)

Di sinilah aku sekarang, setelah lewat tengah malam. Masih mencoba belajar edit video dan mensinkronkan file audio dengan rekaman gambar yang kupunya. Betapa memusingkannya bekerja teliti dan akurat hanya dengan menggunakan perangkat lunak dan keras yang standar untuk Office biasa. Entah bagaimana caranya orang-orang perfilman atau periklanan bisa menghasilkan video yang mana gerak bibir obyek videonya bisa sinkron dengan rekaman suara yang dilakukan terpisah itu. Sementara aku di sini sudah mencoba selama empat jam lebih dan juga tidak berhasil. Tapi tentu saja aku belum menyerah.

Selamat Tahun Baru(?)

Mungkin sudah saatnya aku mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU! Dengan penuh semangat dan optimisme, kita sambut pergantian tahun 2015 ke 2016 ini bersama-sama. Ada banyak hal yang baik dan kurang baik yang sudah dialami sepanjang tahun 2015. Jadikan pengalaman itu sebagai guru yang personal, yang mengajarkan agar makin dewasa. Masih ada banyak petualangan yang bisa dialami di 2016. Semuanya tergantung ke diri sendiri. Upaya apa yang dilakukan, pilihan apa yang diambil, keputusan apa yang dibuat. Seperti Anak Anjing, Mari Bermain Dan Berpetualang! Pada tahun 2014 hendak berganti ke 2015, aku punya niat mulia, project yang ingin dilakukan, daftar hal yang ingin bisa dikuasai. Well, setahun berlalu dan masih banyak hal yang menjadi utang yang harus dibayarkan agar aku bisa berdamai dengan diri sendiri.

Tujuan. Hikmah. Fungsi.

Menurutku sudah seharusnya sesuatu hal yang aku lakukan memiliki tujuan. Saat aku mengalami peristiwa, ada hikmah yang bisa kupetik. Waktu aku menabung atau berusaha untuk bisa mendapatkan suatu barang, ada fungsinya, berguna bagiku atau setidaknya untuk orang lain. Kalau tidak bisa mengerti apa tujuannya, tidak paham apa hikmahnya, tidak bisa menggunakannya sesuai fungsi, bukannya menjadi sia-sia?

"Where Do You Go, When There's No Place For You Here Anymore?"

Pernah tidak terpikir bahwa akan ada masanya ketika dirimu menjadi obsolete  alias tak lagi punya manfaat di tempatmu yang sekarang? Bahwa masamu "telah lewat"? Aku pernah. Terlebih beberapa bulan terakhir ini. Aku punya skill  yang tidak bermanfaat di tempatku bekerja, begitu bagian ini selesai dikerjakan. Tak ada lagi yang bisa aku lakukan. Sekarang saja peranku makin berkurang karena atasan mendatangkan orang lain ke dalam organisasi. Aku tahu tanda-tandanya dan sebagian dariku berpendapat bahwa bila sudah waktunya pergi, why not ? Tetapi tentu saja, fear of the unknown  membuatku terlalu takut untuk melakukan analisis terhadap posisi dan kondisi saat ini. Bahkan seperti kaku, tak bisa berpikir, tak tahu mau melakukan antisipasi seperti apalagi. "Ke mana kau akan pergi, saat tak ada lagi tempatmu di sini?" Aku membaca kalimat itu dalam pengantar sebuah video yang diunggah di Vimeo dan terasa seperti ditonjok di ulu hati. Karena jawabannya adal...

I Got You On Record!

As any cyclist who has daily commute in these roads, sometimes brushing with other road user is inevitable. Don't let me start with my own experience, I might bore you. But because safety is my main concern, and also I want to try my hand at video editing, I decided to install my action camera on my second bicycle. I figure that I will get both needs fulfilled by doing it. Healthier body by cycling. Video materials for editing and uploading. Rear Mounted Action Cam