Langsung ke konten utama

Postingan

Sekilas Pembicaraan Ringan

Jadi sore itu aku dan dia sedang menunggu tamu yang seharusnya tiba sekitar setengah enam sore. Entah kenapa pembicaraan kami mengarah ke aktivitas berbelanja di online shop , sebuah kegiatan yang makin banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kami membahas beberapa marketplace yang aplikasinya tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh ke ponsel pintar berbasis Android yang kami pakai. Ini seperti membahas cabang dari tulisanku yang pernah kutampilkan di sini . Dalam berbelanja yang mana penjual dan pembeli tidak saling bertemu dan bertatap muka, di sebuah pasar virtual  yang terbangun dalam aplikasi ponsel pintar, yang bisa jadi baik penjual dan pembeli sama-sama tidak kenal reputasi pihak yang dihadapi, aturan dan sistem yang diterapkan si marketplace  menjadi sangat penting. Pembahasan kami lebih kepada bahwa ada marketplace  yang karena begitu banyaknya penjual di tempatnya, apa saja barang-barang yang dijual tak lagi diregulasi. Alasannya simpel, penjual t...

Perjalan Yang Panjang

Ada masa di mana aku menganggap kalau diriku adalah seorang petualang yang melakukan perjalanan untuk mencari jati diri. Aku pikir masa itu buku-buku yang kubaca sangat mempengaruhi bagaimana caraku memandang peran dan posisi diri di dunia ini. Setidaknya, apa yang aku mau dari diriku sendiri. Sekarang tidak lagi. Aku tahu saat ini peranku hampir tak terasa. Bukan rendah diri. Ini adalah reposisi terhadap kehidupan manusia di sekelilingku, baik yang aku berinteraksi secara langsung in real life , yang tak berinteraksi langsung kecuali lewat media, atau yang tak menyadari bahwa ada aku di dunia. Perjalanan yang panjang ini adalah milikku sendiri. Tak perlu dicarikan alasan. Tak butuhkan tujuan. Hidup untuk diri sendiri. Berjalan. Berhenti. Evaluasi. Lanjutkan perjalanan lagi. Begitu terus sampai tiba saatnya berhenti terakhir kali.

Opini dan Pertanyaan, Berbahaya

Sejujurnya ada banyak pertanyaan dalam pikiran ini. Ada banyak juga opini -- yang masih "mentah" -- berputar-putar mencoba menemukan bentuknya, kusimpan saja karena kekuatiranku. Observasi yang kulakukan dan opini serta kesimpulan yang kuambil, harus diakui, masih membutuhkan pematangan. Aku pikir dengan berdiskusi akan ketemu bentuknya. Tetapi di sinilah bahayanya: aku hidup di Indonesia. Saat ini, ada banyak hal yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelangsungan atau minimal ketenangan hidup. Mengeluarkan uneg-uneg terhadap praktik hidup beragama dan keberagaman Indonesia? Cari penyakit. Menuliskan opini tentang tokoh yang punya banyak simpatisan? Sama dengan minta dipersekusi. Intinya ada berbagai macam hal yang seakan off limit . Padahal akibatnya negatifnya, diskusi jadi mandeg. Konsep yang ada tak bisa menyesuaikan dengan zaman. Ide tak bisa diuji. Paham yang berbeda dimusuhi. Sesama manusa tak lagi sederajat. Tapi biarlah ini menjadi renunganku saja.

Masih Belum Juga Dimulai

Sebelumnya, aku menulis soal keenggananku untuk memulai suatu pekerjaan yang sebenarnya cukup mudah. Tinggal melakukan pencarian secara intens di internet bila aku mentok. Yamg perlu kulakukan adalah mengajukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaan yang straight to the point. Aku perlu berkomitmen pada kebutuhanku sendiri. Pada keinginanku untuk maju. Pada kebutuhanku memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan. Belajar dan berkembang. Terdengar gampang tetapi pelaksanaannya tidak seperti itu. Perhatianku gampang teralihkan dan minatku tersebar cukup luas dalam banyak hal. Sebenarnya aku tahu kalau kemampuanku masih bisa ditingkatkan. Sadar bahwa potensiku belum tergali sepenuhnya. Seandainya saja tantangan yang datang membuatku mau tak mau menjalani perubahan. Tentu saja suatu proses perubahan itu akan membuat diriku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Masih Belum Dimulai?

Jadi beberapa waktu yang lalu aku menuliskan niat untuk belajar upgrade laptop Lenovo-ku. Sayangnya, sampai hari ini belum juga benar-benar bisa mengalokasikan waktu untuk mengerjakannya. Kalau diingat lagi, aku melakukan kesalahan karena membayar langganan Office 365 per bulan tetapi tidak dipakai. Pemborosan. Dengan tetap belum memulai, aku melakukan pemborosan, sekalian terlihat jelas bahwa konsentrasi dan prioritasku terletak di hal lain. Sesuatu yang perlu segera diperbaiki karena ada biaya di sini, jumlahnya tidak sedikit pula. Segera diperbaiki sifat ini.

Bagaimana Caranya Agar Tidak Dipermainkan Pedagang?

"Bagaimana caranya aku memastikan diriku tidak dipermainkan pedagang ini?" seperti itulah pertanyaan yang sering kuarahkan ke diri sendiri tiap kali hendak bertransaksi atau minimal mengecek barang yang ditawarkan di toko (fisik maupun online). Sejujurnya, aku tidak membiasakan diri untuk mempercayakan apa yang disampaikan seseorang kepadaku. Terlebih saat orang tersebut berpotensi mendapatkan keuntungan dari kepercayaan yang kuberikan. Dalam keadaan seperti itu, penting bagi orang tersebut untuk membuatku percaya pada kata-katanya dan kemudian mengikuti apapun yang dia anjurkan: membeli barang/jasa yang ditawarkan; memberikan pinjaman uang; dan hal serupa.

Banyak Buku Menunggu Giliran

Banayk sekali buku di dalam kamar ini, yang belum dibaca (masih dalam plastik pembungkus seperti ketika dibeli di toko), separuh dibaca, atau sudah selesai dibaca. Ada fiksi seperti Girl in the Spider's Web -nya David Lagercrantz, Sihir Perempuan -nya Intan Paramaditha, dan 1Q84 -nya Harumi Murakami. Ad a non-fiksi seperti Sapiens dan Homo Deus-nya Yuval Noah Harari, The Intelligent Investor -nya Benjamin Graham, dan The Art of Thinking Clearly -nya Rolf Dobelli. Ada buku lainnya yang tak kutuliskan atau kufoto karena bertumpuk di sana-sini tidak jelas. Mengumpulkan debu atau menyerap kelembaban kamar. Bikin pusing kalau mengingat kondisinya. Sama seperti di kamar lainnya di kota yang satu lagi, berpeti-peti, tersimpan tak terkena cahaya. Bisa membuat stres kalau mengingat berapa banyak uang yang kukeluarkan untuk membeli semuanya. Pantas aku jadi bersahabat dengan mie instan, beberapa bulan terakhir ini. Kebiasaan berbelanja buku tapi tak bisa meluangkan waktu untuk membacan...