Langsung ke konten utama

Super Magic!

Yeah, kaget juga lihat bungkus benda ini tergeletak di jalan di kampung yang aku tinggali. Aku lihat ketika sedang menalikan ulang tali sepatu yang terlepas. Jadi waktu membungkuk, mataku melihat kemasan hitam biru merah yang menarik perhatian, tak jauh dari tempatku berjongkok.

Ternyata itu adalah sebungkus SUPER MAGIC, whatever that is, tapi menebak dari ukuran kemasan dan citra yang ditampilkan dalam kemasan ini maka tak terlalu sulit untuk menebak kaitannya.


Di dalam kampung yang kesannya religius dan agamis seperti ini ternyata ada juga penggunaan benda-benda yang, ehem, membantu hubungan suami istri.

Ah, bodoh, sebagai seorang Porkhunter, kenapa aku bisa begitu naif? Kehidupan rumah tangga orang lain seharusnya bukan urusanku selama bukan soal kekerasan dalam rumah tangga, bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bugging Me

Look, I am not a person that you might call "grammar Nazi" but CMIIW, shouldn't this ad be corrected? Is it or is it not the correct word should be " SMOOTHER "?

Pameran 200 Tahun Raden Saleh

Billboard Pameran Raden Saleh di Parkiran Museum Nasional

Parkir "Ngaco" dan Tak Pedulian...(?)

Yeah aku tahu kalau memang parkir mundur itu SULIT apalagi kalau available space for maneuvering  sangat terbatas. Tetapi kenapa -- kalau memang masih ada waktu untuk itu -- tidak melakukan koreksi atas posisi parkir mobil yang kita pergunakan kalau kita sadar itu bisa menyulitkan diri sendiri untuk keluar dari parkiran nantinya (atau orang lain untuk memasuki tempat parkir di sebelah kita)? Misalnya posisi di atas, seberapa sulitnya untuk sadar bahwa posisi parkir kita itu SANGAT MIRING bahkan sampai memakan space parkir sebelah kita? Serendah itukah kemampuan mengemudimu? Yang terpikirkan olehku adalah dia terburu-buru ( positive thinking ) atau tak pedulian ( negative thinking ). Atau: Apakah SIM A yang kau pergunakan itu diperoleh dengan cara-cara tak pantas atau bahkan ilegal? Mengapa oh mengapa dirimu parkir dengan posisi sedemikian rupa?